Sumbardaily.com, Padang – Politeknik Negeri Padang (PNP) memperkenalkan teknologi pengendalian suhu dan kelembaban otomatis untuk proses fermentasi tempe kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Padang. Inovasi ini dikembangkan melalui Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang dilaksanakan di Usaha Tempe YSL2, Kelurahan Pasar Ambacang, Kecamatan Pauh.
Teknologi ini dirancang untuk menjawab tantangan utama dalam fermentasi tempe secara tradisional, yang selama ini masih sangat bergantung pada kondisi cuaca. Proses fermentasi konvensional kerap memakan waktu hingga 36–48 jam dan menghasilkan kualitas tempe yang tidak selalu konsisten.
Ketua Tim Pengabdian, Herizon, yang juga dosen Jurusan Teknik Elektro PNP, menjelaskan bahwa sistem yang diperkenalkan mampu mengontrol suhu dan kelembaban ruang fermentasi secara otomatis dalam rentang optimal 30–37 derajat Celsius. Dengan kontrol yang lebih presisi, proses fermentasi dapat dipercepat dan mutu produk dapat lebih terjaga.
“Tahap awal kami fokus pada sosialisasi dan pelatihan dasar pengenalan sistem otomatisasi. Kami ingin pelaku UMKM memahami konsep dan manfaat teknologi ini sebelum penerapan secara penuh,” ujar Herizon, Minggu (2/11/2025).
Menurutnya, sistem otomatisasi tersebut memiliki kapasitas fermentasi hingga 150 kilogram dan dirancang agar mudah dioperasikan oleh pelaku usaha skala mikro seperti Usaha Tempe YSL2. Teknologi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju modernisasi produksi tempe di tingkat rumah tangga tanpa mengubah cita rasa dan karakteristik khas tempe tradisional.
Pemilik Usaha Tempe YSL2, Silvia, menyambut baik inovasi tersebut. Ia mengakui, selama ini proses fermentasi masih dilakukan di ruang terbuka dan sering terganggu oleh perubahan cuaca, terutama pada musim hujan.
“Kalau hujan, fermentasinya bisa sampai dua hari baru jadi. Kadang kualitasnya juga menurun,” ungkapnya.
Selain memperkenalkan teknologi fermentasi otomatis, tim PNP juga memberikan pelatihan digitalisasi manajemen usaha, khususnya dalam pencatatan keuangan menggunakan Microsoft Excel.
Pelatihan ini bertujuan membantu pelaku usaha agar lebih tertib dalam pengelolaan keuangan dan dapat memantau perkembangan usaha dengan lebih baik.
Pengabdian ini melibatkan sejumlah tim dosen lintas jurusan, di antaranya Fisla Wirda, Milda Yuliza, Yultrisna, Aditya Wardhani, Laxmy Devi, serta dua mahasiswa, Anisa Dwi Amanda dan Belya Putri Mernova.
Selain pelatihan teknologi dan keuangan, PNP juga memberikan rekomendasi desain kemasan baru yang lebih menarik dan memenuhi standar keamanan pangan. Kemasan tersebut mencakup label halal, informasi gizi, barcode, dan tanggal kedaluwarsa, yang dapat mendukung pemasaran produk secara digital melalui marketplace dan media sosial.
Dari hasil evaluasi kegiatan, peserta menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi pelatihan dan berharap dapat segera mengimplementasikan teknologi tersebut dalam kegiatan produksi.
PNP berkomitmen untuk melanjutkan pendampingan kepada pelaku usaha tempe agar sistem pengendalian suhu dan kelembaban otomatis dapat diterapkan secara optimal. Inovasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi UMKM pangan lainnya untuk beradaptasi dengan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisional dalam proses produksi. (red)
















