Sumbardaily.com - Peluit kereta api yang terdengar di Stasiun Duku, Kabupaten Padang Pariaman, menjadi penanda pergerakan masyarakat yang tak pernah lepas dari kebutuhan mobilitas.
Di tengah hamparan persawahan dan perbukitan Sumatera Barat (Sumbar), stasiun ini berkembang bukan sekadar tempat kereta berhenti, melainkan salah satu simpul penting yang menghubungkan perjalanan masyarakat dari berbagai wilayah.
Stasiun Duku berada di Korong Duku, Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman. Letaknya berada pada jalur strategis yang menghubungkan sejumlah kawasan, seperti Padang, Lubuk Alung, Pariaman, hingga kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM).
Peran tersebut semakin terlihat dari jumlah pelanggan yang dilayani. Sepanjang 2021 hingga Semester I 2026, Stasiun Duku mencatat sebanyak 751.429 pelanggan.
Angka itu menunjukkan tingginya aktivitas perjalanan sekaligus memperlihatkan bagaimana kereta api menjadi bagian dari mobilitas masyarakat Sumbar.
Stasiun Duku memiliki perjalanan sejarah yang panjang. Keberadaannya telah melalui berbagai perkembangan perkeretaapian di Sumbar sejak era Staatsspoorwegen ter Sumatra’s Westkust.
Sejalan dengan perubahan kebutuhan masyarakat dan perkembangan layanan, wajah stasiun juga mengalami transformasi.
Bangunan Stasiun Duku kini memadukan fungsi transportasi modern dengan identitas budaya Minangkabau. Bentuk atap gonjong menjadi salah satu ciri yang menonjol.
Elemen tersebut membuat bangunan stasiun tetap memiliki karakter lokal di tengah perkembangan sistem transportasi yang semakin modern.
Perubahan fungsi dan peran Stasiun Duku juga semakin terasa setelah jalur kereta api menuju Bandara Internasional Minangkabau mulai dioperasikan pada 2018.
Kehadiran layanan tersebut memperkuat posisi kawasan Duku sebagai salah satu titik penting dalam konektivitas masyarakat menuju bandara.
Setahun kemudian, tepatnya 22 Maret 2019, KA Lembah Anai mulai melayani perjalanan dengan berhenti di Stasiun Duku. Layanan tersebut melengkapi KA Pariaman Ekspres yang sebelumnya telah melayani masyarakat.
Salah satu posisi strategis Stasiun Duku terletak pada cakupan pelayanannya. Stasiun tersebut melayani aktivitas naik dan turun penumpang pada seluruh layanan kereta api penumpang yang beroperasi di wilayah KAI Divre II Sumatera Barat.
Dengan cakupan itu, Stasiun Duku menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat untuk berbagai keperluan. Pelajar dan mahasiswa dapat memanfaatkannya untuk menunjang aktivitas pendidikan.
Pekerja menggunakannya untuk perjalanan rutin, sementara pedagang dan wisatawan juga menjadi bagian dari pergerakan penumpang yang berlangsung.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan, Stasiun Duku memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar lokasi keberangkatan dan kedatangan kereta.
Stasiun Duku, katanya, bukan hanya tempat naik dan turun penumpang, tetapi merupakan bagian dari ekosistem mobilitas masyarakat.
"Dengan melayani seluruh layanan kereta api penumpang di wilayah Divre II Sumatera Barat, didukung fasilitas yang memadai serta akses terhadap berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat dari dan menuju berbagai wilayah,” ujar Reza, Sabtu (3/10/2026).
Peran Stasiun Duku juga didukung fasilitas yang disiapkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
Di dalam kawasan stasiun tersedia ruang tunggu yang luas dan nyaman, ruang laktasi bagi ibu menyusui, area bermain anak, musala, hingga area parkir kendaraan yang luas serta fasilitas pendukung lainnya.
Ketersediaan fasilitas tersebut menunjukkan bahwa fungsi stasiun tidak hanya berkaitan dengan operasional perjalanan kereta api.
Kenyamanan penumpang juga menjadi bagian dari pengalaman perjalanan, termasuk bagi kelompok masyarakat dengan kebutuhan yang berbeda.
Keunggulan lainnya berada pada konektivitas antarmoda. Stasiun Duku berada di kawasan strategis pada jalur Padang-Bukittinggi sehingga penumpang dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai tujuan setelah tiba di stasiun.
Pilihan perjalanan lanjutan tersedia melalui sejumlah moda transportasi. Masyarakat dapat menggunakan angkutan umum antarkota, angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP), maupun layanan transportasi berbasis aplikasi atau angkutan online.
Kondisi tersebut membuat perjalanan menggunakan kereta api tidak berdiri sendiri.
Stasiun Duku menjadi salah satu titik yang mempertemukan perjalanan kereta dengan moda transportasi lainnya sehingga masyarakat memiliki pilihan sesuai tujuan dan kebutuhan masing-masing.
Aktivitas penumpang yang berlangsung setiap hari juga memberikan dampak terhadap kawasan sekitar. Pergerakan orang membuka akses bagi masyarakat sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan usaha dan layanan transportasi lanjutan.
Stasiun Duku juga memperlihatkan bagaimana perkembangan transportasi dapat berjalan berdampingan dengan karakter budaya daerah.
Atap gonjong pada bangunan stasiun menjadi representasi identitas Minangkabau yang tetap hadir dalam fasilitas transportasi modern.
Bagi KAI, keberadaan stasiun tidak terlepas dari aspek keselamatan dan ketertiban. Masyarakat diimbau turut menjaga keamanan, kebersihan, ketertiban, serta fasilitas publik yang tersedia di lingkungan stasiun.
Penumpang juga diminta mengikuti arahan petugas, tertib saat mengantre, menjaga kebersihan, dan menggunakan fasilitas sesuai peruntukannya. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa.
“Keselamatan adalah budaya, bukan sekadar aturan. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan keselamatan sebagai tanggung jawab bersama, termasuk ketika berada di lingkungan stasiun maupun di sekitar jalur kereta api,” katanya.
Pada akhirnya, Stasiun Duku menyimpan lebih banyak cerita daripada sekadar jadwal keberangkatan dan kedatangan kereta. Di peron stasiun tersebut, berbagai kepentingan masyarakat bertemu dalam satu arus perjalanan.
Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu, pekerja yang menjalankan aktivitas, wisatawan yang menjelajahi Sumbar, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga. Seluruhnya menjadi bagian dari aktivitas yang membuat stasiun tersebut terus hidup.
Dengan melayani seluruh kereta api penumpang di wilayah KAI Divre II Sumbar, didukung fasilitas yang menunjang kenyamanan serta konektivitas dengan berbagai moda transportasi lanjutan, Stasiun Duku terus memainkan perannya dalam menghubungkan masyarakat.
KAI juga mengajak masyarakat menjaga Stasiun Duku sebagai fasilitas transportasi publik sekaligus bagian dari wajah pelayanan perkeretaapian di Sumatera Barat.
"Setiap perjalanan yang dimulai dari Duku tidak hanya berarti perpindahan dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Di balik perjalanan tersebut terdapat akses yang terbuka, masyarakat yang terhubung, aktivitas ekonomi yang bergerak, serta kebutuhan mobilitas yang terus berkembang," tuturnya. (*)
















