Sumbardaily.com, Padang Panjang – Aktivitas kegempaan di wilayah Sumatera bagian barat menunjukkan dinamika yang cukup aktif sepanjang sepekan terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang Panjang mencatat 18 kejadian gempa bumi yang terjadi selama periode 19 hingga 25 Desember 2025.
Data tersebut dipetakan melalui sebaran episenter gempa bumi yang memperlihatkan konsentrasi aktivitas di sepanjang pesisir barat Sumatera.
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, pola sebaran episenter tersebut tidak terlepas dari kondisi geologi Sumatera yang berada pada kawasan tektonik aktif.
Aktivitas gempa bumi di wilayah ini dipengaruhi oleh proses subduksi Lempeng Samudera Hindia ke bawah Lempeng Eurasia, serta pergerakan Sesar Sumatera yang membentang di wilayah daratan.
Kombinasi kedua sumber gempa tersebut menjadikan kawasan Sumatera bagian barat rentan terhadap aktivitas seismik.
BMKG Padang Panjang menjelaskan bahwa mayoritas gempa bumi yang tercatat selama periode tersebut merupakan gempa dangkal, dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer.
Gempa dangkal umumnya lebih berpotensi dirasakan oleh masyarakat dibandingkan gempa dengan kedalaman lebih besar, meskipun besaran magnitudonya relatif kecil.
Ditinjau dari kekuatan gempa, BMKG mencatat sembilan kejadian gempa bermagnitudo di bawah 3, serta sembilan kejadian gempa lainnya memiliki magnitudo antara 3 hingga kurang dari 5.
Selama periode pemantauan tersebut, tidak ditemukan gempa dengan magnitudo di atas 5. Adapun magnitudo terbesar yang tercatat mencapai 4,9, sedangkan magnitudo terkecil berada pada angka 1,8.
Sementara itu, berdasarkan kedalaman hiposenter, sebanyak 15 gempa tergolong gempa dangkal dengan kedalaman kurang dari 60 kilometer. Sisanya, tiga gempa tercatat memiliki kedalaman antara 60 hingga 300 kilometer.
BMKG memastikan tidak terdapat gempa dengan kedalaman lebih dari 300 kilometer selama periode tersebut. Dari seluruh kejadian, kedalaman maksimum gempa tercatat mencapai 110 kilometer, sedangkan kedalaman minimum berada pada 2 kilometer.
Selain mencatat jumlah kejadian, BMKG Padang Panjang juga merekam adanya tiga lihat gempa bumi yang dirasakan oleh masyarakat. Salah satu gempa dirasakan terjadi pada Rabu, 24 Desember 2025, pukul 12.30.34 WIB, dengan magnitudo 4,6.
Gempa ini berlokasi di laut 34 kilometer barat Bengkulu Selatan, tepatnya pada koordinat 4,46 derajat Lintang Selatan dan 102,60 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 30 kilometer. Getaran gempa dilaporkan dirasakan dengan intensitas II–III MMI di wilayah Bengkulu Utara.
Gempa bumi dirasakan lainnya juga bermagnitudo 4,6, terjadi pada Sabtu, 20 Desember 2025, pukul 20.13.26 WIB. Pusat gempa berada di laut 28 kilometer timur laut Enggano, Bengkulu, pada koordinat 5,23 derajat Lintang Selatan dan 102,5 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 7 kilometer.
BMKG mencatat getaran gempa tersebut dirasakan dengan intensitas II–III MMI di wilayah Enggano.
Sementara itu, gempa bumi dirasakan berikutnya tercatat pada Rabu, 24 Desember 2025, pukul 20.34.30 WIB, dengan magnitudo 4,0. Gempa tersebut berlokasi di laut 34 kilometer selatan Mukomuko, Bengkulu, tepatnya pada koordinat 2,87 derajat Lintang Selatan dan 101,06 derajat Bujur Timur, dengan kedalaman 23 kilometer.
Getaran gempa dirasakan dengan intensitas II–III MMI di Mukomuko, serta I–II MMI di wilayah Sungai Penuh.
BMKG menegaskan bahwa aktivitas kegempaan yang terjadi selama periode tersebut masih tergolong wajar untuk wilayah Sumatera, yang secara geografis berada pada zona pertemuan lempeng tektonik aktif.
Kendati demikian, masyarakat diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, memahami karakteristik wilayah tempat tinggalnya, serta mempelajari langkah mitigasi bencana gempa bumi sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam. (red)
















