Sumbardaily.com - Hot Waterboom Sapan Maluluang di Kecamatan Pauh Duo, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, akan mengalami pengembangan mulai tahun depan. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyiapkan sejumlah fasilitas baru untuk mengubah kawasan wisata tersebut agar memiliki pilihan aktivitas yang lebih beragam bagi pengunjung.
Pengembangan Hot Waterboom Sapan Maluluang tidak hanya diarahkan pada fasilitas yang berkaitan dengan air panas. Pemerintah daerah juga menyiapkan sejumlah wahana kering, fasilitas penginapan, hingga area bermain yang dapat digunakan wisatawan, khususnya anak-anak.
Rencana tersebut disampaikan Bupati Solok Selatan H. Khairunas saat mengunjungi Hot Waterboom Sapan Maluluang di Kecamatan Pauh Duo, Rabu (2/9/2026). Menurut dia, pengembangan kawasan wisata tersebut perlu dilakukan dengan memperluas pilihan wahana yang tersedia.
"Ke depan kita akan dorong pengembangan wahana wisata yang lebih beragam, tidak hanya mengandalkan air panas, tetapi juga wahana kering," kata Khairunas dalam kujungannya ke Hot Waterboom Sapan Maluluang di Kecamatan Pauh Duo, Rabu (2/9/2026).
Khairunas mengatakan penambahan fasilitas menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menarik lebih banyak wisatawan. Karena itu, konsep pengembangan tidak hanya mengandalkan kolam air panas sebagai daya tarik utama.
Selain menambah jenis wahana, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap fasilitas dasar yang berkaitan langsung dengan pengalaman pengunjung. Kebersihan dan kenyamanan menjadi hal yang ditekankan dalam setiap fasilitas yang nantinya tersedia di kawasan tersebut.
Menurut Khairunas, pengembangan kawasan wisata harus tetap memperhatikan kondisi fasilitas yang digunakan masyarakat. Dengan demikian, penambahan wahana tidak hanya berorientasi pada jumlah fasilitas, tetapi juga pada kenyamanan wisatawan ketika berada di lokasi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Solok Selatan Pamil Ruskamdani menjelaskan sejumlah fasilitas telah masuk dalam rencana pengembangan. Salah satunya adalah penyediaan pondok penginapan atau cottage bagi wisatawan yang ingin menghabiskan waktu lebih lama di kawasan wisata tersebut.
Selain cottage, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan taman bermain outdoor yang ditujukan terutama bagi anak-anak. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi bagian dari pilihan kegiatan wisata di luar aktivitas yang berkaitan dengan kolam air panas.
"Selain itu juga rencananya akan dilakukan pembangunan kolam arus hingga ruangan spa. Rencananya akan dimulai tahun depan," jelas Pamil.
Dengan rencana tersebut, kawasan Hot Waterboom Sapan Maluluang nantinya akan memiliki sejumlah pilihan fasilitas, mulai dari wahana air, wahana kering, tempat bermain anak, cottage, kolam arus, hingga ruangan spa.
Pembangunan berbagai fasilitas tersebut tidak akan dilakukan sekaligus dalam satu tahun. Pamil menyebut pengembangan kawasan wisata itu dirancang dalam beberapa tahun atau menggunakan skema multi years.
Untuk mendukung pembangunan tersebut, pemerintah daerah menyiapkan kisaran anggaran Rp 5 miliar hingga Rp 7 miliar. Dana tersebut akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pengembangan yang telah direncanakan.
Pengembangan dalam beberapa tahun juga berkaitan dengan banyaknya fasilitas yang akan dibangun di kawasan tersebut. Pemerintah daerah akan melakukan pembangunan secara bertahap sesuai dengan rencana yang telah disiapkan.
Pamil mengatakan pengembangan kawasan wisata juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat di sekitarnya. Pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir dinilai dapat membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.
Menurut Pamil, aktivitas pembangunan dan meningkatnya kegiatan wisata dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengambil bagian dalam kegiatan ekonomi di sekitar kawasan. Karena itu, keberadaan Hot Waterboom Sapan Maluluang tidak hanya diarahkan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga diharapkan memberi manfaat terhadap perekonomian warga.
Di sisi lain, pemerintah daerah meminta dukungan masyarakat dan tokoh masyarakat untuk menjaga kenyamanan kawasan wisata. Kerja sama tersebut dinilai penting seiring dengan rencana peningkatan fasilitas dan jumlah aktivitas wisata di Hot Waterboom Sapan Maluluang.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah persoalan pungutan liar dan parkir liar. Pemerintah berharap persoalan tersebut tidak lagi muncul sehingga wisatawan yang datang tidak merasa terganggu selama berada di kawasan wisata.
Masyarakat dan tokoh masyarakat di sekitar kawasan diharapkan ikut menjaga agar pengelolaan lingkungan wisata berjalan sesuai dengan ketentuan. Kenyamanan pengunjung menjadi bagian dari perhatian pemerintah seiring dengan rencana pengembangan sejumlah fasilitas baru.
Dengan pembangunan yang dilakukan secara multi years dan anggaran sekitar Rp 5 miliar-Rp 7 miliar, Hot Waterboom Sapan Maluluang disiapkan memiliki lebih banyak pilihan fasilitas. Pemerintah Kabupaten Solok Selatan akan mulai merealisasikan rencana pengembangan tersebut pada tahun depan.
Hot Waterboom Sapan Maluluang nantinya tidak hanya mengandalkan daya tarik air panas. Cottage, taman bermain outdoor untuk anak-anak, kolam arus, ruangan spa, serta wahana kering masuk dalam rencana untuk memperluas pilihan wisatawan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan. (*)
















