Sumbardaily.com, Padang – Infeksi saluran kemih merupakan masalah kesehatan yang kerap ditemui di fasilitas pelayanan medis. Kondisi ini terjadi ketika mikroorganisme, terutama bakteri, menginfeksi organ dalam sistem kemih, seperti ginjal, ureter, kandung kemih, atau uretra. Jika tidak ditangani dengan tepat, infeksi ini bisa berkembang menjadi gangguan yang lebih serius.
Dokter Spesialis Bedah Urologi dari Semen Padang Hospital, dr. Bayu Gemilang, menjelaskan bahwa penyebab utama infeksi saluran kemih adalah masuknya bakteri ke saluran kemih melalui uretra, yang kemudian berkembang biak di kandung kemih. Apabila tidak segera diatasi, infeksi ini dapat menyebar ke saluran kemih bagian atas seperti ureter dan ginjal.
"Selain infeksi bakteri, infeksi saluran kemih juga dapat dipicu oleh adanya batu di saluran kemih. Batu tersebut bisa menghambat aliran urine atau menyebabkan iritasi, menciptakan kondisi yang mendukung pertumbuhan bakteri," ungkap Bayu pada Kamis (26/6/2025).
Ia menambahkan, gejala infeksi saluran kemih kerap ditandai dengan rasa sakit saat buang air kecil, peningkatan frekuensi berkemih dengan volume yang sedikit, sensasi panas atau terbakar di area genital, urine keruh dan kadang bercampur darah, serta munculnya demam disertai menggigil.
Menurutnya, perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi saluran kemih karena anatomi uretra yang lebih pendek, yakni sekitar 4 cm. Namun demikian, infeksi ini dapat dialami oleh siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa.
Untuk mencegah infeksi saluran kemih, Bayu menyarankan masyarakat agar menjaga kebersihan area genital, mencukupi kebutuhan cairan harian dengan minum minimal delapan gelas air per hari, menjalani pola makan bergizi seimbang, dan rutin berolahraga.
"Upaya mengatasi penyebab sumbatan saluran kemih seperti batu ginjal juga sangat penting dalam pencegahan infeksi ini,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya tindakan sunat atau sirkumsisi, terutama pada anak laki-laki yang sering mengalami infeksi saluran kemih berulang. Kebiasaan menahan buang air kecil sebaiknya dihindari, begitu pula dengan penggunaan pakaian dalam yang terlalu ketat karena dapat meningkatkan kelembapan di area genital.
Aktivitas seksual yang aman juga menjadi faktor pencegahan penting. "Pastikan untuk buang air kecil setelah berhubungan seksual agar bakteri tidak berkembang di uretra," imbuhnya.
Lebih lanjut, Bayu menyebutkan bahwa beberapa jenis makanan dan minuman dapat membantu menurunkan risiko infeksi saluran kemih, terutama bagi individu dengan riwayat infeksi berulang.
"Konsumsi cranberry dan probiotik terbukti memberikan efek perlindungan. Studi menunjukkan bahwa konsumsi cranberry dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih kambuhan hingga 26 persen pada perempuan sehat," jelasnya.
Meski efektivitasnya masih dikaji lebih lanjut dan rekomendasinya tergolong lemah dalam panduan klinis, cranberry tetap direkomendasikan sebagai bagian dari upaya preventif non-obat untuk kelompok berisiko.
Dengan pemahaman yang tepat serta penerapan gaya hidup sehat, infeksi saluran kemih dapat dicegah dan dikendalikan. Edukasi kepada masyarakat menjadi kunci dalam mengurangi beban penyakit ini di tengah masyarakat. (pooke)















