Berdiri Lebih Seabad, GPIB Jemaat Efrata Padang Simpan Warisan Toleransi di Ranah Minang

Berdiri Lebih Seabad, GPIB Jemaat Efrata Padang Simpan Warisan Toleransi di Ranah Minang

GPIB Jemaat Efrata Kota Padang menjadi salah satu saksi perjalanan panjang kehidupan toleransi beragama di Sumatera Barat. (Foto: Kemenag Sumbar)

Sumbardaily.com - GPIB Jemaat Efrata Padang menjadi salah satu saksi perjalanan panjang kehidupan toleransi beragama di Sumatera Barat.

Keberadaan gereja yang telah berdiri sejak masa kolonial itu menunjukkan bahwa kerukunan di tengah keberagaman telah tumbuh dan terpelihara selama lebih dari satu abad di Ranah Minang.

Informasi tersebut disampaikan narasumber laman resmi Kanwil Kemenag Sumbar dikutip Senin (27/7/2026). GPIB Jemaat Efrata yang berada di salah satu jalan utama Kota Padang disebut bukan hanya menjadi tempat ibadah umat Kristen Protestan, tetapi juga bagian dari sejarah kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi sikap saling menghormati.

Sekretaris PHMJ GPIB Jemaat Efrata Padang, Timotius Gugutintuhu Mutia, menjelaskan gereja tersebut berkembang di tengah masyarakat Minangkabau yang dikenal memiliki nilai adat dan religius yang kuat.

Meski demikian, menurutnya, perbedaan keyakinan tidak pernah menjadi penghalang dalam membangun hubungan yang harmonis antarmasyarakat.

"Sebagai salah satu gereja tertua di Kota Padang, GPIB Efrata hadir dan berkembang di lingkungan masyarakat Minangkabau yang dikenal kuat memegang nilai-nilai adat dan religius. Namun, perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang membangun hubungan yang harmonis," tutur Timotius Gugutintuhu Mutia, Sabtu (25/7/2026) di Kantor GPIB Jemaat Efrata Padang.

Ia mengatakan kehidupan masyarakat di Sumatera Barat selama ini berjalan berdampingan dengan penuh penghormatan terhadap setiap pemeluk agama. Setiap warga diberikan ruang untuk menjalankan ibadah sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing.

Menurut Timotius, praktik toleransi yang berkembang di Sumatera Barat bahkan telah berlangsung jauh sebelum masyarakat mengenal istilah Moderasi Beragama yang kini menjadi program pemerintah.

"sebelum masyarakat dikenalkan dengan istilah Moderasi Beragama, di Sumatera Barat telah terlebih dahulu merasakan indahnya toleransi beragama, sikap saling menghormati dan menjaga kerukunan, serta menyelesaikan persoalan melalui musyawarah telah menjadi bagian dari budaya masyarakat Minangkabau," ujarnya.

Ia menilai nilai-nilai tersebut telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Budaya saling menghargai dan mengedepankan musyawarah menjadi fondasi dalam menjaga hubungan antarsesama meski memiliki latar belakang kepercayaan yang berbeda.

Dalam perjalanan sejarahnya, GPIB Jemaat Efrata juga mengambil peran sebagai ruang yang mendorong lahirnya dialog, persaudaraan, serta kerja sama dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan.

Keberadaan gereja tersebut, lanjut Timotius, menunjukkan bahwa rumah ibadah tidak hanya berfungsi sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga menjadi wadah membangun hubungan sosial yang harmonis dengan masyarakat sekitar.

Semangat kebersamaan juga tampak dalam berbagai momentum keagamaan di Kota Padang. Menurutnya, masyarakat dari berbagai agama memperlihatkan budaya gotong royong dan saling menjaga keamanan ketika berlangsung perayaan hari-hari besar keagamaan di Sumatera Barat.

Ia menyebut kondisi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa kerukunan antarumat beragama bukanlah sesuatu yang baru dibangun, melainkan merupakan warisan yang telah diwariskan dari generasi ke generasi di Ranah Minang.

"Program Moderasi Beragama dikembangkan pemerintah upaya memperkuat, merawat, dan mengaktualisasikan nilai-nilai toleransi yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat," tutupnya. (*)

Baca Juga

Harga Emas Senin 28 September 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Jual dan Buyback
Harga Emas Senin 28 September 2026 Stabil, Ini Daftar Lengkap Jual dan Buyback
Santri Bisa Kirim Surat untuk Presiden, Kemenag Buka Sayembara hingga 2 Oktober
Santri Bisa Kirim Surat untuk Presiden, Kemenag Buka Sayembara hingga 2 Oktober
Bukan Sekadar Kemah, PPSN VI 2026 Bawa Misi Pendidikan Karakter Santri Sumbar
Bukan Sekadar Kemah, PPSN VI 2026 Bawa Misi Pendidikan Karakter Santri Sumbar
Wali Kota Padang Fadly Amran bersama owner Al Harris Umrah Harris Seswitra menggunting pita saat Grand Opening Al Harris Umrah, Oleh-oleh Umrah & Coffee.
Potensi Ekonomi Umrah di Padang Tembus Rp1 Triliun Lebih, Ini Hitung-hitungannya
Pembukaan Pertamina SMEXPO 2026 di Mall Living World Pekanbaru yang mempertemukan UMKM dengan pelaku usaha korporasi.
Pertamina SMEXPO 2026 Dimulai di Pekanbaru, UMKM Riau Dapat Akses Pasar Baru
32 Masjid di Agam Dukung Nagari Creative Hub, Masing-masing Dapat Rp15 Juta
32 Masjid di Agam Dukung Nagari Creative Hub, Masing-masing Dapat Rp15 Juta