Sumbardaily.com – Waspada gelombang tinggi menjadi perhatian bagi masyarakat yang beraktivitas di wilayah perairan Sumatera Barat (Sumbar) pada awal September 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Teluk Bayur memprakirakan gelombang laut dengan ketinggian hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Sumbar dalam periode 2 hingga 5 September 2026.
Tidak hanya gelombang 2,5 meter, beberapa wilayah perairan juga menghadapi potensi gelombang yang lebih tinggi hingga mencapai 4 meter. Kondisi tersebut membuat masyarakat pesisir, nelayan, serta para pengguna jalur laut diminta meningkatkan kewaspadaan dalam menghadapi perubahan cuaca dan kondisi laut selama periode peringatan dini.
Peringatan tersebut disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur melalui rilis resmi pada Selasa (1/9/2026). Informasi tersebut mencakup perkembangan kondisi cuaca, arah dan kecepatan angin, tinggi gelombang, hingga prakiraan pasang surut air laut.
Kepala BMKG Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, mengatakan peringatan dini dikeluarkan sebagai langkah antisipasi terhadap risiko yang dapat muncul akibat perubahan kondisi atmosfer dan maritim.
“Peringatan dini ini kami keluarkan agar masyarakat pesisir dan pengguna jalur laut dapat mengantisipasi segala kemungkinan risiko keselamatan akibat dinamika cuaca dan gelombang tinggi di Perairan Sumatera Barat,” ujar Sahat Mauli Pasaribu dalam keterangannya.
Prakiraan Perairan Sumbar 2-3 September
Untuk periode Rabu (2/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Kamis (3/9/2026) pukul 06.00 WIB, kondisi langit di wilayah perairan Sumbar diprakirakan bervariasi. Cuaca diprediksi mulai dari cerah berawan hingga hujan dengan intensitas sedang.
Hujan sedang berpotensi terjadi di perairan Padang hingga Padang Pariaman serta wilayah Barat Siberut. Sementara itu, hujan ringan berpeluang turun di sejumlah kawasan perairan lainnya.
Wilayah yang berpotensi mengalami hujan ringan meliputi perairan Agam hingga Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Sipora, serta Barat Pagai.
Pada periode tersebut, angin diprakirakan bergerak dari arah Tenggara hingga Timur. Kecepatannya berada pada kisaran 3 hingga 14 knots.
Dari kondisi laut, BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan tinggi gelombang berada dalam kategori sedang hingga tinggi. Gelombang setinggi 2,5 meter berpotensi terjadi di perairan Agam sampai Pasaman Barat, Padang hingga Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, dan Timur Sipora.
Ancaman gelombang lebih tinggi hingga 4 meter juga perlu menjadi perhatian. Potensi tersebut diprakirakan terjadi di perairan Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, serta Barat Pagai.
Dengan demikian, wilayah yang menghadapi potensi gelombang 4 meter pada periode tersebut berbeda dengan sejumlah perairan yang diprakirakan mengalami gelombang maksimum 2,5 meter. Kondisi itu menjadi bagian dari peringatan BMKG Maritim Teluk Bayur yang berlaku pada awal September.
Gelombang Masih Tinggi pada 3-4 September
Memasuki periode Kamis (3/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (4/9/2026) pukul 06.00 WIB, cuaca di sejumlah perairan Sumbar diprakirakan didominasi kondisi cerah berawan hingga hujan ringan.
Hujan ringan berpeluang terjadi di perairan Agam sampai Pasaman Barat, Padang hingga Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Barat Siberut, Barat Sipora, serta Barat Pagai.
Dibandingkan periode sebelumnya, kecepatan angin pada periode ini diprakirakan sedikit melemah. Angin bergerak dari arah Timur hingga Barat dengan kecepatan berkisar 2 hingga 9 knots.
Meski kecepatan angin lebih rendah, kondisi gelombang laut tetap perlu diperhatikan. BMKG Maritim Teluk Bayur memprakirakan tinggi gelombang masih berada pada kategori sedang hingga tinggi di sejumlah wilayah.
Gelombang dengan ketinggian hingga 2,5 meter diprediksi melanda perairan Agam sampai Pasaman Barat, Padang hingga Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, dan Barat Sipora.
Sementara itu, potensi gelombang hingga 4 meter masih mengancam beberapa wilayah perairan. Kawasan yang masuk dalam prakiraan tersebut adalah Timur Pagai, Barat Siberut, dan Barat Pagai.
Artinya, meskipun terdapat perubahan arah serta penurunan kecepatan angin, ancaman gelombang tinggi belum sepenuhnya berakhir. Masyarakat pesisir dan pengguna jalur laut tetap perlu memperhatikan perkembangan prakiraan yang dikeluarkan BMKG.
Perairan Sumbar Berpotensi Gelombang 2,5 Meter pada 4-5 September
Pada periode Jumat (4/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 06.00 WIB, kondisi cuaca diprakirakan cenderung cerah berawan hingga hujan ringan.
Potensi hujan ringan secara khusus diprakirakan terjadi di perairan Timur Pagai dan Barat Pagai. Sementara itu, angin kembali diprakirakan bertiup dari arah Tenggara hingga Timur dengan kecepatan 3 sampai 15 knots.
BMKG memberikan catatan khusus terhadap kemungkinan angin kencang dengan kecepatan mencapai 15 knots atau lebih. Potensi tersebut diwaspadai terjadi di wilayah perairan Timur Pagai dan Barat Pagai.
Pada saat yang sama, tinggi gelombang secara umum berada dalam kategori sedang. Namun, potensi gelombang hingga 2,5 meter diprakirakan dapat terjadi di seluruh wilayah perairan yang masuk dalam rilis tersebut.
Wilayah itu mencakup perairan Agam sampai Pasaman Barat, Padang hingga Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Timur Siberut, Timur Sipora, Timur Pagai, Barat Siberut, Barat Sipora, hingga Barat Pagai.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi gelombang 2,5 meter masih menjadi perhatian hingga akhir periode peringatan. Karena itu, masyarakat yang melakukan aktivitas di laut perlu mencermati perkembangan kondisi cuaca dan gelombang sebelum menjalankan kegiatan.
BMKG Rilis Prakiraan Pasang Surut 2 September
Selain prakiraan cuaca, angin, dan gelombang, BMKG Maritim Teluk Bayur turut menyampaikan informasi mengenai siklus pasang surut air laut untuk Rabu (2/9/2026).
Informasi pasang surut tersebut dapat menjadi panduan bagi aktivitas masyarakat di wilayah pesisir. Berdasarkan prakiraan, fase pasang air laut diprediksi berlangsung dalam dua rentang waktu.
Pasang pertama diprakirakan terjadi pada pukul 07.00 hingga 11.00 WIB. Setelah itu, fase pasang kembali diprediksi berlangsung pada malam hari, yakni pukul 19.00 hingga 00.00 WIB.
Sementara itu, fase surut air laut diprakirakan terjadi pada pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Periode surut berikutnya berlangsung pada dini hari, yakni sekitar pukul 02.00 hingga 05.00 WIB.
Informasi mengenai pasang dan surut tersebut menjadi bagian lain dari data maritim yang disampaikan BMKG Maritim Teluk Bayur untuk membantu masyarakat memperoleh gambaran mengenai kondisi laut.
Masyarakat Diminta Pantau Informasi Cuaca
Dengan adanya potensi gelombang hingga 2,5 meter di sejumlah perairan dan gelombang hingga 4 meter di beberapa wilayah tertentu, masyarakat diminta tidak mengabaikan perkembangan informasi cuaca dan kondisi laut.
Peringatan BMKG Maritim Teluk Bayur mencakup beberapa wilayah perairan Sumbar dengan karakteristik cuaca dan gelombang yang berbeda pada setiap periode. Karena itu, informasi terbaru menjadi penting untuk mengetahui perubahan kondisi yang terjadi di lapangan.
Masyarakat juga diimbau terus memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi instansi berwenang. Langkah tersebut diperlukan agar kondisi aktual di lapangan dapat menjadi pertimbangan dalam menjalankan aktivitas, khususnya bagi masyarakat pesisir, nelayan, dan pengguna jalur laut.
Informasi lebih lanjut mengenai perkembangan kondisi maritim dan pembaruan data dapat diakses melalui situs resmi BMKG Maritim di https://maritim.bmkg.go.id.
Peringatan dini ini berlaku dalam rangkaian periode 2 hingga 5 September 2026. Masyarakat di wilayah perairan Sumatera Barat diharapkan tetap memperhatikan informasi terbaru terkait cuaca, angin, gelombang, serta kondisi pasang surut yang disampaikan oleh BMKG Maritim Teluk Bayur. (*)















