Sumbardaily.com – Legenda Uruguay, Diego Forlan, kembali ke tim nasional dengan peran baru. Mantan penyerang La Celeste tersebut ditunjuk sebagai pelatih tim nasional Uruguay menggantikan Marcelo Bielsa. Selain menangani tim senior, Forlan juga dipercaya melatih tim Uruguay U-20.
Penunjukan tersebut membuat pria kelahiran Montevideo itu kembali berada di lingkungan tim nasional yang pernah dibelanya sebagai pemain. Forlan mencatatkan 112 penampilan bersama Uruguay dengan torehan 36 gol. Dari jumlah tersebut, enam gol dicetaknya dalam 10 pertandingan di ajang Piala Dunia FIFA.
Salah satu periode paling berkesan dalam karier internasional Forlan terjadi pada Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan. Saat itu, ia membantu Los Charruas melaju hingga semifinal. Penampilan apiknya membuat Forlan mendapatkan Bola Emas adidas sebagai pemain terbaik turnamen, mengungguli Wesley Sneijder dan David Villa.
Forlan juga menerima penghargaan Gol Terbaik Turnamen pada Piala Dunia tersebut. Prestasi itu semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu pemain penting Uruguay pada generasi tersebut.
Setahun setelah Piala Dunia 2010, Forlan kembali menjadi bagian penting dari kesuksesan Uruguay. Ia mencetak dua gol ketika Uruguay mengalahkan Paraguay dengan skor 3-0 pada final Copa America CONMEBOL 2011.
Sepanjang kariernya, Forlan dikenal mampu bermain sebagai gelandang serang maupun penyerang. Di level klub, pemain kelahiran Montevideo itu pernah memperkuat sejumlah klub besar, termasuk Manchester United, Villarreal, Atletico Madrid, dan Inter Milan.
Setelah mengakhiri karier sebagai pemain secara permanen pada 2018, Forlan mulai menekuni dunia kepelatihan. Ia sempat menangani Penarol dan Atenas di Uruguay. Di luar sepak bola, Forlan juga menekuni tenis pada sirkuit veteran dan bahkan tampil dalam ATP Uruguay Open 2024.
Kini, tantangan Forlan sebagai pelatih Uruguay tidak ringan. Ia mengambil alih tim setelah kontrak Bielsa berakhir usai kampanye Piala Dunia 2026 yang dinilai kurang mengesankan.
Dalam perjalanan tersebut, Uruguay secara mengejutkan bermain imbang menghadapi Arab Saudi dan Tanjung Verde. Hasil tersebut membuat La Celeste gagal melanjutkan kiprahnya dan tersingkir pada fase grup.
Forlan selanjutnya akan menghadapi agenda besar bersama Uruguay. Salah satunya adalah Copa America 2028. La Celeste akan memburu gelar Copa America pertama mereka dalam 17 tahun.
Selain itu, Uruguay telah memastikan tempat di Piala Dunia 2030. Mereka akan menjadi salah satu negara tuan rumah bersama.
Dalam menjalankan tugasnya bersama tim senior, Forlan akan memiliki sejumlah pemain top Uruguay. Ronald Araujo, Jose Maria Gimenez, Federico Valverde, Giorgian de Arrascaeta, dan Darwin Nunez merupakan sejumlah pemain yang tersedia untuk memperkuat La Celeste.
Kelima pemain tersebut masing-masing memperkuat Barcelona, Atletico Madrid, Real Madrid, Flamengo, dan Al Hilal di level klub.
Selain tim senior, Forlan juga mendapat tugas penting bersama Uruguay U-20. Ia akan berupaya membawa tim muda La Celeste lolos ke Piala Dunia U-20 FIFA tahun depan yang akan digelar bersama oleh Azerbaijan dan Uzbekistan.
Babak kualifikasi zona Amerika Selatan untuk turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung pada awal 2027. Tugas tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Forlan mengingat Uruguay memiliki sejarah kuat di level U-20.
Uruguay pernah menjadi juara Piala Dunia U-20 pada 2023. Namun, mereka tidak berhasil mencapai putaran final pada edisi terakhir.
Forlan sendiri memiliki pengalaman dalam turnamen U-20. Saat masih menjadi pemain, ia membantu Uruguay mengakhiri Piala Dunia U-20 di posisi keempat pada edisi 1999 di Nigeria.
Turnamen tersebut juga diikuti sejumlah pemain yang kemudian menjadi nama besar sepak bola dunia, seperti Stephen Appiah, Esteban Cambiasso, Iker Casillas, Ashley Cole, Tim Howard, Robbie Keane, Seydou Keita, Rafael Marquez, Ronaldinho, Simao Sabrosa, Roque Santa Cruz, dan Xavi.
Dengan pengalaman panjang sebagai pemain internasional, rekam jejak di Piala Dunia, serta pengalaman awal sebagai pelatih, Forlan kini menghadapi babak baru bersama Uruguay. Ia dituntut membangun kembali La Celeste sekaligus menyiapkan generasi berikutnya untuk menghadapi agenda sepak bola internasional.
Penunjukan Forlan juga menjadi kembalinya salah satu ikon sepak bola Uruguay ke tim nasional, kali ini bukan sebagai pemain, melainkan sebagai sosok yang bertanggung jawab menentukan arah permainan dan masa depan La Celeste di level senior maupun U-20. (*)
















