Sumbardaily.com – Kompetisi Pegadaian Championship musim 2025/2026 resmi berakhir dengan drama menegangkan di partai final. Garudayaksa FC sukses keluar sebagai juara setelah menundukkan tuan rumah PSS Sleman.
Laga final berlangsung sengit hingga babak adu penalti sebelum Garudayaksa FC memastikan diri mengangkat trofi juara kompetisi kasta kedua sepak bola Indonesia tersebut.
Selain perebutan gelar juara, kompetisi musim ini juga menghadirkan persaingan ketat dalam perebutan penghargaan individu maupun tim terbaik sepanjang musim.
Operator kompetisi, ILeague, turut menyerahkan sejumlah penghargaan prestisius kepada pemain, pelatih, dan tim yang tampil menonjol selama gelaran Pegadaian Championship 2025/2026.
Sementara itu, posisi ketiga kompetisi diraih Adhyaksa FC Banten, sedangkan Persipura Jayapura harus puas finis di posisi keempat setelah menjalani pertandingan perebutan tempat sehari sebelumnya di Stadion Lukas Enembe.
Salah satu penghargaan paling bergengsi musim ini adalah kategori Pemain Terbaik yang akhirnya jatuh kepada striker andalan PSS Sleman, Gustavo Tocantins.
Penyerang asal Brasil tersebut dinilai menjadi motor utama permainan PSS Sleman sepanjang musim.
Tidak hanya produktif dalam mencetak gol, Gustavo juga dianggap memiliki pengaruh besar dalam membangun ritme permainan tim serta memimpin rekan-rekannya di lapangan.
Sepanjang kompetisi, Gustavo Tocantins mencatatkan 24 gol dan 10 assist, angka yang menunjukkan kontribusi besarnya terhadap perjalanan PSS Sleman hingga menembus partai final.
Kemampuan pemain tersebut dalam membuka ruang, turun membantu permainan, serta tampil tenang pada momen-momen penting menjadi alasan utama dirinya dinobatkan sebagai pemain terbaik musim ini.
Sementara itu, penghargaan Pemain Muda Terbaik diberikan kepada penjaga gawang FC Bekasi City, Ikram Al Giffari.
Di usia muda, Ikram tampil konsisten dan menunjukkan ketenangan luar biasa di bawah mistar gawang.
Kiper muda tersebut sukses menggagalkan 85 persen dari total 98 tembakan tepat sasaran yang mengarah ke gawangnya sepanjang musim.
Penampilan impresif Ikram, termasuk saat membantu FC Bekasi City menang 1-0 atas Persiraja Banda Aceh, membuat dirinya dinilai layak menjadi pemain muda terbaik di kompetisi musim ini.
Kontribusi penyelamatan yang dilakukannya juga berpengaruh besar terhadap raihan poin FC Bekasi City di papan atas klasemen.
Di sektor kepelatihan, penghargaan Pelatih Terbaik diberikan kepada juru taktik Adhyaksa FC Banten, Ade Suhendra.
Ade Suhendra dianggap berhasil membawa Adhyaksa FC tampil konsisten sepanjang musim meski pada awal kompetisi tidak banyak diperhitungkan sebagai kandidat kuat penghuni papan atas.
Di bawah arahannya, Adhyaksa FC mampu menunjukkan performa stabil hingga akhirnya berhasil meraih tiket promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan.
Sementara itu, gelar Pencetak Gol Terbanyak atau top skor musim ini jatuh kepada striker Adhyaksa FC Banten, Adilson Silva.
Penyerang asal Portugal dengan tinggi badan 191 sentimeter tersebut tampil sangat tajam sepanjang kompetisi.
Adilson Silva mencetak 26 gol dari total 27 pertandingan yang dijalaninya bersama Adhyaksa FC Banten musim ini.
Jumlah tersebut membuatnya menjadi predator paling mematikan di arena Pegadaian Championship 2025/2026.
Kontribusi Adilson juga sangat besar karena hampir 40 persen gol Adhyaksa FC musim ini berasal dari dirinya.
Selain penghargaan individu, operator kompetisi juga memberikan penghargaan Fair Play kepada tim yang dinilai paling menjunjung tinggi sportivitas sepanjang musim.
Penghargaan tersebut diraih Persipura Jayapura setelah hanya mencatat 50 kartu kuning dan tiga kartu merah sepanjang kompetisi berlangsung.
Capaian itu menjadikan Persipura sebagai tim dengan catatan disiplin terbaik di Pegadaian Championship 2025/2026.
Berakhirnya Pegadaian Championship musim ini sekaligus menutup perjalanan panjang kompetisi yang dipenuhi persaingan ketat, drama pertandingan, hingga lahirnya sejumlah pemain dan pelatih yang tampil menonjol sepanjang musim. (*)
















