Sumbardaily.com, Solok – Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), agar tetap waspada meski aktivitas kegempaan gunung api tersebut mulai menurun.
“Hingga kini, status Gunung Talang masih level I atau Normal. Dengan catatan, masyarakat di sekitar Gunung Talang dan pengunjung atau wisatawan tidak mendekati dan bermalam di sekitar kawah Talang, Kawah Selatan dan Kawah Utama dalam radius 500 meter," Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM, Muhammad Wafid dalam keterangan tertulis dikutip Sabtu (11/10/2025).
"Kemudian masyarakat di sekitar Talang dan pengunjung atau wisatawan mewaspadai potensi longsor di kawasan Kawah Selatan Gunung Talang,” tambahnya.
Wafid menjelaskan, imbauan tersebut dikeluarkan setelah tim Badan Geologi melakukan pemantauan terhadap aktivitas vulkanik Gunung Talang hingga pukul 15.00 WIB pada hari yang sama.
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa jumlah kegempaan menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya, sementara secara visual tidak ditemukan perubahan signifikan pada kondisi kawah.
Berdasarkan pantauan dari Pos Pengamatan Gunung Talang di Nagari Batu Bajanjang, asap putih dengan ketinggian antara 10 hingga 50 meter di atas puncak kawah masih teramati stabil.
Kondisi ini menandakan bahwa aktivitas permukaan gunung api masih dalam batas normal dan belum menunjukkan gejala peningkatan tekanan magma.
Meski demikian, Badan Geologi tetap meminta masyarakat dan wisatawan berhati-hati, khususnya di sekitar Kawah Selatan yang memiliki potensi rawan longsor. Struktur tanah di kawasan tersebut cukup labil dan mudah tergerus air hujan, sehingga bisa membahayakan apabila didekati terlalu dekat.
Selain itu, Wafid juga mengingatkan masyarakat untuk tidak termakan isu-isu yang belum diverifikasi dan hanya mengacu pada informasi resmi dari Badan Geologi.
Pemantauan terhadap aktivitas Gunung Talang, kata dia, terus dilakukan secara intensif oleh petugas lapangan menggunakan instrumen seismograf dan pengamatan visual harian.
“Kegempaan Gunung Talang pada umumnya didominasi oleh Gempa Tektonik Jauh. Pada tanggal 9 Oktober 2025 terekam Gempa Volcano-Tectonic (VT) sebanyak 28 kali kejadian, dan tercatat swarm atau rentetan Gempa VT dari pukul 23:01 hingga 23:04 WIB sebanyak 14 kali,” ujarnya.
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas kegempaan di Gunung Talang masih berada dalam rentang yang dapat ditoleransi. Namun, pihaknya menekankan bahwa pemantauan dan evaluasi status tetap dilakukan secara berkala, terutama jika terdapat perubahan mendadak baik secara visual maupun seismik.
“Tingkat aktivitas Gunung Talang akan segera ditinjau kembali apabila terjadi perubahan visual atau kegempaan yang signifikan,” kata Wafid menegaskan.
Gunung Talang dikenal sebagai salah satu gunung api paling aktif di Sumbar. Gunung ini memiliki dua kerucut utama, yaitu Talang Jantan di bagian timur dan Talang Betina di bagian barat, yang membentuk kompleks gunung api aktif di wilayah Solok. (red)















