Sumbardaily.com, Padang—Wilayah pesisir Kota Padang, Sumatera Barat, kembali diterjang banjir rob pada Jumat malam (7/11/2025).
Peristiwa ini terjadi menyusul peringatan dini yang dikeluarkan oleh BMKG Maritim Teluk Bayur terkait potensi pasang laut dan gelombang tinggi di perairan Kota Padang dan sekitarnya.
Genangan air laut dilaporkan mulai masuk ke daratan sekitar pukul 19.00 WIB. Salah satu kawasan yang terdampak parah adalah Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara.
Di Komplek Wisma Indah I, tinggi genangan air mencapai antara 20 hingga 50 sentimeter. Ketinggian air tersebut tidak hanya merendam jalan utama tetapi juga masuk hingga ke permukiman warga.
Menurut kesaksian salah seorang warga, Doni (42), banjir rob ini merupakan kejadian yang telah berlangsung dua hari berturut-turut.
"Air mulai naik sekitar pukul tujuh malam dan belum surut sampai lewat jam delapan," ungkapnya, menggambarkan cepatnya air laut memasuki kawasan tempat tinggal mereka.
Penyebab Utama: Kombinasi Gelombang Tinggi dan Angin Kencang
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Teluk Bayur, Sahat Mauli Pasaribu, menjelaskan fenomena ini disebabkan oleh kombinasi tiga faktor, yakni gelombang tinggi, angin kencang, dan pasang laut.
"Hempasan gelombang laut akibat angin kencang menjadi pemicu utama masuknya air ke daratan pesisir. Kondisi ini diperparah oleh pasang laut yang masih berlangsung," jelas Sahat pada Jumat malam.
Ia menambahkan, meski intensitas pasang laut diperkirakan akan menurun setelah tanggal 7 November 2025, masyarakat pesisir di Padang dan sekitarnya tetap diimbau untuk waspada.
BMKG Maritim Teluk Bayur secara khusus menekankan peringatan dini kepada masyarakat di beberapa daerah, termasuk Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Painan, dan Kota Padang, agar meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi dampak gelombang tinggi dan angin kencang, terutama pada periode sore hingga malam hari dalam beberapa hari ke depan.
Peringatan ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan masyarakat pesisir Sumatera Barat terhadap potensi dampak dari kondisi cuaca maritim yang ekstrem. (ndi)















