Gara-gara Bakar Sampah, Belasan Rumah di Padang Hangus Terbakar

Gara-gara Bakar Sampah, Belasan Rumah di Padang Hangus Terbakar

Belasan rumah di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, hangus terbakar Padang hangus terbakar pada Kamis (9/10/2025) siang diduga akibat pembakaran sampah. (Foto: Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang – Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kelurahan Pasa Gadang, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, pada Kamis (9/10/2025) siang. Sedikitnya 14 rumah warga hangus terbakar setelah api yang diduga berasal dari pembakaran sampah menjalar cepat di tengah padatnya permukiman.

Kabid Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 10.51 WIB. Tak sampai satu menit setelah laporan diterima, tim pertama langsung diberangkatkan menuju lokasi.

“Begitu laporan masuk, kami langsung mengerahkan armada ke lokasi. Saat tiba, api sudah membesar karena jarak antarbangunan sangat rapat dan akses jalan menuju titik kebakaran cukup sempit,” ujar Rinaldi.

Menurut Rinaldi, kebakaran itu melalap area seluas sekitar 900 meter persegi dan menimbulkan kepanikan di lingkungan sekitar. Sebanyak 15 unit armada pemadam serta 120 personel dikerahkan untuk menjinakkan api yang kian membesar. Proses pemadaman berlangsung lama karena kondisi lingkungan yang padat dan sulit dijangkau mobil pemadam.

Permukiman Padat, Api Cepat Menyebar

Berdasarkan keterangan seorang saksi bernama Gusmawati (44), api awalnya muncul dari tumpukan sampah yang sedang dibakar di dekat permukiman warga. Tak lama, percikan api tertiup angin dan mengenai bangunan terdekat. Dalam hitungan menit, api menyambar ke rumah lain yang berdempetan tanpa celah.

“Begitu api membesar, saksi langsung menghubungi petugas Damkar,” kata Rinaldi.

Warga sekitar pun berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil mengevakuasi barang berharga. Namun, karena tiupan angin cukup kencang dan material bangunan sebagian besar terbuat dari kayu, kobaran api sulit dikendalikan.

Petugas pemadam yang datang ke lokasi dibantu unsur Polri, TNI, Satpol PP, PLN, dan PMI. Sinergi lintas instansi ini dilakukan untuk mempercepat proses evakuasi, pengamanan area, serta memastikan tidak ada korban jiwa.

Beruntung, tidak ada korban meninggal dunia maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut. Namun, sebanyak 14 kepala keluarga atau sekitar 70 jiwa harus kehilangan tempat tinggal dan kini mengungsi di rumah kerabat maupun posko sementara yang disediakan warga sekitar.

Kerugian Ditaksir Puluhan Juta Rupiah

Hasil pendataan sementara dari Dinas Pemadam Kebakaran menunjukkan, sekitar 14 rumah rusak berat dan 15 rumah lainnya berada dalam kondisi terancam. Total area terdampak diperkirakan mencapai 1.500 meter persegi.

Rinaldi menuturkan, meski penyebab pasti masih diselidiki, dugaan sementara mengarah pada kelalaian manusia akibat pembakaran sampah di kawasan padat penduduk.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan, apalagi di lingkungan yang padat bangunan. Satu percikan kecil saja bisa memicu kebakaran besar,” ujarnya mengingatkan.

Selain kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, kebakaran ini juga berdampak sosial bagi para korban yang kehilangan rumah dan harta benda. Pemerintah Kota (Pemko) Padang melalui BPBD dan Dinas Sosial tengah berkoordinasi untuk menyalurkan bantuan darurat berupa kebutuhan pokok dan hunian sementara.

Tantangan di Lapangan

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala di lapangan. Akses jalan menuju lokasi yang sempit membuat mobil pemadam sulit mendekat ke sumber api. Akibatnya, personel harus menarik selang panjang hingga ke titik kebakaran.

“Kondisi lapangan cukup menantang. Kami bahkan harus membuka jalur dengan bantuan warga agar selang bisa menjangkau area yang terbakar,” kata Rinaldi.

Meski begitu, dengan kerja sama antara petugas dan masyarakat, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya setelah beberapa jam. Tim Damkar kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi menyala kembali.

Warga yang rumahnya terdampak mulai membersihkan sisa puing dan barang-barang yang masih bisa diselamatkan. Beberapa di antaranya berharap pemerintah segera memberikan bantuan untuk meringankan beban pascakebakaran.

Damkar Padang Siaga 24 Jam

Rinaldi menegaskan, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang selalu siap siaga selama 24 jam penuh untuk merespons kejadian kebakaran di seluruh wilayah kota. Ia juga mengimbau masyarakat agar segera menghubungi Padang Sigap 112 atau Damkar 113 jika melihat potensi bahaya kebakaran di lingkungan masing-masing.

“Kami selalu siaga 24 jam. Prinsip kami, pantang pulang sebelum api padam, sekalipun nyawa menjadi taruhannya,” tegasnya.

Pemko Padang memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk memastikan penanganan cepat terhadap korban, termasuk penyaluran logistik, pakaian, dan kebutuhan harian lainnya. Selain itu, warga diimbau lebih waspada terhadap aktivitas yang berisiko menimbulkan kebakaran, terutama di permukiman padat penduduk.

Langkah Pencegahan

Kebakaran ini menambah daftar panjang insiden kebakaran permukiman di Kota Padang selama tahun 2025. Dinas Damkar mencatat, sebagian besar kasus disebabkan oleh kelalaian manusia, seperti pembakaran sampah, hubungan arus pendek listrik, serta penggunaan kompor gas yang tidak aman.

Pihaknya terus menggencarkan sosialisasi keselamatan kebakaran melalui posko-posko kelurahan dan kegiatan masyarakat, terutama di wilayah dengan kepadatan tinggi.

“Kesadaran warga menjadi kunci utama. Kami bisa datang cepat, tapi pencegahan selalu lebih baik daripada penanganan,” ujar Rinaldi. (fru)

Baca Juga

Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Akhir September 2026, Mayoritas Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Rendah
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Sumbar-Jeonbuk Pererat Persahabatan, Kerja Sama Sister City Mulai Didorong
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Gelombang 4 Meter Berpeluang Terjadi di Mentawai, Nelayan Diminta Waspada
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Mengapa Kota Wisata Perlu Punya Cerita? Ini Pandangan Dosen Unand
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Solar Biodigester, Inovasi Warga Padang untuk Atasi Sampah Organik dan Genangan Air
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun
Kisah Hafiz Sumbar di MTQN 2026, Muslim Hafal 30 Juz Sejak Usia 10 Tahun