Sumbardaily.com - Kesempatan generasi muda Indonesia untuk meniti karier di luar negeri mulai dibuka melalui pelatihan keterampilan dan bahasa yang menyasar masyarakat desa serta daerah tertinggal.
Sebanyak 108 siswa LPK MOJO Indonesia Raya dilepas untuk bekerja di Jepang, sementara program pelatihan Bahasa Jepang gratis secara daring yang digelar melalui kerja sama dengan Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) telah memasuki batch keempat dengan jumlah peserta lebih dari 3.400 orang.
Pelepasan tersebut berlangsung bersamaan dengan Opening Ceremony Pelatihan Bahasa Jepang Batch 4 di Dramaga, Bogor, Jawa Barat (Jabar).
Kegiatan ini mempertemukan agenda persiapan tenaga kerja muda dengan upaya penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya bagi masyarakat yang berada di desa dan daerah tertinggal.
Program tersebut dijalankan PT MOJO Indonesia Raya, perusahaan yang memiliki kantor pusat di Tokyo, Jepang.
MOJO didirikan dengan fokus menyelenggarakan pelatihan kerja bagi generasi muda Indonesia yang dipersiapkan untuk mengikuti program magang maupun bekerja di luar negeri, terutama Jepang.
Di tengah perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia kerja pada era industri 4.0, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu aspek yang ditekankan dalam penyelenggaraan program.
Pelatihan bahasa dan persiapan keahlian menjadi bagian dari upaya MOJO membuka akses bagi anak muda Indonesia yang ingin mendapatkan pengalaman kerja di Jepang.
Kerjasama antara MOJO dan Kemendes PDT ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 19 November 2025. Kesepakatan itu mencakup penyelenggaraan pelatihan Bahasa Jepang secara daring dan gratis.
Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut terlihat dari pertumbuhan jumlah peserta sejak angkatan pertama.
Presiden Direktur MOJO Indonesia Raya, Kenichi Morimoto mengatakan, program yang semula diikuti 118 pendaftar kini telah berkembang hingga angkatan keempat dengan jumlah peserta lebih dari 3.400 orang.
“Pelatihan Bahasa Jepang secara daring ini mendapatkan sambutan luar biasa dari masyarakat, dimulai dengan 118 pendaftar pada angkatan pertama dan hari ini sudah mencapai angkatan keempat dengan lebih dari 3.400 peserta,” kata Presiden Direktur MOJO Indonesia Raya Kenichi Morimoto.
Peningkatan jumlah peserta tersebut menunjukkan jangkauan program pelatihan yang semakin luas.
Pelatihan daring memberikan ruang bagi masyarakat untuk mempelajari Bahasa Jepang sebagai salah satu persiapan sebelum memasuki dunia kerja maupun mengikuti program magang di Jepang.
Selain pembukaan pelatihan batch keempat, agenda di Dramaga juga menjadi momentum pelepasan siswa MOJO yang akan berangkat ke Jepang.
Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Ahmad Riza Patria turut hadir dalam pelepasan tersebut.
Sebanyak 108 siswa yang berasal dari 77 desa dan 24 kelurahan dilepas untuk bekerja di berbagai bidang di Jepang.
Sektor pekerjaan yang dituju mencakup konstruksi, perawatan lansia, pertanian, perhotelan, serta pengolahan makanan.
Keberangkatan para siswa tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesempatan memperoleh pengalaman kerja di luar negeri.
MOJO juga menempatkan harapan agar pengetahuan dan keahlian yang didapatkan selama berada di Jepang dapat memberikan manfaat ketika para siswa kembali ke Indonesia.
Harapan itu disampaikan Morimoto dalam sambutannya. Ia menekankan pentingnya kontribusi para siswa terhadap perkembangan ekonomi dan sosial budaya masyarakat desa setelah menyelesaikan pengalaman mereka di Jepang.
"Kita semua berharap saat para siswa ini kembali ke tanah air, mereka membawa ilmu dan keahlian dari Jepang, juga membawa dampak ekonomi dan sosial budaya yang positif bagi kemakmuran masyarakat desa,” katanya.
Keahlian yang diperoleh selama bekerja di luar negeri diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat asal para siswa.
Bagi peserta yang akan berangkat, program kerja sama pelatihan Bahasa Jepang dan persiapan keahlian menjadi bagian dari perjalanan menuju dunia kerja di Jepang.
Salah satu siswa, Muhammad Rafif Abrar, menyampaikan rasa syukurnya atas kesempatan yang diperoleh melalui dukungan MOJO.
“Saya sangat bersyukur dengan dukungan MOJO bisa belajar Bahasa Jepang dan mempersiapkan keahlian yang dibutuhkan di Jepang, semoga banyak lagi anak muda lainnya yang bisa berkesempatan bekerja ke Jepang,” katanya.
Kesempatan tersebut memperlihatkan keterkaitan antara pembelajaran Bahasa Jepang, persiapan keterampilan dan akses kerja bagi generasi muda Indonesia.
Melalui program yang telah memasuki batch keempat, MOJO dan Kemendes PDT menjalankan kerjasama yang menyasar peningkatan SDM, terutama dari desa dan daerah tertinggal.
Dengan jumlah peserta pelatihan yang telah melampaui 3.400 orang, program ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang ingin mengikuti program magang maupun bekerja di Jepang.
Sementara itu, pelepasan 108 siswa dari 77 desa dan 24 kelurahan menandai keberlanjutan program dalam menghubungkan pelatihan dengan kesempatan kerja di berbagai sektor. (*)
















