Sumbardaily.com – Kabar mengejutkan datang dari dunia perfilman Tanah Air. Rumah produksi Falcon Pictures secara resmi mengumumkan proyek dua film terbaru berjudul “Dilan ITB 1997” dan “Dilan Amsterdam”, dengan sosok yang tak terduga sebagai pemeran utamanya.
Adalah Nazriel Irham, atau lebih dikenal sebagai Ariel NOAH, yang dipercaya untuk memerankan karakter legendaris Dilan. Keputusan ini sontak mengundang perhatian luas dari publik dan pecinta film Indonesia.
Falcon Pictures Pastikan Proyek Besar Dilan Versi Baru
Produser Falcon Pictures, Frederica, membenarkan bahwa proses syuting dua film tersebut akan dimulai pada Desember 2025 dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada tahun berikutnya. Ia memastikan proyek ini akan menjadi salah satu produksi besar Falcon di tahun mendatang.
“Syuting akan dimulai akhir tahun ini, dan kami menargetkan penayangan pada 2026,” ujar Frederica.
Film ini akan kembali digarap oleh Fajar Bustomi, sutradara yang sebelumnya sukses mengarahkan trilogi “Dilan 1990”, “Dilan 1991”, dan “Milea: Suara dari Dilan”. Sementara naskahnya ditulis langsung oleh Pidi Baiq, penulis novel Dilan yang sekaligus pencipta karakter ikonik tersebut.
Pidi Baiq: Ariel NOAH Adalah Dilan yang Tepat
Dalam wawancara dengan Liputan6.com, Kamis (6/11/2025), Pidi Baiq menjelaskan alasan di balik pemilihan Ariel sebagai pemeran utama. Ia mengaku memilih dengan hati-hati, sama seperti ketika dulu menunjuk Iqbaal Ramadhan untuk memerankan Dilan di film pertamanya.
“Setiap kali saya memikirkan karakter Dilan, nama Ariel selalu muncul,” ujarnya. “Dulu ada yang bertanya, kenapa pemeran Dilan diganti-ganti? Saya jawab saja, Batman juga berganti pemain.”
Pidi menambahkan bahwa dirinya langsung menghubungi Ariel setelah nama tersebut muncul dalam benaknya. “Saya setuju seratus persen, bahkan sejuta persen, bahwa Ariel adalah Dilan yang tepat untuk proyek ini,” katanya.
Jejak Dilan di Layar Lebar: Dari Iqbaal hingga Adhiyat
Sebelum Ariel NOAH, karakter Dilan sudah diperankan oleh beberapa aktor ternama. Iqbaal Ramadhan pertama kali memerankan Dilan dalam trilogi “Dilan 1990”, “Dilan 1991”, dan “Milea: Suara dari Dilan”, yang semuanya sukses besar di box office nasional.
Peran itu kemudian diteruskan oleh Arbani Yasiz dalam film “Ancika: Dia yang Bersamaku 1995”, dan terakhir oleh Muhammad Adhiyat, pemeran utama dalam “Pengabdi Setan”, yang tampil sebagai Dilan di “Dilan 1983: Wo Ai Ni”.
“Spider-Man juga berganti pemain, yang penting adalah ceritanya,” kata Pidi Baiq menegaskan filosofi di balik pergantian aktor ini.
Ariel NOAH: Proyek Kelas Kakap yang Menantang
Bagi Ariel NOAH, tawaran untuk memerankan Dilan merupakan pengalaman baru yang tidak pernah ia duga. Vokalis band NOAH itu mengaku sempat kaget ketika menerima panggilan telepon langsung dari Pidi Baiq.
“Wah, ini proyek kelas kakap! Karakter Dilan itu sudah sangat kuat, jadi keputusan ini tidak bisa diambil dengan cepat. Kami benar-benar memikirkannya matang-matang,” ungkap Ariel.
Ia juga menambahkan bahwa dirinya sudah dua tahun tidak aktif bermusik dan ingin mencoba hal baru dalam hidupnya. “Saya ingin mengeksplorasi hal lain, termasuk dunia film. Ini tantangan baru bagi saya,” ujarnya.
Meski belum terungkap siapa aktris yang akan menjadi lawan main Ariel, Frederica memastikan bahwa tim produksi akan mengumumkannya dalam waktu dekat. “Nanti ya, kami akan umumkan,” katanya singkat.
Film dengan Ekspektasi Tinggi
Dengan keterlibatan nama-nama besar seperti Pidi Baiq, Fajar Bustomi, dan Ariel NOAH, proyek “Dilan ITB 1997” dan “Dilan Amsterdam” disebut-sebut akan menjadi salah satu film paling dinantikan tahun depan. Publik menantikan bagaimana sosok Ariel akan menghidupkan karakter Dilan yang telah melekat kuat di benak generasi muda Indonesia.
Film ini juga menandai kolaborasi besar antara dunia musik dan perfilman Indonesia, menghadirkan perpaduan antara nostalgia dan pembaruan dalam semesta Dilan yang terus berevolusi. (*)
















