Sumbardaily.com - Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memperkuat langkah percepatan penurunan dan pencegahan stunting dengan mendorong aksi nyata sampai ke tingkat jorong dan nagari.
Langkah ini menjadi perhatian karena persoalan stunting tidak hanya menyangkut pertumbuhan fisik anak, tetapi juga berkaitan dengan kualitas sumber daya manusia dan masa depan generasi di daerah tersebut.
Komitmen itu disampaikan Wakil Bupati Tanah Datar Ahmad Fadly yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting (TP3S) Kabupaten Tanah Datar saat memimpin Rapat Koordinasi TP3S di Aula Bappedalitbang Pagaruyung, Rabu (23/9/2026).
“Berbicara tentang stunting, kita tidak hanya berbicara tentang angka semata, tetapi menyangkut masa depan generasi Tanah Datar,” kata Ahmad Fadly.
Ia mengatakan pemerintah daerah telah menjalankan berbagai program untuk mencegah sekaligus menekan angka stunting. Namun, pelaksanaan program tersebut dinilai perlu diperkuat dengan tindakan nyata di lapangan agar upaya yang sudah disusun dapat berjalan secara efektif.
Dalam rakor tersebut, Ahmad Fadly meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama para camat menyampaikan program yang telah dilakukan serta rencana kegiatan berikutnya. Paparan itu juga mencakup strategi yang akan diterapkan masing-masing wilayah untuk mempercepat penurunan stunting.
“Saya minta kepada semua OPD terkait dan camat untuk memaparkan apa yang telah dan yang akan dilakukan terkait TP3S, termasuk strategi yang dilakukan ke depannya,” tegasnya.
Selain pelaksanaan program, koordinasi lintas tingkatan juga menjadi perhatian. Ahmad Fadly meminta seluruh unsur TP3S, mulai dari jorong, nagari, kecamatan hingga tingkat kabupaten, memperkuat koordinasi agar penanganan stunting dapat dilakukan lebih cepat.
Ia juga menekankan pentingnya monitoring dan evaluasi secara berkelanjutan. Audit kasus stunting serta peningkatan edukasi kepada masyarakat melalui sosialisasi dinas terkait juga diminta terus dilakukan.
“Terus lakukan monitoring, evaluasi dan audit kasus stunting serta melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kesadaran melalui sosialisasi dinas terkait. Dengan begitu, upaya penurunan stunting bisa menjadi gerakan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Staf Ahli TP PKK Tanah Datar Ny. Dwinanda Ahmad Fadly menyoroti pentingnya kerja bersama antar-OPD dalam menjalankan program percepatan penurunan stunting. Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah perlu menjalankan peran berdasarkan tugas dan program masing-masing sehingga penanganan tidak dilakukan secara terpisah.
“Mari bersama-sama saling bersinergi antar-OPD terkait, di antaranya TP PKK bersama Dinas Kesehatan melalui Posyandu untuk mengecek balita, melakukan sosialisasi sekaligus melihat perkembangan balita,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut juga membahas rencana kerja sama antara TP3S Kabupaten Tanah Datar dengan Universitas Negeri Andalas Padang dalam waktu dekat. Kerja sama itu diarahkan untuk mendukung penanganan sekaligus mempercepat upaya penurunan stunting di Tanah Datar.
Rakor TP3S tersebut turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Jasrinaldi, pimpinan OPD, para camat, serta sejumlah unsur terkait lainnya. (*)
















