Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Perbaikan RTLH di Agam, Warga Ikut Gotong Royong

Keterbatasan Anggaran Tak Halangi Perbaikan RTLH di Agam, Warga Ikut Gotong Royong

Keterbatasan anggaran tidak menghentikan Pemerintah Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dalam membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Salah satu upayanya dilakukan melalui program pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). (Foto: Pemkab Agam)

Sumbardaily.com - Keterbatasan anggaran tidak menghentikan Pemerintah Nagari Salareh Aia Utara, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, dalam membantu warga mendapatkan tempat tinggal yang layak. Salah satu upayanya dilakukan melalui program pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Program tersebut menjadi bagian dari visi dan misi Wali Nagari Salareh Aia Utara Zulkifli. Pemerintah Nagari menargetkan pembangunan empat unit rumah setiap tahun.

Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan alokasi di masing-masing jorong. Pada 2026, empat unit rumah masuk dalam program pembangunan. Dari jumlah tersebut, tiga unit telah selesai dikerjakan dan sudah ditempati oleh penerima manfaat.

Sementara itu, satu unit rumah lainnya masih dalam tahap pengerjaan. Pemerintah Nagari menargetkan rumah tersebut dapat diselesaikan dalam waktu dekat sehingga segera dapat dimanfaatkan oleh penerima bantuan.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Joniarti yang tinggal di Padang Binjai, Jorong Tompek. Sebelum mendapatkan bantuan, rumah yang ditempatinya mengalami sejumlah kerusakan.

Kerusakan itu antara lain terdapat pada bagian atap yang mengalami kebocoran. Selain itu, sejumlah bagian kayu pada bangunan rumah juga telah lapuk sehingga kondisi tempat tinggal tersebut membutuhkan perbaikan.

Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Nagari Salareh Aia Utara tidak sepenuhnya menanggung biaya pembangunan setiap rumah. Pemerintah Nagari mengalokasikan Dana Nagari maksimal Rp10 juta untuk setiap unit sebagai dana pancingan.

Dana tersebut menjadi modal awal agar pembangunan dapat dimulai. Adapun kebutuhan biaya yang masih kurang dipenuhi melalui swadaya penerima manfaat, gotong royong, serta partisipasi masyarakat di lingkungan sekitar.

“Bantuan ini merupakan dana pancingan. Dengan keterbatasan anggaran, pembangunan rumah dapat dilanjutkan melalui swadaya pemilik dan gotong royong masyarakat,” ujar Zulkifli.

Skema tersebut membuat pembangunan rumah tidak hanya bergantung pada anggaran pemerintah nagari. Penerima manfaat turut berperan dalam memenuhi kebutuhan pembangunan, sementara masyarakat ikut membantu melalui kegiatan gotong royong.

Seluruh rumah yang masuk dalam program dibangun di atas tanah milik penerima manfaat. Dengan demikian, bantuan tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga memberikan kepastian tempat tinggal bagi keluarga yang menerima manfaat.

Pelaksanaan program tersebut turut ditinjau oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Agam bersama Pemerintah Nagari Salareh Aia Utara dan Wali Jorong Tompek. Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan pembangunan rumah di lapangan.

Dalam peninjauan itu, progres pembangunan menjadi bagian yang diperhatikan untuk memastikan program berjalan sesuai dengan pelaksanaannya di tingkat nagari.

Program pembangunan dan perbaikan RTLH di Salareh Aia Utara memperlihatkan pola kolaborasi antara pemerintah nagari, penerima manfaat, dan masyarakat. Dana Nagari digunakan sebagai dana pancingan, sementara kebutuhan lainnya didukung melalui swadaya dan gotong royong.

Pada 2026, empat rumah menjadi sasaran pembangunan. Tiga di antaranya telah selesai dan ditempati, sedangkan satu rumah masih dikerjakan dan ditargetkan rampung dalam waktu dekat.

Bagi penerima manfaat seperti Joniarti di Padang Binjai, Jorong Tompek, pembangunan tersebut menjadi upaya memperbaiki tempat tinggal yang sebelumnya mengalami kebocoran atap dan kerusakan pada bagian kayu.

Dengan pola tersebut, keterbatasan anggaran di tingkat nagari diupayakan tidak menjadi penghalang untuk membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak dan aman. Program ini menggabungkan dukungan pemerintah dengan peran penerima manfaat serta masyarakat melalui swadaya dan gotong royong.

Pemerintah Nagari Salareh Aia Utara pun terus menjalankan program pembangunan dan perbaikan Rumah Tidak Layak Huni sebagai bagian dari upaya mewujudkan hunian yang lebih layak sekaligus memberikan kepastian tempat tinggal bagi keluarga penerima bantuan. (*)

Baca Juga

Bertahun-tahun Cemas Saat Hujan, Dastri Marni di Pariaman Dapat Bantuan Rumah Rp20 Juta di Pariaman
Bertahun-tahun Cemas Saat Hujan, Dastri Marni di Pariaman Dapat Bantuan Rumah Rp20 Juta di Pariaman
Keluhan Siswa Diduga Berkaitan dengan MBG, Pemkab Agam Tunggu Hasil Pemeriksaan
Keluhan Siswa Diduga Berkaitan dengan MBG, Pemkab Agam Tunggu Hasil Pemeriksaan
Jalan dan Jembatan Rusak di Agam Mulai Diperbaiki, Anggaran Capai Rp18,3 Miliar
Jalan dan Jembatan Rusak di Agam Mulai Diperbaiki, Anggaran Capai Rp18,3 Miliar
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Sawah Pokok Murah di Agam Makin Diminati, 55 Lokasi Capai 7,219 Hektare
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Pulang dari Paskibraka Nasional 2026, Ahmad Al Fatih Disambut Pemkab Agam Penuh Kebanggaan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan
Nagari Bayua Agam Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, Bantuan Rp154 Juta Disalurkan