Sumbardaily.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Barat dalam status waspada terhadap potensi curah hujan tinggi pada Dasarian II Juni 2026.
Peringatan tersebut menjadi perhatian karena sebagian wilayah Sumbar saat ini telah memasuki musim kemarau.
Dalam istilah meteorologi, dasarian merupakan periode waktu selama 10 hari dalam satu bulan. Setiap bulan dibagi menjadi tiga dasarian, yakni Dasarian I (tanggal 1-10), Dasarian II (tanggal 11-20), dan Dasarian III (tanggal 21 hingga akhir bulan).
Berdasarkan bahan BMKG yang dikutip pada Senin (15/6/2026), peringatan dini curah hujan tinggi untuk Dasarian II Juni 2026 berlaku pada klasifikasi waspada di beberapa daerah di Sumatera Barat, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Utara. Sementara itu, tidak ada wilayah yang masuk kategori siaga maupun awas.
Di sisi lain, hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya indikasi kondisi El Nino. Pada Dasarian I Juni 2026, nilai Sea Surface Temperature Anomaly (SSTA) di wilayah Nino3.4 secara dasarian mencapai +1,4 dan secara bulanan sebesar +1,00, yang mengindikasikan terjadinya El Nino Condition.
Adapun indeks Indian Ocean Dipole (IOD) pada Dasarian I Juni 2026 tercatat sebesar -0,49 dan secara bulanan mencapai -0,56. Meskipun nilai indeks bulanan telah melampaui batas normal, BMKG menyebut kondisi tersebut belum dapat dikategorikan sebagai fenomena IOD negatif karena baru berlangsung selama satu bulan.
Analisis curah hujan pada Dasarian I Juni 2026 menunjukkan kondisi yang bervariasi. Curah hujan dengan kategori sangat tinggi hanya mencapai 0,02 persen, kategori tinggi 1,99 persen, kategori menengah 41,51 persen, dan kategori rendah mendominasi dengan persentase 56,25 persen.
Sementara itu, sifat hujan pada periode yang sama didominasi kategori bawah normal sebesar 68,75 persen. Kemudian, kategori jauh di atas normal tercatat 7,25 persen, di atas normal 8,77 persen, dan normal sebesar 15,24 persen.
BMKG juga mencatat sebanyak 33,3 persen wilayah Indonesia atau setara dengan 233 Zona Musim (ZOM) telah memasuki musim kemarau. Wilayah tersebut mencakup sebagian Aceh, Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Kepulauan Riau, Lampung, hingga sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, serta sejumlah daerah di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.
Untuk periode Juni II hingga Juli I 2026, curah hujan secara umum diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah atau berkisar 0-150 milimeter per dasarian. Pada Juli I 2026, sebagian besar Pulau Sumatera diperkirakan mengalami curah hujan kategori rendah atau kurang dari 50 milimeter per dasarian.
BMKG juga memprediksi peluang curah hujan kurang dari 50 milimeter per bulan di sebagian wilayah Sumatera Barat pada Agustus hingga September 2026. Bahkan pada Oktober 2026, peluang hujan rendah diperkirakan terjadi di Kepulauan Mentawai.
Meski demikian, potensi hujan tinggi pada Dasarian II Juni 2026 menunjukkan bahwa masyarakat Sumatera Barat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca yang masih dinamis di tengah berlangsungnya musim kemarau. (*)
















