Sumbardaily.com – Proyek rekonstruksi total GOR Haji Agus Salim Padang memasuki fase krusial. Setelah melalui proses panjang koordinasi dengan pemerintah pusat hingga penganggaran melalui APBN, pembangunan stadion kebanggaan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) itu kini disebut tinggal menunggu satu tahapan penting, yakni pembongkaran stadion oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar sebagai pemilik aset.
Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra, Andre Rosiade, menegaskan bahwa proses pembangunan Stadion Haji Agus Salim terus bergerak maju. Bahkan, proses tender proyek rekonstruksi total yang akan dibiayai pemerintah pusat saat ini telah memasuki tahap akhir dan pemenang tender segera ditetapkan.
Penegasan tersebut disampaikan Andre saat meninjau perkembangan proyek rekonstruksi total GOR Haji Agus Salim bersama Kepala Satuan Kerja Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum di Sumbar, R Rifi Firdaus, Senin (8/6/2026).
Dalam kesempatan itu, Andre menjawab berbagai pertanyaan masyarakat yang selama ini mempertanyakan kepastian pembangunan stadion yang menjadi markas Semen Padang FC tersebut.
"Banyak sekali pertanyaan dari masyarakat, kapan stadion ini dibangun, kapan dibongkar, apakah ini hanya omong-omong atau dongeng saja. Karena itu, hari ini kami menjelaskan langsung perkembangan terbarunya," kata Andre.
Menurut Andre, pembangunan kembali Stadion Haji Agus Salim tidak bisa disamakan dengan proyek biasa. Hal itu karena stadion tersebut merupakan aset milik Pemprov Sumbar sehingga terdapat sejumlah tahapan administratif yang harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai aturan yang berlaku.
Ia menjelaskan, secara prinsip, tanggung jawab renovasi dan perbaikan aset daerah berada di tangan pemerintah daerah melalui pendanaan APBD. Namun, keterbatasan kemampuan fiskal daerah membuat upaya renovasi stadion tidak mudah diwujudkan dalam waktu singkat.
Karena itu, Andre mengaku melakukan berbagai komunikasi dan lobi dengan pemerintah pusat agar pembangunan stadion dapat dibiayai melalui APBN.
"GOR Haji Agus Salim itu aset Pemprov Sumbar. Harusnya yang melakukan renovasi adalah pemerintah provinsi menggunakan APBD. Tapi karena kemampuan APBD Sumbar terbatas, kami melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Alhamdulillah Presiden Prabowo menyetujui anggaran untuk pembangunan stadion sekaligus penataan kawasannya," ujarnya.
Ketua Umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) itu menyebut perjuangan menghadirkan dukungan pemerintah pusat akhirnya membuahkan hasil. Saat ini, proses tender pembangunan stadion telah mendekati garis akhir.
Menurut Andre, dalam beberapa hari ke depan pemenang tender diperkirakan sudah dapat ditetapkan. Setelah itu, proses administrasi akan dilanjutkan dengan persetujuan akhir dari Menteri Pekerjaan Umum.
"Insyaallah dalam beberapa hari ke depan sudah ada pemenang tender. Untuk persetujuan pemenang oleh Menteri PU ditargetkan akhir Juni. Jadi, secara administrasi, akhir Juni semuanya sudah selesai," katanya.
Meski demikian, Andre mengingatkan bahwa kesiapan kontraktor untuk memulai pekerjaan belum otomatis membuat pembangunan dapat langsung dimulai. Faktor penentu saat ini justru berada pada proses pembongkaran stadion lama yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar.
Ia menyebut pemerintah pusat melalui kontraktor pemenang tender sebenarnya telah siap memulai pekerjaan konstruksi pada 1 Juli 2026 apabila seluruh proses administrasi selesai tepat waktu.
"Kalau seluruh administrasi selesai, 1 Juli kontraktor sudah siap bekerja. Persoalannya sekarang apakah stadionnya sudah dibongkar atau belum. Karena yang bertanggung jawab melakukan pembongkaran adalah pemilik aset, yaitu Pemprov Sumbar," tegas Andre.
Andre mengungkapkan bahwa rencana tender pembongkaran stadion yang sebelumnya dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 mengalami penundaan hingga waktu yang belum ditentukan. Situasi tersebut berpotensi memengaruhi jadwal keseluruhan proyek rekonstruksi yang telah lama dinantikan masyarakat Sumbar.
Karena itu, ia meminta publik juga memperhatikan perkembangan proses pembongkaran stadion yang menjadi tahapan awal sebelum pembangunan fisik dimulai.
"Kalau masyarakat ingin tahu kapan stadion ini dibangun, tanyakan juga kepada Pemprov Sumbar, kapan pembongkarannya dilakukan. Setelah stadion dirobohkan, pemerintah pusat melalui kontraktor siap memulai pembangunan," katanya.
Sementara itu, Kepala Satker Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum di Sumbar, R Rifi Firdaus, menegaskan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi dengan Pemprov Sumbar terkait proses pengelolaan aset GOR Haji Agus Salim.
Menurut Rifi, pemerintah pusat tidak memiliki kewenangan melakukan pembongkaran karena stadion tersebut merupakan aset milik pemerintah daerah.
"Kami terus berkolaborasi dengan Pemprov terkait aset Gor Haji Agus Salim ini. Pembongkaran tidak bisa dilakukan pemerintah pusat karena asetnya milik Pemprov. Semakin cepat pembongkaran dilakukan, semakin cepat kami memulai pekerjaan konstruksi," ujar Rifi.
Ia menjelaskan bahwa proyek rekonstruksi Stadion Haji Agus Salim dirancang sebagai proyek multiyears. Oleh karena itu, waktu pelaksanaan menjadi faktor penting yang harus dijaga agar target penyelesaian tidak terganggu.
Kementerian PU, kata dia, membutuhkan waktu pembangunan sekitar 16 bulan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Jika proses awal terus mengalami keterlambatan, maka ruang waktu pengerjaan akan semakin sempit.
"Kami membutuhkan waktu pembangunan sekitar 16 bulan. Jangan sampai waktu itu terus berkurang karena proses awal terlalu lama. Itu sebabnya kami berharap ada percepatan dari Pemprov," katanya.
Rifi memperkirakan proses pembongkaran stadion membutuhkan waktu kurang lebih dua bulan. Dengan asumsi pembongkaran baru dimulai pada Juli 2026, maka pekerjaan konstruksi utama kemungkinan baru dapat dimulai pada September 2026.
Perkiraan tersebut turut menjadi perhatian Andre Rosiade. Ia meminta para pendukung Semen Padang FC memahami tahapan yang harus dilalui dalam proyek pembangunan stadion baru tersebut.
Menurutnya, keterlambatan proses pembongkaran berpotensi memengaruhi jadwal penggunaan stadion oleh tim berjuluk Kabau Sirah itu.
"Kalau pembongkaran dimulai Juli dan selesai dua bulan kemudian, maka kemungkinan konstruksi baru dimulai September. Dengan waktu pembangunan sekitar 16 bulan, kemungkinan Semen Padang FC baru bisa kembali bermain di Stadion Haji Agus Salim pada musim 2027/2028," ujarnya.
Andre menegaskan pemerintah pusat telah menunjukkan komitmen serius terhadap rekonstruksi total GOR Haji Agus Salim melalui penyediaan anggaran APBN serta percepatan proses tender pembangunan.
Karena itu, ia berharap seluruh tahapan yang menjadi kewenangan Pemprov Sumbar dapat segera diselesaikan agar proyek yang telah lama dinantikan masyarakat Sumbar tidak kembali mengalami penundaan.
"Sekali lagi, kontraktor dari Kementerian PU siap membangun mulai 1 Juli 2026. Kuncinya sekarang ada di Pemprov Sumbar, kapan pembongkaran stadion dilakukan. Kalau itu selesai, pembangunan bisa langsung berjalan," tegas Andre.
Rekonstruksi total Stadion Haji Agus Salim menjadi salah satu proyek strategis yang paling ditunggu masyarakat Sumbar. Dengan proses tender yang hampir rampung dan dukungan anggaran dari pemerintah pusat yang telah tersedia, percepatan pembongkaran stadion kini menjadi faktor utama yang akan menentukan kapan wajah baru GOR Haji Agus Salim benar-benar mulai dibangun. (*)
















