Sumbardaily.com - Sejumlah siswa di Kecamatan Palupuah, Kabupaten Agam, mengalami keluhan kesehatan berupa sakit perut dan mual yang diduga berkaitan dengan konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Kondisi tersebut membuat Pemerintah Kabupaten Agam mengambil langkah penghentian sementara pendistribusian MBG di wilayah tersebut.
Wakil Bupati Agam Muhammad Iqbal bergerak mendatangi Puskesmas Palupuah pada Rabu (2/9/2026). Kedatangannya dilakukan setelah menerima laporan mengenai siswa yang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG.
Di puskesmas, Wabup Agam memastikan kondisi para siswa sekaligus melihat langsung proses penanganan medis yang dilakukan tenaga kesehatan. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar keluhan yang dialami siswa masih tergolong ringan.
Namun, terdapat dua siswa yang mengalami kondisi sedang hingga berat. Keduanya kemudian dirujuk ke rumah sakit di Bukittinggi untuk memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut.
Pemkab Agam selanjutnya mengambil langkah antisipasi dengan meminta agar distribusi MBG di wilayah tersebut dihentikan untuk sementara waktu. Penghentian dilakukan sampai hasil pemeriksaan laboratorium diketahui.
“Untuk saat ini, atas nama Pemerintah Kabupaten Agam kami minta kegiatan pendistribusian MBG dihentikan dahulu sampai nantinya hasil laboratorium keluar,” tegas Wabup Agam.
Penghentian sementara itu dilakukan sembari pemerintah daerah bersama pihak terkait melakukan investigasi dan observasi. Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan penyebab munculnya keluhan kesehatan yang dialami sejumlah siswa.
Selain menunggu hasil pemeriksaan laboratorium, Muhammad Iqbal menekankan perlunya pengawasan pada setiap proses penyediaan MBG. Pengawasan tersebut mencakup seluruh tahapan, mulai dari pemilihan bahan baku, penyimpanan, pengolahan hingga makanan didistribusikan kepada siswa.
Menurut Pemkab Agam, setiap tahapan penyediaan makanan perlu mendapatkan perhatian agar kondisi makanan yang diterima siswa dapat terus terpantau. Evaluasi terhadap pelaksanaan MBG juga akan dilakukan seiring proses investigasi berjalan.
Di sisi lain, pemerintah daerah meminta para orang tua siswa tidak panik menyikapi kejadian tersebut. Meski demikian, orang tua tetap diminta memperhatikan kondisi kesehatan anak masing-masing.
Apabila anak mengalami gejala seperti sakit perut, mual, muntah atau keluhan kesehatan lainnya, orang tua diminta segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat untuk mendapatkan penanganan.
Pemkab Agam memastikan keselamatan dan kesehatan para siswa menjadi prioritas dalam penanganan kejadian tersebut. Untuk sementara, distribusi MBG di wilayah yang dimaksud dihentikan sambil menunggu hasil laboratorium dan proses pemeriksaan lebih lanjut.
Pemerintah daerah juga akan memperketat evaluasi serta pengawasan terhadap pelaksanaan MBG. Hasil investigasi dan pemeriksaan nantinya menjadi bagian penting untuk memastikan penyebab keluhan kesehatan yang dialami para siswa di Kecamatan Palupuah.
Dengan langkah tersebut, Pemkab Agam menempatkan penanganan kondisi siswa sebagai prioritas sembari menunggu kepastian dari hasil pemeriksaan. Distribusi MBG akan dievaluasi berdasarkan hasil investigasi dan pemeriksaan laboratorium yang sedang dilakukan. (*)
















