Sumbardaily.com, Padang – Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan. Pada Minggu (21/9/2025), gunung api ini mengalami dua kali erupsi dalam satu hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, erupsi pertama disertai kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak, sementara letusan kedua tidak teramati secara visual.
Letusan pertama terjadi pada pukul 13.28 WIB. Kolom abu pekat berwarna kelabu itu terpantau tebal dan condong ke arah barat daya. Tingginya mencapai kurang lebih 3.891 meter di atas permukaan laut. Seismogram merekam amplitudo maksimum 30,4 milimeter dengan durasi sekitar 38 detik. Saat laporan awal dibuat, erupsi masih berlangsung.
Beberapa jam berselang, erupsi kedua terjadi pukul 16.36 WIB. Kali ini kolom abu tidak terpantau dari visual pengamatan. Kendati demikian, instrumen seismik mencatat aktivitas letusan dengan amplitudo maksimum 7,3 milimeter dan durasi sekitar 53 detik.
Status Masih Waspada
PVMBG menegaskan, Gunung Marapi saat ini berstatus Level II atau Waspada. Dengan kondisi tersebut, masyarakat, pendaki, dan wisatawan dilarang melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah utama, yakni Kawah Verbeek.
Peringatan juga ditujukan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai berhulu di puncak Marapi. Mereka diimbau waspada terhadap potensi banjir lahar, terutama pada musim hujan. Selain itu, masyarakat disarankan mengenakan masker pelindung apabila terjadi hujan abu untuk mencegah gangguan pernapasan.
“Erupsi Marapi merupakan bagian dari aktivitas vulkanik yang masih berlangsung. Masyarakat di sekitar wilayah terdampak diingatkan untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum jelas sumbernya, dan selalu mengikuti arahan resmi pemerintah,” demikian keterangan PVMBG.
Koordinasi dengan Daerah
PVMBG meminta pemerintah daerah di sekitar Gunung Marapi, yakni Kota Bukittinggi, Kota Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam, meningkatkan koordinasi dengan pos pengamatan di Bukittinggi maupun dengan kantor PVMBG di Bandung. Dengan begitu, informasi terkini mengenai kondisi gunung dapat segera tersampaikan ke publik.
Lembaga tersebut juga menekankan pentingnya menjaga suasana kondusif. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing isu yang beredar di media sosial dan hanya merujuk pada kanal resmi seperti laman Badan Geologi, situs PVMBG, aplikasi Magma Indonesia, atau akun media sosial @pvmbg_.
Aktivitas Gunung Api Aktif
Gunung Marapi merupakan salah satu gunung api paling aktif di Sumbar. Dalam beberapa tahun terakhir, aktivitasnya kerap menimbulkan erupsi dengan kolom abu yang dapat memengaruhi penerbangan maupun aktivitas harian warga sekitar.
Menurut PVMBG, mitigasi bencana letusan gunung api memerlukan kerja sama erat antara masyarakat, pemerintah daerah, dan lembaga teknis. Langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta kepatuhan pada rekomendasi teknis menjadi kunci untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan dari setiap erupsi. (ik)















