Fashion Show Baju Saisuak di Desa Wisata Fair 2024: Upaya Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Fashion Show Baju Saisuak di Desa Wisata Fair 2024: Upaya Pelestarian Warisan Budaya Minangkabau

Fashion Show Baju Saisuak di Desa Wisata Fair 2024. (Foto: Dok Istimewa)

Sumbardaily.com, Padang Panjang – Semangat pelestarian warisan budaya Minangkabau kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan Fashion Show Baju Saisuak yang digelar di Desa Wisata Kubu Gadang, Kelurahan Ekor Lubuk, Kecamatan Padang Panjang Timur.

Acara yang berlangsung pada Sabtu (26/10/2024) ini menjadi bagian dari rangkaian Desa Wisata Fair 2024. Baju Saisuak, yang dalam bahasa Minang berarti pakaian tempo dulu, memiliki nilai historis yang mendalam bagi masyarakat Kubu Gadang.

Keunikan tradisi ini terletak pada penggunaan pakaian warisan yang telah diturunkan dari generasi ke generasi, dengan beberapa koleksi bahkan berasal dari era 1960-an.

Dalam acara yang diikuti oleh 40 peserta ini, para peserta dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga dewasa, berkesempatan memamerkan busana warisan di atas catwalk.

Mereka tampil di hadapan dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh berpengaruh, termasuk Kasi Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan Ekor Lubuk, Hidayani Asda, Bundo Kanduang Nagari Gunuang, Wira Fatriza, dan Hamidya Sapta yang menyandang gelar Putri Hijab Influencer Sumbar 2022.

Lurah Ekor Lubuk, Akbar Syah menekankan signifikansi acara ini sebagai upaya pelestarian nilai-nilai budaya Minangkabau.

"Fashion show ini bukan sekadar ajang peragaan busana, melainkan media pembelajaran yang efektif bagi masyarakat untuk memahami tata cara berpakaian tradisional Minang dalam berbagai konteks kehidupan," jelasnya.

Lebih lanjut, Akbar menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda Padang Panjang dalam memahami dan melestarikan warisan budaya ini.

"Pelestarian baju adat merupakan strategi cerdas dalam mempertahankan nilai-nilai budaya dan tradisi. Kami berharap kebiasaan berpakaian khas perempuan Minang ini dapat dihidupkan kembali oleh generasi muda," ujarnya.

Penyelenggaraan fashion show ini juga memiliki dimensi strategis dalam pengembangan pariwisata budaya.

"Kegiatan ini menjadi manifestasi nyata komitmen Kelurahan Ekor Lubuk dalam mempertahankan dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi mendatang, sekaligus mempromosikan potensi wisata budaya di wilayah kami," tambah Akbar.

Melalui event ini, Kelurahan Ekor Lubuk tidak hanya berhasil menghadirkan tontonan yang menghibur, tetapi juga menciptakan momentum penting dalam upaya pelestarian warisan budaya Minangkabau.

Di tengah arus modernisasi yang semakin kuat, inisiatif semacam ini menjadi sangat vital dalam memperkuat identitas kultural masyarakat Minangkabau. (red)

Baca Juga

Musnag KAN Solok Hadirkan Silaturahmi Silek Tuo, Generasi Muda Diajak Lestarikan Budaya
Musnag KAN Solok Hadirkan Silaturahmi Silek Tuo, Generasi Muda Diajak Lestarikan Budaya
Satu Event Satu Nagari, Tradisi Manjopuk Sumando di Payakumbuh Jadi Wisata Edukasi Budaya
Satu Event Satu Nagari, Tradisi Manjopuk Sumando di Payakumbuh Jadi Wisata Edukasi Budaya
Parade 1.700 Perempuan Berbusana Minang Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi
Parade 1.700 Perempuan Berbusana Minang Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang di Bukittinggi
Perpusnas Dorong PDIKM Padang Panjang Jadi Pusat Literasi dan Edukasi Budaya Minangkabau
Perpusnas Dorong PDIKM Padang Panjang Jadi Pusat Literasi dan Edukasi Budaya Minangkabau
Ekraf Padang Panjang Didorong Manfaatkan Budaya Lokal untuk Ciptakan Produk Kreatif Berdaya Saing
Ekraf Padang Panjang Didorong Manfaatkan Budaya Lokal untuk Ciptakan Produk Kreatif Berdaya Saing
Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang, Alek Anak Nagari Satukan Ribuan Pelajar di Bukittinggi
Meriahkan 100 Tahun Jam Gadang, Alek Anak Nagari Satukan Ribuan Pelajar di Bukittinggi