Dari Tradisi ke Pengakuan Negara, Sulaman Kapalo Paniti Nareh Pegang Sertifikat IG

Dari Tradisi ke Pengakuan Negara, Sulaman Kapalo Paniti Nareh Pegang Sertifikat IG

Sulaman Kapalo Paniti Motif Batik (Foto: Instagram Iksi Reborn)

Sumbardaily.com, Pariaman – Sulaman Kapalo Paniti Nareh resmi menyandang status sebagai produk Indikasi Geografis (IG) setelah Pemerintah Kota (Pemko) Pariaman menerima sertifikat perlindungan tersebut dari Kementerian Hukum dan HAM.

Penetapan ini menjadi tonggak penting bagi keberlanjutan kriya tradisional yang selama ini menjadi identitas budaya masyarakat Nareh, sekaligus memperkuat posisi produk unggulan daerah tersebut di pasar nasional.

Sertifikat IG diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Sumbar), Alpius Sarumaha, kepada Wali Kota Pariaman, Yota Balad, dalam sebuah acara di Aula Hotel Pangeran Padang, Jumat (5/12/2025). Penyerahan itu turut disaksikan Ketua Dekranasda Kota Pariaman, Yosneli Balad, sebagai bentuk dukungan terhadap agenda pelestarian kerajinan tradisional.

Alpius menegaskan bahwa Sertifikat Indikasi Geografis ini merupakan tindak lanjut dari keberhasilan pendaftaran sulaman khas tersebut sebagai IG Sumbar dengan nomor sertifikat ID G 000000183.

Ia menjelaskan bahwa status IG memberikan perlindungan hukum eksklusif terhadap nama, kualitas, dan reputasi Sulaman Kapalo Paniti Nareh, yang hanya boleh diproduksi di wilayah geografis asalnya dengan teknik dan karakter khas yang telah dikenal lama.

Pengakuan negara ini diharapkan dapat memperkuat UMKM Kota Pariaman dalam pengembangan merek dan daya saing produk lokal. “Selamat untuk Kota Pariaman, semoga dengan memiliki sertifikat ini, UMKM di Kota Pariaman semakin meningkat,” ujarnya.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, juga menyampaikan apresiasi atas terbitnya sertifikat tersebut. Ia menilai pengakuan IG bukan hanya bentuk perlindungan produk, tetapi juga legitimasi terhadap nilai budaya yang selama ini diwariskan masyarakat Nareh.

“Perolehan sertifikat IG ini bukan hanya sekadar kertas, namun merupakan pengakuan negara terhadap warisan budaya dan kearifan lokal masyarakat Nareh dan Kota Pariaman secara keseluruhan. Ini adalah langkah besar untuk melindungi produk kerajinan kita dari pemalsuan dan memastikan kesejahteraan para pengrajin,” kata Yota.

Sulaman Kapalo Paniti Nareh dikenal dengan teknik jahitan halus dan motif yang khas, lazim digunakan pada tutup kepala, selendang, serta berbagai elemen busana adat. Proses pendaftarannya sebagai IG merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Pariaman, pengrajin lokal, dan Kanwil Kemenkum Sumbar, yang secara konsisten berupaya memastikan sulaman tradisional tersebut tetap lestari.

Menurut Yota, status Indikasi Geografis ini akan memberikan dampak ekonomi yang nyata. Selain mendongkrak nilai jual dan citra produk, IG membuka peluang pemasaran lebih luas, termasuk di tingkat internasional. Ia juga menyebut bahwa sertifikasi ini diharapkan mendorong regenerasi perajin muda agar keterampilan tradisional Sulaman Kapalo Paniti Nareh tidak hilang ditelan waktu.

“Kami berkomitmen untuk terus mempromosikan dan mengawasi penggunaan nama IG ini agar manfaatnya dapat dirasakan optimal oleh masyarakat Kota Pariaman,” ujarnya.

Dengan pengakuan resmi ini, Sulaman Kapalo Paniti Nareh kini memiliki landasan hukum yang kuat sekaligus peluang besar untuk berkembang sebagai produk budaya bernilai tinggi yang membawa kebanggaan bagi Kota Pariaman. (red)

Baca Juga

45 Pengrajin Lokal Terima Bantuan Usaha, Pemko Pariaman Bidik UMKM Rumahan Mandiri
45 Pengrajin Lokal Terima Bantuan Usaha, Pemko Pariaman Bidik UMKM Rumahan Mandiri
Ancaman Tsunami Masih Jadi Perhatian, BPBD Sumbar Rancang Simulasi Besar di Pariaman
Ancaman Tsunami Masih Jadi Perhatian, BPBD Sumbar Rancang Simulasi Besar di Pariaman
Resmi Jadi PNS, 150 ASN Baru di Pariaman Diminta Pegang Teguh Nilai BerAKHLAK
Resmi Jadi PNS, 150 ASN Baru di Pariaman Diminta Pegang Teguh Nilai BerAKHLAK
Kota Pariaman Luncurkan LANJUT, Layanan Antar Jemput Pasien Gratis ke RSUD Sadikin
Kota Pariaman Luncurkan LANJUT, Layanan Antar Jemput Pasien Gratis ke RSUD Sadikin
Revitalisasi 39 Sekolah di Kota Pariaman Hampir Rampung, Progres Pengerjaan Capai 90 Persen
Revitalisasi 39 Sekolah di Kota Pariaman Hampir Rampung, Progres Pengerjaan Capai 90 Persen
Huntap Mandiri Pertama di Kota Pariaman Diserahkan kepada Korban Bencana Hidrometeorologi
Huntap Mandiri Pertama di Kota Pariaman Diserahkan kepada Korban Bencana Hidrometeorologi