Sumbardaily.com, Padang – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Balai Besar Wilayah I mengeluarkan peringatan dini cuaca dan iklim untuk Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) pada periode Dasarian II Desember 2025.
Dalam peringatan tersebut, Kota Padang masuk dalam wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat dalam beberapa hari ke depan, sehingga meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi.
Peringatan dini tersebut tertuang dalam surat resmi BMKG Balai Besar Wilayah I bernomor e.B/ME.02.03/1197/KBBI/XII/2025. Dalam dokumen itu dijelaskan bahwa hingga Dasarian I Desember 2025, seluruh zona musim di Sumbar telah memasuki musim hujan.
Kondisi tersebut membuat sejumlah daerah perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.
Berdasarkan lampiran peringatan BMKG, pada periode 14 hingga 16 Desember 2025, Kota Padang termasuk wilayah yang berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.
Curah hujan tinggi dalam durasi yang relatif panjang dikhawatirkan dapat memicu terjadinya genangan, banjir, hingga bencana susulan lainnya.
Menanggapi peringatan dini dari BMKG tersebut, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.
Ia meminta warga agar tidak beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi.
“Warga Kota Padang diimbau untuk selalu waspada dan tidak beraktivitas di daerah aliran sungai karena kondisi cuaca di wilayah hulu masih berpotensi hujan,” ujar Hendri Zulviton, Senin (15/12/2025).
Imbauan tersebut disampaikan seiring dengan kejadian banjir yang kembali melanda Kota Padang akibat hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (14/12/2025).
Dua wilayah dilaporkan terdampak banjir, yakni Kelurahan Gurun Laweh di Kecamatan Nanggalo serta Batu Busuak, Kelurahan Lambung Bukik, Kecamatan Pauh. Akibat peristiwa tersebut, puluhan warga harus dievakuasi oleh tim gabungan ke lokasi yang lebih aman.
Padang Masuk Daftar Kota dengan Curah Hujan Tinggi
Tingginya potensi bencana di Kota Padang tidak terlepas dari karakteristik curah hujan wilayah tersebut. Berdasarkan data Statistik Indonesia 2025 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), Kota Padang tercatat berada di peringkat kedelapan kota dengan curah hujan tertinggi di Indonesia, dengan angka mencapai 4.760,1 milimeter per tahun.
“Berdasarkan data statistik, Kota Padang termasuk kota dengan curah hujan tinggi di tahun ini,” kata Hendri Zulviton.
Tingginya curah hujan tersebut menjadi salah satu faktor yang memicu terjadinya banjir bandang dan longsor di Kota Padang pada 28 November 2025 lalu. Selain data tahunan, pemantauan harian juga menunjukkan intensitas hujan yang cukup signifikan.
Berdasarkan data Pos Curah Hujan (PCH) Gunung Sarik, Kota Padang, rata-rata curah hujan harian dalam beberapa hari terakhir mencapai sekitar 199 milimeter per hari. Angka ini menunjukkan kondisi cuaca ekstrem yang perlu diantisipasi secara serius.
“Tentunya angka ini menjadi pengingat penting bagi kita semua,” ujar Hendri.
Ia kembali mengingatkan masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat terjadi. Warga diminta segera mengamankan diri apabila terjadi peningkatan debit air sungai atau genangan yang berpotensi berkembang menjadi banjir.
Selain Kota Padang, data BPS juga mencatat sejumlah daerah lain di Sumatera dengan curah hujan tinggi sepanjang 2025. Kabupaten Padang Pariaman menempati urutan kedua dengan curah hujan 5.745,7 milimeter per tahun.
Sementara itu, Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara berada di peringkat ketujuh dengan curah hujan 4.760,1 milimeter per tahun, disusul Kabupaten Nagan Raya di Aceh pada peringkat kesepuluh dengan 4.404,7 milimeter per tahun. (red)
















