Sumbardaily.com – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dharmasraya dalam menjaga warisan budaya kembali ditegaskan melalui kehadiran Bupati Annisa Suci Ramadhani pada puncak Alek Nagari Tebing Tinggi. Momentum tersebut tidak hanya menjadi perayaan adat tahunan masyarakat, tetapi juga dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dalam menjaga identitas budaya Minangkabau sekaligus mendorong pembangunan di Nagari Tebing Tinggi.
Alek Nagari Tebing Tinggi berlangsung di Rumah Panjang Nagari Tebing Tinggi, Kecamatan Pulau Punjung, Selasa (28/4/2026). Kegiatan ini menjadi puncak rangkaian tradisi yang telah berlangsung sejak 24 April 2026 dan merupakan agenda adat yang diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Annisa memberikan apresiasi kepada pemerintah nagari, niniak mamak, tokoh masyarakat, Bundo Kanduang, kalangan pemuda, hingga panitia pelaksana yang dinilai berhasil menghidupkan kembali Alek Nagari sebagai salah satu tradisi penting dalam pelestarian adat dan budaya Minangkabau.
Menurutnya, Alek Nagari memiliki makna yang jauh lebih besar dibanding sekadar seremoni tahunan. Tradisi tersebut merupakan bagian dari identitas masyarakat yang harus terus dijaga agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman dan tetap dapat diwariskan kepada generasi penerus.
Annisa menilai perkembangan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, serta keterbukaan kehidupan global menghadirkan tantangan baru terhadap eksistensi adat dan budaya lokal. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan mengambil peran dalam menanamkan nilai-nilai adat kepada generasi muda.
Ia menegaskan bahwa generasi muda tidak boleh kehilangan jati diri akibat semakin jauhnya mereka dari akar budaya yang dimiliki.
"Kita tentu tidak ingin generasi muda kita semakin jauh, apalagi sampai tidak mengetahui adat dan budaya nagarinya sendiri," tegas Annisa.
Selain menjadi media pelestarian budaya, Alek Nagari juga dinilai memiliki fungsi sosial yang sangat penting. Kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mempererat persatuan masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan Dharmasraya yang religius, berbudaya, dan sejahtera.
Pada kesempatan yang sama, Annisa juga menjawab aspirasi yang disampaikan Anggota DPRD Dharmasraya Heri Saputra terkait kebutuhan pembangunan infrastruktur di Nagari Tebing Tinggi.
Sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah, ia menyampaikan komitmen untuk mengalokasikan anggaran sebesar Rp500 juta bagi pembangunan jalan lingkar Nagari Tebing Tinggi. Selain itu, Pemkab Dharmasraya juga akan menganggarkan Rp1,5 miliar untuk perbaikan jalan di wilayah tersebut.
Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga akan memberikan bantuan tiang listrik guna mendukung operasional SMP baru yang berada di kawasan Nagari Tebing Tinggi sehingga dapat segera berfungsi secara optimal.
Komitmen pemerintah juga mencakup pelestarian bangunan adat. Annisa menyatakan akan melakukan rehabilitasi Rumah Gadang Panjang yang selama ini menjadi lokasi penyelenggaraan Alek Nagari sekaligus pusat berbagai kegiatan adat masyarakat.
Menurutnya, keberadaan Rumah Gadang Panjang memiliki nilai sejarah dan budaya yang penting sehingga keberlangsungannya harus dijaga sebagai bagian dari identitas masyarakat Nagari Tebing Tinggi.
Annisa menambahkan, upaya menjaga adat dan budaya tidak mungkin hanya mengandalkan pemerintah daerah. Seluruh unsur masyarakat harus terlibat agar nilai-nilai budaya tetap hidup di tengah perubahan zaman.
Menjelang akhir sambutannya, Annisa menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah menyukseskan seluruh rangkaian Alek Nagari sejak 24 hingga 28 April 2026.
"Alek Nagari ini adalah bukti bahwa adat masih hidup di tengah masyarakat. Semoga semangat ini terus terjaga untuk Dharmasraya yang lebih sejahtera dan merata," ujarnya.
Sementara itu, mewakili tuan rumah Rumah Panjang, Joni Arpan mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran Bupati Annisa di tengah padatnya agenda pemerintahan. Menurutnya, kehadiran kepala daerah menjadi kehormatan sekaligus bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat Nagari Tebing Tinggi.
Joni Arpan menjelaskan bahwa Alek Nagari merupakan agenda tahunan yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi tersebut menjadi wadah pelestarian adat dan budaya sekaligus mempererat hubungan kekeluargaan di tengah masyarakat.
Ia mengatakan rangkaian kegiatan adat telah dimulai sejak Hari Raya Idul Fitri melalui tradisi saling mengunjungi dalam hubungan kekerabatan adat. Tradisi tersebut meliputi anak yang mengunjungi ibu, kamanakan mengunjungi mamak, hingga urang sumando yang mendatangi mamak rumah.
Menurutnya, puncak Alek Nagari menjadi momentum berkumpulnya seluruh cucu kemenakan masyarakat Nagari Tebing Tinggi untuk bersilaturahmi dengan urang gadang nan baduo serta niniak mamak nan salapan sebagai bagian dari tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.
"Tradisi kami saling mengunjungi di saat Idul Fitri, anak mengunjungi ibu, kamanakan mengunjungi mamak, sumando mengunjungi mamak rumah. Dan saat ini adalah puncak acara, di mana seluruh cucu kemenakan masyarakat Nagari Tebing Tinggi bersilaturahmi dengan urang gadang nan baduo dan niniak mamak nan salapan," katanya.
Joni Arpan berharap Alek Nagari Tebing Tinggi ke depan dapat berkembang menjadi agenda resmi daerah sehingga manfaatnya dalam menjaga adat dan budaya semakin luas.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Dharmasraya atas dukungan dana sebesar Rp50 juta yang disalurkan melalui pemerintah nagari sebagai bentuk kontribusi terhadap pelestarian adat dan budaya.
Selain prosesi silaturahmi adat, Alek Nagari Tebing Tinggi juga dimeriahkan dengan beragam kegiatan budaya dan perlombaan. Di antaranya silek sonsong, lomba canang antar suku, lomba pidato adat tingkat SD, lomba majapuik tando, serta lomba marandang.
Seluruh rangkaian kegiatan tersebut diselenggarakan untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap adat dan budaya Minangkabau sekaligus memastikan tradisi yang diwariskan para pendahulu tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (*)
















