Sumbardaily.com – Lonjakan kendaraan selama libur Lebaran Idul Fitri 2026 membuat Kota Bukittinggi dipadati pengunjung setiap harinya.
Pemerintah Kota mencatat, rata-rata sebanyak 70 ribu kendaraan masuk ke kota wisata tersebut setiap hari, menjadikannya salah satu destinasi paling ramai selama momen libur panjang.
Tak hanya arus masuk, volume kendaraan yang keluar dari Bukittinggi juga tergolong tinggi. Dalam periode yang sama, tercatat sekitar 65.000 kendaraan meninggalkan kota setiap harinya.
Kondisi ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat, baik perantau yang pulang kampung maupun wisatawan yang berkunjung untuk menikmati suasana Idul Fitri.
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan bahwa selisih antara kendaraan masuk dan keluar menunjukkan adanya peningkatan jumlah orang yang menetap sementara di kota tersebut.
“Setiap hari sekitar 70.000 kendaraan masuk dan 65.000 keluar. Artinya, sekitar 5.000 kendaraan bermalam di Bukittinggi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (28/3/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi telah melakukan berbagai persiapan untuk menyambut lonjakan pengunjung selama libur Lebaran.
Langkah tersebut meliputi optimalisasi objek wisata, pengaturan lalu lintas guna mengantisipasi kemacetan, peningkatan keamanan, serta penyediaan fasilitas umum bagi masyarakat.
Sebelumnya, Dinas Perhubungan Sumatera Barat (Sumbar) telah memprediksi bahwa Bukittinggi akan menjadi salah satu pusat pergerakan pemudik dan wisatawan selama Lebaran 2026.
Prediksi tersebut kini terbukti dengan tingginya angka kendaraan yang keluar-masuk kota setiap hari.
Sementara itu, pihak kepolisian juga memperkirakan jumlah kendaraan yang masuk ke Bukittinggi selama periode mudik dan libur Idul Fitri akan mencapai angka yang lebih besar.
Kepala Satlantas Polresta Bukittinggi, M. Irsyad Fathurrachman, menyebutkan bahwa potensi kendaraan yang masuk bisa mencapai 100 ribu unit.
“Kami perkirakan sekitar 100 ribu kendaraan akan masuk ke Kota Bukittinggi pada Lebaran tahun ini,” kata Irsyad.
Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, pihak kepolisian telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Selain itu, sebanyak tujuh posko mudik juga didirikan di berbagai titik strategis, termasuk kawasan wisata yang menjadi pusat keramaian.
Langkah ini dilakukan guna memastikan arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran dapat berjalan dengan tertib dan lancar.
Mengingat Bukittinggi merupakan salah satu destinasi favorit masyarakat saat libur Idul Fitri, potensi kepadatan kendaraan diperkirakan akan terus terjadi.
Pihak kepolisian berharap, dengan adanya rekayasa lalu lintas dan dukungan fasilitas yang memadai, mobilitas masyarakat selama libur Lebaran di Bukittinggi dapat berlangsung dengan aman dan nyaman. (*)
















