Sumbardaily.com – Semen Padang FC memberikan klarifikasi mengenai pengurangan satu poin yang harus diterima pada awal musim kompetisi. Sanksi tersebut berkaitan dengan persoalan administratif dalam pemenuhan regulasi Club Licensing, khususnya mengenai stadion yang didaftarkan sebagai homebase.
Manajemen Semen Padang FC menjelaskan persoalan tersebut secara terbuka agar suporter dan masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) memperoleh gambaran yang jelas mengenai latar belakang munculnya sanksi. Klub menegaskan bahwa pengurangan poin tersebut merupakan konsekuensi dari penyesuaian lokasi pertandingan dengan dokumen lisensi yang telah didaftarkan sebelumnya.
General Manager Semen Padang FC, Denny Shulton, menerangkan bahwa persoalan bermula dari kondisi Stadion Haji Agus Salim. Stadion yang selama ini menjadi kandang Kabau Sirah tersebut harus menjalani renovasi total sehingga belum memungkinkan untuk didaftarkan sebagai venue utama dalam proses Club Licensing.
Situasi tersebut terjadi ketika tenggat waktu pengurusan dan pendaftaran licensing berada dalam periode yang terbatas. Agar kewajiban administratif klub tetap dapat dipenuhi sesuai waktu yang tersedia, manajemen Semen Padang FC pada musim 2025/2026 kemudian mendaftarkan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) sebagai pilihan alternatif.
Menurut Denny, keputusan tersebut diambil dalam konteks pemenuhan persyaratan lisensi klub pada saat GHAS belum dapat digunakan sebagai venue utama. Dengan demikian, stadion alternatif yang tercantum dalam dokumen licensing menjadi bagian dari persyaratan administratif yang harus dipatuhi klub.
“Sanksi administratif tersebut berkaitan erat dengan prosedur pendaftaran stadion homebase dalam kriteria Club Licensing,” ujar Denny Shulton, dalam keterangannya dikutip Jumat (11/9/2026).
Memasuki musim kompetisi ini, Semen Padang FC kemudian melakukan evaluasi terhadap kebutuhan operasional klub. Salah satu pertimbangannya adalah efisiensi operasional sekaligus beban finansial yang harus ditanggung tim selama menjalani kompetisi.
Penyesuaian tersebut kemudian ditindaklanjuti manajemen dengan mengirimkan surat permohonan resmi kepada PT Liga Indonesia Baru (LIB). Surat itu berisi permintaan agar lokasi homebase Semen Padang FC dapat dialihkan ke stadion lain.
Namun, permohonan perubahan lokasi homebase tersebut tidak memperoleh persetujuan dari operator liga. Kondisi itu membuat manajemen harus mengambil keputusan lain dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan tim untuk menjalani pertandingan dalam kondisi yang dinilai paling baik bagi perjuangan Kabau Sirah.
Setelah mempertimbangkan berbagai hal secara matang, Semen Padang FC akhirnya menetapkan Stadion Patriot sebagai kandang untuk pertandingan-pertandingan berikutnya.
Perubahan lokasi pertandingan dari stadion yang sebelumnya tercantum dalam dokumen lisensi inilah yang kemudian memiliki konsekuensi terhadap regulasi Club Licensing. Berdasarkan ketentuan tersebut, setiap klub diwajibkan menggunakan stadion yang sudah didaftarkan sejak awal proses licensing.
Karena lokasi pertandingan Semen Padang FC kemudian disesuaikan dari stadion yang tercantum dalam dokumen lisensi periode sebelumnya, regulasi secara otomatis memunculkan konsekuensi berupa sanksi administratif. Hukuman tersebut berupa pengurangan satu poin pada awal musim kompetisi.
Dengan kondisi tersebut, Semen Padang FC memilih menerima keputusan tersebut. Klub memandang penerapan regulasi sebagai bagian dari tata kelola kompetisi yang harus dihormati oleh seluruh peserta.
Manajemen juga menjadikan persoalan tersebut sebagai evaluasi untuk meningkatkan ketelitian dalam pengelolaan administrasi klub pada masa mendatang. Dengan begitu, aspek administratif diharapkan dapat dikelola secara lebih matang seiring dengan kebutuhan teknis dan operasional tim.
“Semen Padang FC menerima keputusan regulasi ini dengan lapang dada sebagai bentuk penghormatan terhadap tata kelola kompetisi sekaligus pelajaran berharga dalam pengelolaan administrasi klub ke depan,” demikian penjelasan klub.
Kini, fokus Semen Padang FC diarahkan sepenuhnya kepada perjuangan di atas lapangan. Tim berupaya menutup defisit satu poin tersebut melalui hasil pertandingan yang maksimal sepanjang kompetisi.
Manajemen, tim pelatih, pemain, dan seluruh elemen Kabau Sirah diharapkan dapat memusatkan perhatian pada persiapan teknis menghadapi laga-laga berikutnya. Target terdekat adalah mengompensasi pengurangan poin yang diterima melalui performa dan raihan hasil positif di setiap pertandingan.
Klarifikasi ini sekaligus menjadi penegasan bahwa pengurangan satu poin yang dialami Semen Padang FC berkaitan dengan aspek administratif dalam regulasi Club Licensing dan perubahan lokasi homebase, bukan karena persoalan teknis pertandingan. Klub pun memilih menjadikan keputusan tersebut sebagai bahan evaluasi sembari melanjutkan perjuangan kompetitifnya pada musim ini. (*)















