Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Asrama Haji Provinsi Sumatera Barat di Batang Anai. Upaya tersebut ditandai dengan audiensi Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, bersama Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Mochamad Irfan Yusuf, di Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati John Kenedy Azis menyerahkan Proposal Pengembangan Embarkasi Haji Sumatera Barat di Kabupaten Padang Pariaman. Proposal itu menjadi bentuk komitmen pemerintah daerah untuk mendukung peningkatan kualitas penyelenggaraan ibadah haji bagi masyarakat Sumatera Barat sekaligus wilayah sekitarnya.
Pembangunan Asrama Haji di Batang Anai dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Lokasinya berada sekitar 2,5 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), sehingga dinilai mampu mendukung kelancaran proses keberangkatan maupun kepulangan jamaah haji secara lebih efektif dibandingkan fasilitas yang digunakan saat ini.
Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman siap memberikan dukungan penuh agar pembangunan asrama haji tersebut segera diselesaikan.
"Pemkab Padang Pariaman berkomitmen memberikan dukungan penuh agar pembangunan Asrama Haji ini dapat segera dituntaskan. Kehadiran embarkasi yang representatif akan memberikan pelayanan yang lebih optimal kepada jamaah haji sekaligus menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Barat," ujar Bupati, dilansir resmi Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, fasilitas embarkasi haji yang digunakan saat ini memiliki sejumlah keterbatasan. Selain hanya berdiri di atas lahan sekitar tiga hektare, lokasinya juga berjarak sekitar 25 kilometer dari Bandara Internasional Minangkabau. Kondisi tersebut dinilai kurang ideal untuk mendukung mobilitas jamaah haji.
Sebaliknya, pembangunan Asrama Haji di Batang Anai telah dipersiapkan di atas lahan seluas 10 hektare. Luasan lahan tersebut dinilai memberikan peluang besar untuk mengembangkan kawasan embarkasi haji yang modern, terpadu, dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan haji di masa mendatang.
Keberadaan embarkasi haji di Batang Anai juga diproyeksikan tidak hanya melayani jamaah asal Sumatera Barat. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung pelayanan bagi calon jamaah haji dari Provinsi Jambi dan Bengkulu.
Kebutuhan terhadap penyelesaian pembangunan embarkasi juga dinilai semakin mendesak seiring meningkatnya jumlah calon jamaah haji setiap tahun. Di sisi lain, panjangnya daftar tunggu keberangkatan haji di Sumatera Barat menjadi salah satu alasan penting agar pembangunan infrastruktur tersebut segera dituntaskan.
Dalam proposal yang disampaikan kepada Menteri Haji dan Umrah RI, Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengusulkan dukungan anggaran pengembangan Embarkasi Haji Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2026 sebesar Rp250 miliar. Dukungan anggaran tersebut diharapkan mampu mempercepat penyelesaian pembangunan sehingga kawasan Asrama Haji dapat segera dimanfaatkan secara optimal.
Tidak hanya berfungsi sebagai lokasi transit jamaah haji, kawasan Asrama Haji Embarkasi Padang Pariaman juga dirancang menjadi pusat penyelenggaraan pelayanan haji, pendidikan, pelatihan, serta pengembangan berbagai kegiatan keislaman.
Ke depan, kawasan tersebut diharapkan berkembang sebagai ruang edukasi, pusat silaturahmi, sarana pertukaran informasi, sekaligus pusat pemberdayaan umat. Kehadirannya juga diproyeksikan memberikan dampak positif terhadap perkembangan sektor sosial, pendidikan, ekonomi, serta kehidupan keagamaan di Sumatera Barat.
Audiensi antara Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dengan Menteri Haji dan Umrah RI tersebut menjadi langkah konkret pemerintah daerah dalam memperjuangkan percepatan pembangunan Embarkasi Haji Sumatera Barat. Infrastruktur strategis itu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan ibadah haji sekaligus menjadi salah satu penunjang kemajuan daerah di masa depan. (*)
















