Padang, Sumbardaily.com - Dinas Kesehatan (Dinkes) Padang berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, khususnya dalam penanganan Penyakit Tidak Menular (PTM).
Sebanyak 256 tenaga kesehatan, terdiri dari 112 kader posyandu, 24 pengelola program PTM, dan 100 petugas klinik, dilatih untuk menggunakan Aplikasi Sehat Indonesia Ku (ASIK).
Pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dalam melakukan skrining PTM secara digital.
Analis Kesehatan Dinkes Padang, Henny Indriani Lubis, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memastikan seluruh hasil skrining PTM dapat diinput dengan akurat ke dalam sistem ASIK.
"Kami ingin memastikan bahwa setiap kader posyandu dan pemegang program PTM memiliki kemampuan yang memadai dalam menggunakan aplikasi ASIK. Ini sejalan dengan konsep posyandu terintegrasi yang mendukung Indeks Layanan Primer (ILP)," ujar Henny, Rabu (18/9/2024), seperti dikutip dari laman Infopublik.id.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta dibekali dengan pengetahuan praktis mulai dari cara mengunduh aplikasi ASIK melalui Playstore hingga proses pendaftaran sebagai pengguna.
Lebih lanjut, mereka dilatih untuk melakukan skrining lapangan yang mencakup berbagai aspek kesehatan, seperti pengukuran antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar perut), pemeriksaan tekanan darah, dan tes gula darah.
Selain itu, pelatihan juga mencakup teknik wawancara untuk mengidentifikasi faktor risiko PTM. Para petugas diajarkan cara menggali informasi terkait kebiasaan merokok, pola konsumsi buah dan sayur, serta tingkat aktivitas fisik masyarakat.
"Semua data hasil pemeriksaan dan wawancara ini kemudian diinput ke dalam ASIK. Sistem ini menghasilkan data by name by address, yang sangat berharga bagi pemerintah dalam memantau kondisi kesehatan masyarakat secara lebih detail," tambah Henny. (red)
















