Blak-Blakan Dejan Antonic Usai Semen Padang FC Kalah dari Persis Solo: Saya Malu

Blak-Blakan Dejan Antonic Usai Semen Padang FC Kalah dari Persis Solo: Saya Malu

Semen Padang FC tumbang 2-3 dari Persis Solo pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026). Dua penalti tuan rumah gagal dieksekusi dalam laga tersebut. (Foto: MO Semen Padang FC)

Sumbardaily.com, Padang – Kekalahan dramatis kembali menghantui Semen Padang FC pada penutup putaran pertama BRI Super League 2025/2026. Bermain di hadapan pendukung sendiri, Kabau Sirah tumbang 2-3 dari Persis Solo dalam laga yang digelar di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (11/1/2026).

Hasil ini memperpanjang catatan negatif tuan rumah yang gagal memaksimalkan sejumlah peluang krusial, termasuk dua eksekusi penalti.

Alih-alih mengamankan poin penting, kekalahan tersebut justru membuat Semen Padang FC semakin terpuruk di papan bawah klasemen. Tim asuhan Dejan Antonic menutup putaran pertama dengan posisi ke-17, satu tingkat di atas dasar klasemen, sekaligus belum mampu keluar dari zona degradasi BRI Super League 2025/2026.

Pertandingan berjalan dengan tensi tinggi sejak awal laga. Semen Padang FC tampil cukup dominan di babak pertama dan memiliki peluang emas untuk mencetak gol. Namun, kesempatan tersebut gagal dikonversi menjadi gol setelah penalti pertama yang diperoleh tuan rumah tidak membuahkan hasil. Penalti kedua yang didapatkan pada fase berikutnya pun kembali gagal dimanfaatkan.

Pelatih Kepala Semen Padang FC, Dejan Antonic, tidak menutupi kekecewaannya usai laga. Ia menyebut hasil pertandingan tersebut sebagai sesuatu yang memalukan dan tidak mencerminkan perjuangan yang seharusnya ditunjukkan timnya, terutama ketika bermain di kandang sendiri.

“Saya pribadi ya, saya kecewa banget itu karena hasil seperti yang ini, kita semua harus malu untuk pertandingan ini,” ujar Dejan Antonic dalam konferensi pers setelah pertandingan.

Dejan juga menyoroti penampilan timnya di babak kedua yang dinilai jauh dari kesepakatan yang telah dibangun di ruang ganti. Menurutnya, sejumlah keputusan pemain dilakukan secara individual dan berujung pada kesalahan fatal yang berkontribusi langsung terhadap kebobolan.

“Babak kedua kita tidak main seperti yang kita sudah deal di kamar ganti, berapa keputusan ada yang sendiri-sendiri dan dua gol yang kita salah individual dan sudah terlalu banyak sudah terlalu banyak,” katanya.

Kegagalan mengeksekusi dua penalti turut menjadi sorotan utama. Dejan menilai peluang tersebut seharusnya bisa menjadi momentum bagi Semen Padang FC untuk mengendalikan jalannya pertandingan. Namun, ketidakmampuan memanfaatkan kesempatan justru berbalik menjadi kerugian besar bagi tim.

“Dari babak pertama saya pikir kita ada dominasi, kita ada satu kesempatan masuk gol, penalti pertama tidak, untuk penalti kedua hampir dan tidak lagi,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kesalahan individu yang terjadi membuat timnya tidak pantas meraih kemenangan pada laga tersebut. “Tapi dua kesempatan dari steward di sana tapi kita gak bisa masuk gol, kedua fatal mistake individual dan kita we not deserve today menang,” tambahnya.

Lebih jauh, Dejan menyampaikan pernyataan tegas terkait komitmen pemain. Ia menekankan bahwa situasi tim saat ini sangat berat dan membutuhkan pemain yang benar-benar memiliki hati untuk membela Semen Padang FC.

“Saya selalu bilang, kalau orang yang gak ada hati main untuk Semen Padang mungkin lebih bagus dia cari tim yang lain. Karena situasi kita parah sekali, situasi kita berat sekali dan kita harus cari pemain yang macan di sini, sulit sekali kalau seperti yang tadi,” tegasnya.

Menatap putaran kedua BRI Super League 2025/2026, Dejan memastikan evaluasi menyeluruh akan segera dilakukan. Ia menyebut perbaikan harus dilakukan secepat mungkin agar Semen Padang FC bisa memperbaiki posisi dan keluar dari tekanan zona degradasi.

“Besok kita harus ada evaluasi, besok kita harus bicara untuk semua yang kita sudah kerja dan kita harus perbaiki secepat yang ini kalau untuk putaran kedua,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Dejan kembali menyampaikan rasa malu dan permintaan maaf atas hasil yang diraih timnya. Ia menilai performa di babak kedua jauh dari harapan.

“Sekali lagi dari saya pribadi, saya malu dan saya minta maaf kalau orang lain terserah dari dia. Tapi saya gak liat tim saya babak kedua tadi bisa perform seperti ini,” katanya.

Sementara itu, pemain Semen Padang FC, Zidane Afandi, juga mengungkapkan kekecewaannya setelah timnya harus mengakui keunggulan Persis Solo dengan skor 2-3. Ia menyebut hasil tersebut bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh seluruh tim.

“Ya memang kita belum layak dengan hasil yang maksimal, jujur saya kecewa dan rekan-rekan kecewa, staff juga kecewa kami kecewa dengan hasil yang ini hasil ini bukan yang kita harapkan buat ini,” tutup Zidane. (red)

Baca Juga

Paul Komolafe Batal Direkrut, Semen Padang FC Beberkan Kronologi Lengkapnya
Paul Komolafe Batal Direkrut, Semen Padang FC Beberkan Kronologi Lengkapnya
Personel Satreskrim Polresta Padang menunjukkan tiga tersangka kasus pencurian lintas provinsi beserta barang bukti hasil dugaan pencurian.
Datang dari Medan, Satu Keluarga Diduga Terlibat Aksi Pencurian di Padang
Berani Jujur Hebat
Berani Jujur Hebat
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Talenta Muda Payakumbuh Rafi Rasyiq Gabung Tim Senior Persib Bandung, Kontrak 3 Tahun
Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Rp100,1 Triliun, Empat Program Prioritas Belum Disetujui
Anggaran Rehab-Rekon Sumatera Rp100,1 Triliun, Empat Program Prioritas Belum Disetujui
Berdiri Lebih Seabad, GPIB Jemaat Efrata Padang Simpan Warisan Toleransi di Ranah Minang
Berdiri Lebih Seabad, GPIB Jemaat Efrata Padang Simpan Warisan Toleransi di Ranah Minang