Cerita Sapi Kurban Prabowo di Payakumbuh: Berbobot 1,2 Ton dan Hasil Inseminasi Buatan

Sumbardaily.com – Cerita menarik datang dari hewan kurban bantuan Presiden Prabowo Subianto, di Kota Payakumbuh dalam rangka Hari Raya Idul Adha 2026.

Sapi kurban berjenis Simental yang diserahkan kepada masyarakat tersebut tidak hanya mencuri perhatian karena memiliki bobot raksasa mencapai 1,2 ton, tetapi juga karena latar belakangnya yang istimewa.

Satwa bertubuh tambun ini merupakan produk unggulan lokal yang lahir dari program teknologi Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik di bawah binaan intensif pemerintah setempat.

Sapi kurban pilihan Presiden RI yang berusia empat tahun tersebut merupakan milik seorang peternak lokal bernama Abul Khair. Ia merupakan warga yang berdomisili di kawasan Ranah Kubu Gadang, Kelurahan Koto Kociak Kubu Tapak Rajo, Kecamatan Payakumbuh Utara.

Keberhasilan membesarkan sapi hingga mencapai bobot mega tersebut tidak terlepas dari penggunaan bibit sperma berkualitas yang dipasok langsung oleh Balai Inseminasi Buatan (BIB) Tuah Sakato, yang kemudian dikawal penuh melalui pendampingan teknis secara berkala oleh petugas Dinas Pertanian Kota Payakumbuh.

Prosesi penyembelihan hewan kurban Bantuan Kemasyarakatan (Banmas) Presiden Prabowo Subianto ini dilaksanakan secara khidmat di Masjid Al-Mutawahidah, Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara, pada Rabu (27/5/2026).

Momentum sakral ini dihadiri Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta, Wakil Wali Kota Elzadaswarman, serta Sekretaris Daerah Rida Ananda. Turut menyaksikan jalannya acara, jajaran unsur DPRD, para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh masyarakat, serta ratusan warga setempat yang antusias melihat langsung sapi raksasa tersebut.

Dalam sambutannya di lokasi acara, Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta menyampaikan apresiasi yang mendalam serta ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Presiden Prabowo Subianto atas alokasi bantuan hewan kurban yang luar biasa tersebut untuk masyarakat Kota Payakumbuh.

Zulmaeta mengungkapkan bahwa bantuan ini menjadi wujud nyata dari kepedulian yang tinggi sekaligus bentuk implementasi semangat berbagi dari Presiden kepada masyarakat luas, khususnya bagi warga Kota Payakumbuh yang benar-benar membutuhkan perhatian.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Kota Payakumbuh itu memberikan penekanan khusus terkait teknis pelaksanaan ibadah kurban di lapangan.

Zulmaeta mengingatkan kepada segenap panitia agar seluruh proses penyembelihan hewan kurban wajib dijalankan dengan bersandar penuh pada aturan syariat Islam yang berlaku, sekaligus tetap memperhatikan prinsip-prinsip kesejahteraan hewan.

Menurut Zulmaeta, tindakan menyembelih satwa kurban harus diaplikasikan dengan metode yang paling baik dan ihsan. Penggunaan bilah pisau yang tajam menjadi hal yang mutlak agar proses kematian hewan berlangsung cepat.

Selain itu, panitia harus mampu memastikan kondisi hewan tetap tenang sebelum dieksekusi, sesuai dengan apa yang telah dicontohkan dalam tuntunan syariat oleh Rasulullah SAW.

Faktor kebersihan lingkungan juga menjadi poin penting yang disorot oleh sang Wali Kota. Zulmaeta memberikan imbauan tegas kepada pihak panitia pelaksana maupun masyarakat yang hadir untuk senantiasa menjaga keasrian dan kebersihan area sekitar lokasi penyembelihan.

Dirinya melarang keras adanya tindakan membuang limbah sisa pemotongan secara sembarangan ke fasilitas umum, serta meminta warga untuk menghindari penumpukan massa atau kerumunan yang berlebihan di satu titik.

Zulmaeta menambahkan bahwa nilai gotong royong yang berpadu dengan ketertiban umum merupakan bagian krusial yang tidak boleh dipisahkan dari esensi ibadah kurban itu sendiri.

Mengakhiri penyampaiannya, atas nama pribadi, institusi keluarga, dan jajaran Pemerintah Kota Payakumbuh, Zulmaeta menyampaikan ucapan selamat merayakan Hari Raya Iduladha disertai permohonan maaf lahir dan batin kepada seluruh lapisan elemen masyarakat di Kota Payakumbuh.

​Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh, Nila Misna, menjabarkan dinamika perkembangan program Banmas Presiden ini dari tahun ke tahun.

Berdasarkan pemaparannya, program pendistribusian hewan kurban dari pihak istana sebenarnya sudah mulai diinisiasi sejak era kepemimpinan Joko Widodo. Hanya saja, pada periode tersebut skema bantuan masih memiliki keterbatasan kuota, di mana setiap provinsi di Indonesia hanya dialokasikan mendapatkan satu ekor sapi kurban saja.

Nila Misna mengonfirmasi adanya perubahan kebijakan yang signifikan sejak tahun 2025 di bawah kendali pemerintahan Prabowo Subianto. Kebijakan jangkauan bantuan diperluas secara masif, tidak lagi hanya menyasar level provinsi, melainkan sudah melebar hingga menjangkau seluruh tingkatan kabupaten dan kota di wilayah NKRI.

Berkat regulasi baru ini, wilayah Kota Payakumbuh sudah berhasil mencatatkan rekam jejak menerima bantuan tersebut selama dua tahun secara berturut-turut.

Pihak Dinas Pertanian membeberkan catatan kilas balik pada tahun 2025 yang lalu, di mana hewan kurban serupa dari Presiden dipotong di kawasan Mushalla Nurul Iman yang berlokasi di Kelurahan Balai Panjang, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Nila Misna memperjelas bahwa penetapan sapi milik Abul Khair untuk tahun 2026 ini telah melewati serangkaian fase kurasi dan seleksi yang sangat ketat dari tim ahli.

Beberapa indikator utama yang menjadi parameter penilaian meliputi aspek status kesehatan hewan, pemenuhan syarat kecukupan umur menurut hukum fikih, hingga pengukuran detail mengenai bobot riil dari fisik hewan tersebut sebelum akhirnya dinyatakan layak menjadi bantuan Presiden.

Terkait jalannya kegiatan pada hari pelaksanaan, seluruh rangkaian operasional sudah bergulir sejak waktu selepas Salat Subuh. Petugas dari Dinas Pertanian mengawal langsung pergerakan mobilisasi sapi raksasa tersebut dari area kandang asal menuju ke halaman Masjid Al-Mutawahidah.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyerahan dokumen dan hewan secara simbolis dari Wali Kota kepada pengurus masjid setempat.

Eksekusi penyembelihan sapi Simental hasil inseminasi buatan ini dipercayakan kepada Juru Sembelih Halal (Juleha) profesional, Dt. Lelo, yang dalam tugasnya didampingi secara langsung oleh Ustaz Hannan Putra demi memastikan keabsahan aspek syar'i selama prosesi pemotongan.

Guna memberikan jaminan proteksi kesehatan yang maksimal bagi konsumen, tim pemeriksa post mortem independen yang berada di bawah komando drh. Surya langsung bergerak cepat melakukan pembedahan dan pemeriksaan organ dalam hewan sesaat setelah proses pemotongan rampung.

Langkah ini krusial untuk menjamin kualitas daging yang dihasilkan benar-benar berada dalam kondisi aman, sehat, utuh, dan higienis. Seluruh paket daging kurban dari Presiden RI ini selanjutnya didistribusikan secara merata kepada kelompok masyarakat yang berhak dan membutuhkan di sekitar zonasi lokasi pelaksanaan. (*)

Baca Juga

Pemko Payakumbuh Proyeksikan Belanja Rp821,58 Miliar untuk Pendidikan, UMKM dan Infrastruktur
Pemko Payakumbuh Proyeksikan Belanja Rp821,58 Miliar untuk Pendidikan, UMKM dan Infrastruktur
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Payakumbuh Local Brand 2026 Satukan UMKM, Desainer, dan Komunitas Kreatif
Payakumbuh Local Brand 2026 Satukan UMKM, Desainer, dan Komunitas Kreatif
Organisasi Pers Desak Prabowo Minta Maaf usai Sebut Wartawan 'Londo Ireng'
Organisasi Pers Desak Prabowo Minta Maaf usai Sebut Wartawan 'Londo Ireng'
Realisasi TKD Rp116,97 Miliar Dipercepat, Payakumbuh Fokus Mitigasi dan Infrastruktur
Realisasi TKD Rp116,97 Miliar Dipercepat, Payakumbuh Fokus Mitigasi dan Infrastruktur
Tiga Terduga Pelaku Narkotika Ditangkap di Payakumbuh, Polisi Amankan 40 Paket Sabu
Tiga Terduga Pelaku Narkotika Ditangkap di Payakumbuh, Polisi Amankan 40 Paket Sabu