Sumbardaily.com - Ancaman banjir di kawasan permukiman menjadi perhatian dalam penanganan aliran sungai di Kota Padang. Sungai di Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo, kini dikeruk sebagai bagian dari upaya penanganan dan normalisasi aliran sungai.
Pengerjaan tersebut merupakan bantuan bencana dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V yang diusulkan Pemerintah Kota (Pemko) Padang. Proses pengerukan menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menangani kondisi aliran sungai sekaligus membantu mengurangi risiko dan dampak banjir terhadap masyarakat di sekitar lokasi.
Kegiatan pengerukan berlangsung di Banjir Kanal Kampung Lapai, Siteba, Kecamatan Nanggalo, Kamis (1/10/2026). Pemko Padang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terus melakukan koordinasi dengan BWS Sumatera V selama proses penanganan tersebut.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Malvi Hendri mengatakan, penanganan sungai di Kampung Lapai merupakan bagian dari usulan Pemko Padang yang kemudian diakomodasi oleh BWS Sumatera V. Selain Kampung Lapai Siteba, terdapat satu titik lain yang juga masuk dalam penanganan berdasarkan usulan Pemko Padang.
"Penanganan ini merupakan usulan kami yang diakomodir oleh BWS. Salah satu titik yang ditangani yaitu di kawasan Kampung Lapai Siteba dan juga di Banda Luruih Kuranji," katanya.
Lokasi lainnya berada di kawasan Banda Luruih, Kecamatan Kuranji. Dengan demikian, pengerukan dan penanganan aliran sungai tidak hanya dilakukan di wilayah Nanggalo, tetapi juga menyasar titik lain yang diusulkan Pemko Padang.
Pengerjaan pengerukan dan penanganan bantuan bencana tersebut telah dimulai sejak 14 September. Pekerjaan diperkirakan selesai pada akhir November.
Dukungan dari BWS Sumatera V menjadi bagian penting dalam penanganan aliran sungai di wilayah Kota Padang. Koordinasi antara Pemko Padang dan BWS terus dilakukan selama proses pengerjaan berlangsung.
"Prinsipnya kami di Pemko Padang terus berkoordinasi. Kami sebagai pihak daerah tentu sangat diuntungkan dan berterima kasih kepada BWS atas penanganan dan bantuan yang dialokasikan untuk Kota Padang ini," ujar Malvi Hendri.
Di tengah pengerjaan tersebut, warga sekitar menyambut baik langkah pengerukan sungai. Penanganan aliran sungai dinilai membantu masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir.
Salah seorang warga, Abdul Yardi menyampaikan apresiasinya terhadap pengerjaan yang dilakukan di kawasan tersebut. Menurutnya, pengerukan sungai memberikan arti penting bagi masyarakat yang selama ini menghadapi dampak banjir.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemko Padang dan pihak terkait atas pengerukan sungai ini," katanya.
Ia mengatakan penanganan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, terutama warga yang sebelumnya terdampak banjir.
"Penanganan ini sangat berarti bagi masyarakat yang sebelumnya terdampak banjir," ucap pria yang biasa disapa Edi tersebut.
Pengerukan sungai di Kampung Lapai menjadi bagian dari penanganan aliran sungai yang diusulkan Pemko Padang dan diakomodasi BWS Sumatera V. Dengan pengerjaan yang dimulai sejak pertengahan September dan ditargetkan rampung pada akhir November, penanganan tersebut diharapkan membantu mengurangi risiko serta dampak banjir bagi masyarakat di sekitar lokasi. (*)
















