Sumbardaily.com, Padang - Hujan deras yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar) sejak Kamis (20/11/2025) malam mengakibatkan banjir di sejumlah wilayah.
Salah satu lokasi terdampak adalah Gang Babussalam I, Jalan DPR Ujung, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah.
Di titik tersebut, seorang ibu hamil bernama Safa Salsabila (27) terjebak di dalam rumah saat air terus meninggi dan akses evakuasi mandiri tidak memungkinkan.
Kepala Kantor SAR Padang / SAR Mission Coordinator (SMC) Padang, Abdul Malik, mengatakan informasi awal diterima dari seorang warga bernama Muhammad Farid melalui sambungan telepon, Jumat (21/11/2025) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Laporan tersebut menyebutkan adanya dua warga, termasuk seorang perempuan hamil yang membutuhkan evakuasi segera akibat banjir yang terus meningkat.
“Setelah menerima laporan, kami langsung menurunkan delapan personel lengkap dengan peralatan SAR air, perahu karet, serta perlengkapan medis,” kata Malik.
Ia menjelaskan, perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 20 menit dari Kantor SAR Padang. Tantangan terbesar adalah kondisi cuaca yang masih diguyur hujan lebat serta angin dengan kecepatan sekitar enam knot.
“Ketinggian air berkisar antara 1,2 hingga 1,5 meter sehingga prosedur evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati. Situasi di gang sempit membuat tim harus menyesuaikan manuver dengan ruang yang terbatas,” katanya.
Menurut Malik, keputusan melakukan evakuasi tidak bisa ditunda karena kondisi korban termasuk kelompok rentan. “Dengan mempertimbangkan keselamatan ibu dan bayi di kandungannya, proses evakuasi harus segera dilakukan,” ucapnya.
Upaya evakuasi turut melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang melalui petugas Tim Reaksi Cepat (TRC).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid KL) BPBD Kota Padang, Al Banna, mengatakan enam personelnya diterjunkan untuk mendukung operasi penyelamatan.
“Kami menerima informasi adanya warga hamil yang terjebak banjir dengan ketinggian air sekitar 1,2 meter. Karena itu, kami langsung bergerak bersama Basarnas,” ujarnya.
Al Banna menyebut genangan air meningkat cukup cepat akibat tingginya curah hujan. Dalam catatannya, satu keluarga dengan total dua jiwa terdampak langsung dalam kejadian tersebut.
“Kondisi air terus naik dan akses darat tidak bisa dilalui. Oleh karena itu, penggunaan perahu karet menjadi satu-satunya opsi,” katanya.
Proses evakuasi berjalan lancar, dan korban kini telah berada di lokasi aman bersama keluarga. Hingga saat ini, belum ada informasi mengenai estimasi kerugian dampak banjir tersebut.
BPBD mengingatkan warga tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, terutama bagi warga yang tinggal di kawasan rawan genangan. Call center darurat Padang Sigap 112 dan layanan aduan masyarakat telah disiagakan. (adl)
















