Sumbardaily.com – Antusiasme masyarakat terhadap ajang olahraga lari Blue Ocean Minang (BOM) Run 2026 menunjukkan lonjakan signifikan sejak resmi diluncurkan. Dalam waktu hanya sepekan sejak grand launching pada Minggu (12/4/2026), jumlah pendaftar telah mencapai 1.382 peserta, menandai tingginya minat publik terhadap event tersebut.
Peluncuran yang berlangsung di Gedung Youth Centre Padang itu sekaligus membuka program pendaftaran super early bird. Program ini ditutup pada Minggu (19/4/2026) pukul 23.59 WIB dengan capaian yang melampaui ekspektasi panitia.
Ketua Pelaksana BOM Run 2026, Revdi Iwan Syahputra, menyebut lonjakan peserta dalam waktu singkat menjadi indikator kuat bahwa ajang ini mendapat respons positif dari masyarakat luas.
“Jumlah pendaftar dalam sepekan ini di luar perkiraan awal. Angka yang sudah menembus lebih dari seribu peserta menunjukkan tingginya kepercayaan dan antusiasme publik terhadap BOM Run,” ujar Revdi, Senin (20/4/2026).
Grand launching BOM Run 2026 sendiri berlangsung meriah dengan kehadiran Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang secara simbolis melepas para pelari dan menyambut mereka kembali di garis finis. Kegiatan tersebut turut dibuka oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Corry Saidan, yang hadir mewakili Wali Kota Padang.
Dalam sambutannya, ditegaskan bahwa BOM Run 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2026 bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kota Padang, ditargetkan mampu menarik lebih dari 10.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Event ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga berperan sebagai penggerak sektor pariwisata. Kehadiran ribuan pelari diproyeksikan menciptakan atmosfer besar di Kota Padang sekaligus memperkuat posisinya sebagai destinasi sport tourism.
Dari sisi kepanitiaan, BOM Run 2026 didukung oleh tim yang solid. Selain Revdi Iwan Syahputra sebagai ketua pelaksana, terdapat Sri Hayati sebagai wakil ketua dan Zulhendri Togo sebagai sekretaris. Struktur ini juga diperkuat oleh Adril Syukri, Adek Mona, Cindy Andriyani di bagian sekretariat, Gina Septivani sebagai bendahara, serta Benny Asril.
Data pendaftaran menunjukkan kategori Umum 5K menjadi yang paling diminati dengan 453 peserta. Disusul kategori Umum 21K sebanyak 329 peserta dan Umum 10K sebanyak 299 peserta. Selain itu, kategori lain seperti Pelajar 5K, Master 21K, Kids 2K, hingga Lansia 1K juga mencatat partisipasi yang cukup signifikan.
Strategi promosi berbasis komunitas melalui sistem referral juga memberikan kontribusi besar. Tercatat sebanyak 357 tiket berhasil terjual melalui 33 agen, memperlihatkan efektivitas pendekatan tersebut dalam menjangkau calon peserta.
Memasuki tahap berikutnya, pendaftaran kini berlanjut ke fase early bird yang dimulai pada Senin (20/4/2026) pukul 00.01 WIB hingga 30 April 2026. Pada periode ini, peserta masih mendapatkan potongan harga sebesar Rp50 ribu.
Revdi menegaskan bahwa BOM Run 2026 tidak sekadar menjadi ajang olahraga semata, tetapi juga dirancang sebagai penggerak ekonomi kreatif. Keterlibatan pelaku UMKM lokal dengan produk kuliner dan cenderamata khas Minangkabau menjadi bagian penting dalam konsep penyelenggaraan.
Sementara itu, Ketua Umum PB Ikasmantri, Rahyussalim, menyebut BOM Run sebagai bentuk gerakan kolektif yang melibatkan peran alumni dalam memajukan daerah.
“BOM Run bukan sekadar lomba lari, tetapi energi besar dari perantau dan urang awak untuk membawa nama Kota Padang ke tingkat nasional bahkan internasional,” ujarnya.
Dengan capaian awal yang eksplosif dan target ambisius mencapai 10.000 peserta, BOM Run 2026 kini memasuki fase krusial dalam perjalanannya. Event ini berpeluang besar menjadi salah satu agenda sport tourism terbesar di Sumatera Barat. (*)
















