Sumbardaily.com, Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam menyatakan dukungan penuh terhadap rencana strategis pembangunan Batalyon TNI di wilayah Lubuk Basung, Agam. Langkah awal diwujudkan melalui peninjauan sejumlah lokasi yang berpotensi dijadikan base camp sementara bagi ratusan personel TNI sebelum pembangunan markas permanen dimulai pada 2026.
Peninjauan dilakukan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0304/Agam, Letkol Inf Slamet Dwi Santoso, yang didampingi oleh Plt Asisten II Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Agam, Welfizar, pada Jumat (11/7/2025). Kunjungan ini menyasar beberapa lokasi strategis yang sedang dikaji untuk menampung sementara sekitar 800 personel TNI.
Sejumlah lokasi alternatif yang ditinjau meliputi GOR Rang Agam, Sport Center Bukik Bunian, GOR Buya Hamka di kawasan Pasa Duruian Manggopoh, serta Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Agam. Seluruh titik tersebut dinilai dari segi kelayakan fasilitas, kesiapan infrastruktur, dan aksesibilitas terhadap kebutuhan dasar para personel.
Persiapan Maksimal untuk Pangkalan SementaraLetkol Inf Slamet Dwi Santoso menegaskan pentingnya kesiapan lokasi penampungan sementara yang memadai demi menunjang kenyamanan dan efektivitas operasional personel sebelum markas permanen berdiri.
"Pembangunan batalyon ini adalah program jangka panjang yang strategis. Oleh karena itu, base camp sementara harus benar-benar siap dari segi fasilitas dan keamanan. Kami ingin memastikan bahwa para personel mendapatkan tempat tinggal yang layak selama masa transisi," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Agam atas sinergi dan sambutan hangat yang diberikan dalam mendukung persiapan pembangunan satuan baru TNI di daerah tersebut.
Pemerintah Daerah Siap Fasilitasi Penuh
Welfizar, yang hadir mewakili Bupati Agam, menyatakan bahwa Pemkab Agam akan memberikan dukungan maksimal sesuai kapasitas dan kewenangan yang dimiliki. Ia menilai keberadaan batalyon TNI di wilayah Agam akan membawa pengaruh besar terhadap penguatan keamanan serta akselerasi pembangunan daerah.
"Kami menyambut baik rencana pembangunan batalyon ini dan siap berkolaborasi dalam setiap tahapannya. Kehadiran satuan militer permanen di Lubuk Basung merupakan kehormatan dan sekaligus peluang besar bagi pengembangan wilayah," tuturnya.
Pemkab Agam menilai bahwa kolaborasi erat dengan TNI akan membuka potensi pengembangan sektor-sektor strategis lain, mulai dari infrastruktur, sosial-ekonomi, hingga pemberdayaan masyarakat melalui kedekatan dengan institusi pertahanan negara.
Dampak Positif bagi Keamanan dan Pengembangan Daerah
Pembangunan batalyon ini tidak hanya memperkuat sistem pertahanan nasional di wilayah barat Sumatera Barat (Sumbar) tetapi juga dinilai berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Keberadaan ratusan personel TNI beserta keluarganya akan menciptakan aktivitas sosial dan ekonomi baru yang turut menggerakkan roda pembangunan di Agam.
Rencana ini menjadi bagian dari visi jangka panjang untuk menghadirkan stabilitas keamanan yang kokoh di daerah, sekaligus menempatkan Agam sebagai salah satu simpul penting pertahanan darat di Sumbar. (red)
















