Sumbardaily.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kembali menjadikan fesyen sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif. Hal itu ditandai dengan dibukanya Padang Fashion Summit (PFS) 2026 di Hotel The ZHM Premiere, Minggu (9/8/2026).
Memasuki penyelenggaraan tahun kedua, Padang Fashion Summit 2026 menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357. Tahun ini, kegiatan tersebut hadir dengan skala yang lebih luas dan diarahkan tidak sekadar sebagai panggung pertunjukan busana, tetapi sebagai wadah untuk memperkuat ekosistem fesyen dan ekonomi kreatif di Kota Padang.
Padang Fashion Summit 2026 dibuka langsung oleh Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir. Mengangkat tema “Manaruko Rupo”, Padang Fashion Summit 2026 melibatkan 20 desainer dari dalam negeri dan tiga desainer mancanegara. Salah satu desainer internasional yang terlibat berasal dari Australia.
Perhelatan tersebut juga melibatkan 24 model. Dengan cakupan peserta yang lebih besar dibanding penyelenggaraan sebelumnya, Padang Fashion Summit 2026 memberikan ruang eksplorasi yang lebih luas bagi para perancang busana maupun model untuk menampilkan karya mereka.
Keterlibatan desainer dari mancanegara menjadi salah satu hal yang memperkuat posisi Padang Fashion Summit sebagai ruang pertemuan antara potensi lokal dan jejaring fashion internasional. Kehadiran mereka diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku fashion dan produk lokal untuk mendapatkan eksposur sekaligus memperluas jaringan.
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir mengatakan Padang Fashion Summit tidak seharusnya dipandang hanya sebagai acara peragaan busana. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki fungsi yang lebih luas sebagai ruang kreatif yang mempertemukan berbagai unsur dalam ekosistem ekonomi kreatif.
Padang Fashion Summit menjadi ruang yang menghubungkan desainer, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), generasi muda, sektor pendidikan, serta pelaku ekonomi kreatif. Kolaborasi antarelemen tersebut dinilai penting untuk membangun ekosistem fesyen yang dapat berkembang secara berkelanjutan di Kota Padang.
"Selain mempertemukan pelaku di dalam negeri, kehadiran desainer internasional juga dinilai memiliki manfaat strategis. Keterlibatan mereka dapat memperluas jejaring, meningkatkan eksposur produk lokal, sekaligus menciptakan peluang untuk membuka pasar baru," kata Maigus Nasir dikutip Senin (10/8/2026).
Dengan demikian, Padang Fashion Summit tidak hanya menjadi tempat untuk menampilkan karya busana. Event tersebut juga menjadi salah satu ruang bagi pengembangan potensi industri fashion dan ekonomi kreatif melalui pertemuan antara kreativitas, pelaku usaha, pendidikan, generasi muda, dan jejaring internasional.
Pemko Padang menyatakan kesiapan untuk terus memberikan dukungan terhadap kolaborasi lintas sektor agar Padang Fashion Summit dapat digelar secara konsisten. Dukungan tersebut diarahkan untuk menjaga keberlanjutan event sekaligus memperkuat perannya dalam pengembangan ekosistem fashion di Kota Padang.
Pemko Padang juga membuka peluang agar Padang Fashion Summit dapat berkembang menjadi ajang dengan kelas internasional pada masa mendatang. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui penguatan kolaborasi dan keterlibatan berbagai pihak dalam setiap penyelenggaraan.
Penyelenggaraan PFS 2026 dalam rangkaian HJK Padang ke-357 sekaligus memperlihatkan upaya Kota Padang dalam memberikan ruang bagi sektor ekonomi kreatif untuk terus berkembang. Dengan menghadirkan 20 desainer tanah air, tiga desainer mancanegara, termasuk dari Australia, serta 24 model, perhelatan tahun kedua ini menjadi salah satu ruang eksplorasi bagi karya fashion.
Melalui Padang Fashion Summit 2026, Pemko Padang mendorong agar sektor fashion tidak berhenti pada aspek pertunjukan, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang melibatkan pelaku usaha, generasi muda, pendidikan, desainer, dan sektor ekonomi kreatif secara lebih luas.
















