Sumbardaily.com, Padang - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang sedang menangani kejadian pohon tumbang yang menimpa rumah warga di kawasan Berok Rakik, Kelurahan Kurao Pagang, Kecamatan Nanggalo, Kamis (15/5/2025).
Kejadian yang disebabkan oleh angin kencang ini mengakibatkan kerusakan rumah hingga 50 persen dengan estimasi kerugian mencapai Rp15 juta.
"Pohon jenis rumbio dengan tinggi sekitar 20 meter dan diameter 80 sentimeter tumbang menimpa rumah milik Deswati (52), seorang ibu rumah tangga yang berdomisili di RT 03 RW 03, Jalan Berok Rakik, Perumahan Duta Pratama Blok B Nomor 1," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton.
Hendri mengatakan, peristiwa yang terjadi sekitar pukul 16.05 WIB ini tidak hanya merusak struktur rumah, tetapi juga menimpa jaringan kabel listrik, kabel wifi, serta menghalangi akses jalan di sekitar lokasi kejadian.
"Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut," katanya.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kota Padang, katanya, telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Informasi terakhir, proses penanganan pohon tumbang masih berlangsung di lokasi kejadian.
"Tim kami masih melakukan penanganan di lapangan. Kami berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan PLN untuk memastikan situasi segera bisa ditangani dengan baik," katanya.
Dalam penanganan kejadian ini, BPBD Kota Padang bekerja sama dengan pihak Kelurahan Kurao Pagang dan PLN untuk memulihkan kondisi di lokasi kejadian, terutama untuk mengatasi gangguan jaringan listrik yang terputus.
BPBD Kota Padang mengimbau masyarakat untuk terus waspada terhadap potensi bahaya serupa, terutama saat kondisi cuaca buruk disertai angin kencang.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi nomor pengaduan BPBD Kota Padang di (0751) 778775 atau melalui WhatsApp di 0858-9152-2181.
Kejadian pohon tumbang merupakan salah satu bencana yang kerap terjadi di Kota Padang saat musim penghujan dengan intensitas angin kencang.
"BPBD Kota Padang terus melakukan upaya mitigasi dan penanganan cepat untuk meminimalisir dampak bencana serupa di masa mendatang," imbuhnya. (red)















