Bermain Air Berujung Petaka, Anak usia 3 Tahun Hanyut di Sungai Bandar Buat Padang

Bermain Air Berujung Petaka, Anak usia 3 Tahun Hanyut di Sungai Bandar Buat Padang

Tim SAR Gabungan mencari seorang bocah yang hanyut di Sungai Bandar Buat Padang. (Dok. Pusdalops PB)

Sumbardaily.com, Padang - Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang mengerahkan tim penyelamat untuk mencari seorang bocah berusia tiga tahun yang hanyut di Sungai Bandar Buat, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (7/4/2025) sore.

Berdasarkan laporan resmi Kantor SAR Kelas A Padang, bocah laki-laki bernama Alif Hafiz Rizki tersebut hanyut saat bermain di sungai sekitar pukul 16.00 WIB.

Kejadian bermula ketika korban sedang mandi-mandi di Sungai Bandar Buat, dan tiba-tiba debit air meningkat, lalu menyeret anak tersebut.

"Tim SAR Padang menerima informasi kejadian pada pukul 16.35 WIB melalui laporan dari Jefri, ketua KSB Banda Buek," kata Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik.

Lokasi kejadian, kata Abdul Malik, berada di koordinat 0°56'56.2"S 100°26'34.7"E, dengan jarak lurus sekitar 20,31 kilometer dari Kantor SAR Padang dan jarak tempuh darat 23,9 kilometer yang membutuhkan waktu sekitar 53 menit.

Menanggapi laporan tersebut, Kantor SAR Kelas A Padang langsung mengambil langkah cepat dengan melakukan precom (preliminary communication) dan excom (executive communication) bersama Polsek Lubuk Kilangan dan masyarakat setempat.

"Tim penyelamat yang terdiri dari tujuh personil bergerak ke lokasi pada pukul 16.55 WIB," katanya.

Dalam operasi pencarian ini, kata Abdul, tim SAR membekali diri dengan berbagai peralatan pendukung seperti Rescue Car Double Cabin, peralatan rafting, peralatan komunikasi, navigasi, dan medis.

"Selain itu, tim juga menggunakan teknologi canggih berupa Drone Thermal dan Aqua Eye untuk membantu proses pencarian di wilayah sungai," katanya.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam status pencarian. Pihak SAR terus melakukan koordinasi dengan Polsek Lubuk Kilangan dan masyarakat sekitar untuk memaksimalkan upaya pencarian.

"Kejadian ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak saat berada di dekat sungai atau badan air lainnya, terutama pada musim hujan dimana debit air dapat meningkat secara tiba-tiba," tuturnya.

Masyarakat yang memiliki informasi terkait keberadaan korban dapat menghubungi Kantor SAR Kelas A Padang melalui nomor telepon (0751) 484534, ponsel 0813-7700-0115 atau nomor darurat nasional 115. (red)

Baca Juga

Personel Tim SAR Gabungan melakukan debriefing setelah operasi pencarian warga yang hilang di Hutan Biologi Universitas Andalas resmi dihentikan.
Tim SAR Gabungan Tutup Operasi Pencarian Orang Hilang di Hutan Biologi Unand, Ini Alasannya
Pemancing Hilang di Sungai Batang Mangur Padang Pariaman Ditemukan Tewas, Operasi SAR Ditutup
Pemancing Hilang di Sungai Batang Mangur Padang Pariaman Ditemukan Tewas, Operasi SAR Ditutup
Tim SAR Gabungan bersama BPBD Kota Padang melakukan penyisiran di kawasan Hutan Biologi Universitas Andalas untuk mencari seorang warga yang dilaporkan hilang.
Seorang Warga Padang Dilaporkan Hilang usai Tinggalkan RS Unand
Personel Kantor SAR Padang mengikuti sesi pembelajaran dan simulasi pada hari pertama Latihan Pencarian dan Pertolongan Satuan Kecelakaan Kapal Tahun 2026 di Aula Lantai 2 Kantor SAR Padang.
40 Personel Kantor SAR Padang Ditempa Hadapi Kecelakaan Kapal
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Danau Singkarak, Tim SAR Langsung Evakuasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Danau Singkarak, Tim SAR Langsung Evakuasi
Tim SAR Gabungan mengevakuasi jenazah korban yang ditemukan mengapung di Danau Singkarak, Tanjung Mutiara, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat.
Tim SAR Gabungan Evakuasi Mayat Tanpa Identitas di Danau Singkarak