Sumbardaily.com - Upaya pemulihan kehidupan masyarakat pascabencana alam di Kabupaten Agam tidak hanya difokuskan pada perbaikan infrastruktur, tetapi juga diarahkan pada kebangkitan sektor ekonomi warga terdampak.
Untuk mendukung proses tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) tengah menyiapkan berbagai langkah strategis guna membantu masyarakat kembali menjalankan aktivitas usaha mereka.
Komisaris Utama dan Independen PT PNM, Dradjad Hari Wibowo, mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menjajaki kerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Pemerintah Kabupaten Agam untuk merumuskan pola pemulihan ekonomi yang tepat bagi masyarakat yang terdampak bencana.
Hal tersebut disampaikannya saat mengunjungi warga korban bencana di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sabtu (20/6/2026).
Menurut Dradjad, PNM sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor pembiayaan memiliki peran utama dalam mendukung pelaku usaha ultra mikro, mikro, kecil, dan menengah agar dapat kembali menjalankan usahanya setelah mengalami dampak akibat bencana.
“PNM sedang mencari strategi dan formula terbaik bersama BNPB dan Pemkab Agam, bagaimana kami bisa ikut berkontribusi dalam memulihkan ekonomi masyarakat pascabencana,” ujar Dradjad.
Ia menjelaskan bahwa mekanisme bantuan yang dimiliki PNM berbeda dengan pemerintah. Jika pemerintah dapat menyalurkan bantuan langsung maupun hibah, maka PNM menjalankan fungsi pembiayaan usaha melalui sistem permodalan berbentuk pinjaman.
Meski demikian, dukungan yang diberikan tetap diarahkan kepada masyarakat yang memiliki semangat berusaha dan berpotensi mengembangkan usaha produktif sebagai sumber penghidupan.
“Kami sedang mencari model yang tepat untuk membantu pelaku usaha yang terdampak agar bisa memulai kembali usahanya,” katanya.
Dradjad menilai kebangkitan usaha masyarakat menjadi faktor penting dalam proses pemulihan pascabencana. Selain mampu memenuhi kebutuhan keluarga, usaha yang kembali berjalan juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja serta membuka peluang ekonomi baru bagi lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menanggapi kekhawatiran sebagian warga terkait kewajiban membayar cicilan pinjaman di tengah kondisi yang masih sulit akibat bencana yang mereka alami.
Menurutnya, perasaan tersebut merupakan hal yang sangat wajar mengingat masyarakat baru saja menghadapi musibah yang berdampak terhadap kondisi ekonomi mereka.
“Ya wajar mereka merasa berat, karena baru saja tertimpa musibah. Justru karena itu kami sedang mencari siapa yang bisa menjadi gerbong penggerak agar mereka kembali bangkit,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa ketika kondisi masyarakat sudah kembali normal, maka sistem pembiayaan dan kewajiban pinjaman akan berjalan sebagaimana mestinya sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebagai perusahaan milik negara, lanjut Dradjad, PNM tetap harus menjalankan prinsip profesionalisme dan akuntabilitas kepada para pemegang saham. Karena itu, setiap pembiayaan yang diberikan harus memiliki skema yang jelas serta dapat dipertanggungjawabkan.
Meski demikian, PNM berkomitmen untuk terus mencari model pembiayaan yang lebih fleksibel dan mampu meringankan beban masyarakat terdampak bencana sehingga proses pemulihan ekonomi dapat berlangsung lebih cepat dan berkelanjutan.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya pulih dari bencana, tetapi juga mampu bangkit dan membangun kembali kehidupan ekonominya dengan lebih kuat,” tuturnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Dr Mhd Lutfi, menyambut baik kehadiran PNM yang dinilai menjadi bentuk kepedulian nyata terhadap warga yang tengah berupaya bangkit dari dampak bencana.
Menurutnya, pemulihan pascabencana harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Aspek ekonomi masyarakat juga perlu menjadi perhatian agar aktivitas usaha dan sumber penghasilan warga dapat kembali berjalan.
“Pemerintah Kabupaten Agam terus berupaya melakukan pemulihan secara menyeluruh. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk PNM sebagai lembaga pembiayaan yang fokus pada pelaku usaha mikro dan ultra mikro, sangat kami harapkan untuk mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat,” katanya.
Lutfi berharap penjajakan kerja sama yang dilakukan antara PNM, BNPB, dan Pemerintah Kabupaten Agam dapat menghasilkan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
Ia optimistis kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat akan menjadi kunci penting dalam mempercepat proses pemulihan di daerah tersebut.
“Kami optimistis, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat, proses pemulihan bencana dapat berjalan lebih cepat. Yang terpenting adalah bagaimana masyarakat bisa kembali berusaha, memperoleh penghasilan dan menata kehidupan mereka pascabencana,” tuturnya. (*)
















