Sumbardaily.com, Padang - Hubungan emosional antara Kota Padang dan Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) kembali terajut melalui aksi nyata solidaritas kemanusiaan.
Saat bencana hidrometeorologi memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Padang pada akhir 2025, Pemerintah Kota (Pemko) Palu hadir dengan menyalurkan bantuan senilai Rp250 juta sebagai wujud kepedulian dan semangat gantian membantu antar daerah.
Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarha (TP-PKK) Kota Palu, Diah Puspita kepada Ketua Bidang I TP-PKK Kota Padang, Sri Hayati.
Prosesi penyerahan berlangsung di Rumah Makan Lamun Ombak Padang, Sabtu (24/1/2026), dan menjadi simbol kuat kolaborasi antar kota dalam menghadapi situasi darurat kebencanaan.
Yang menarik, dana bantuan ini bukan bersumber dari anggaran rutin pemerintah daerah, melainkan hasil penggalangan donasi kolektif para guru dan insan pendidikan se-Kota Palu.
Gerakan ini lahir dari kesadaran bersama akan pentingnya saling membantu, khususnya dalam pemulihan sektor pendidikan pascabencana.
“Alhamdulillah, dari para guru dan insan pendidikan Kota Palu berhasil terkumpul donasi sebesar Rp250 juta. Bantuan ini kami salurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam pemulihan sektor pendidikan,” ujar Diah Puspita.
Menurutnya, kepedulian tersebut merupakan kelanjutan dari komitmen kemanusiaan yang selama ini dijaga oleh insan pendidikan di Kota Palu.
Sebelumnya, bantuan serupa juga telah disalurkan ke sejumlah daerah lain yang terdampak bencana, seperti Aceh, Medan dan Kabupaten Padang Pariaman.
“Kami berharap Kota Padang segera pulih dan masyarakatnya tetap kuat serta bersemangat menjalani aktivitas ke depan. Bantuan ini merupakan wujud solidaritas antar daerah, mengingat saat Palu dilanda gempa dan tsunami 2018 lalu, Kota Padang juga turut memberikan bantuan,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan Diah Puspita didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Hardi.
Momentum ini sekaligus menegaskan prinsip “gantian membantu” antar daerah, di mana kepedulian tidak berhenti pada satu peristiwa, melainkan berlanjut lintas waktu dan wilayah.
Di sisi lain, Pemko Padang menyambut positif dan penuh apresiasi atas inisiatif tersebut. Ketua Bidang I TP-PKK Kota Padang, Sri Hayati yang mewakili Ketua TP-PKK Kota Padang, menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemko Palu dan seluruh insan pendidikan yang terlibat.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat berarti bagi kami, mengingat cukup banyak infrastruktur pendidikan yang mengalami kerusakan akibat bencana,” kata istri Wakil Wali Kota (Wawako) Padang, Maigus Nasir tersebut.
Ia menambahkan, bantuan tersebut diharapkan mampu menjadi stimulus awal dalam mempercepat pemulihan dunia pendidikan di Kota Padang yang terdampak cukup signifikan akibat banjir bandang.
“Semoga Kota Padang dapat segera bangkit dan menata kembali dunia pendidikan. Terima kasih kepada Kota Palu, semoga seluruh jajaran pemerintahannya senantiasa sehat dan dilimpahkan rezeki,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Sri Hayati didampingi Sekretaris Disdikbud Kota Padang, Nurfitri. Usai penyerahan bantuan, rombongan dari kedua pihak meninjau langsung sejumlah lokasi terdampak bencana, sebagai bentuk empati sekaligus memastikan kondisi lapangan.
Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya SD Negeri 49 Batang Kabung yang hanyut akibat banjir bandang pada akhir November 2025.
Selain itu, rombongan juga melihat langsung Puskesmas Pembantu (Pustu) Batang Kabung yang saat ini difungsikan sebagai sekolah sementara bagi siswa SDN 49 Batang Kabung. (red)
















