Sumbardaily.com - Kekalahan tipis yang dialami PSP Padang pada pertandingan perdana Grup H Putaran Nasional Liga 4 Nasional belum menutup peluang tim berjuluk Pandeka Minang tersebut untuk melangkah ke babak berikutnya.
Meski harus menelan hasil pahit usai takluk 0-1 dari Mataram Utama, optimisme justru masih mengalir kuat di kubu PSP menjelang dua pertandingan krusial yang tersisa.
Satu-satunya gol dalam pertandingan yang berlangsung pada 30 Mei itu tercipta melalui titik penalti pada menit-menit akhir laga.
Hasil tersebut membuat PSP Padang harus memulai perjuangannya di Grup H dengan kekalahan dan sementara menempati posisi keempat atau juru kunci klasemen.
Namun, situasi tersebut belum membuat pelatih maupun jajaran pengurus kehilangan keyakinan. Pelatih PSP Padang, Joni Efendi, menegaskan bahwa tanggungjawab atas hasil pertandingan sepenuhnya berada di pundaknya sebagai pelatih.
"Apapun hasil di lapangan itu murni tanggung jawab pelatih. Dan saya sebagai pelatih yakin kami bisa menyapu bersih dua laga tersisa dengan kemenangan," katanya.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa PSP Padang memilih segera bangkit ketimbang larut dalam kekecewaan. Apalagi, peluang lolos ke babak 32 besar masih terbuka lebar apabila tim mampu meraih kemenangan pada dua pertandingan berikutnya.
Laga terdekat akan mempertemukan PSP Padang dengan Persenga Nganjuk di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (2/6/2026) pukul 15.30 WIB waktu setempat. Setelah itu, PSP akan menghadapi ASIOP di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Jumat (5/6/2026).
Dukungan moral juga datang dari kapten tim, Agung Wicaksana. Pemain berusia 28 tahun tersebut mengajak seluruh rekan setimnya untuk segera melupakan hasil buruk di laga pertama dan memusatkan perhatian pada dua pertandingan penentuan.
"Kita gaskan dua pertandingan, insya Allah PSP bisa lolos. Lupakan pertandingan tadi, mari fokus dan bekerja lebih keras lagi kawan kawan," ucapnya.
Optimisme serupa juga disampaikan Ketua Umum PSP melalui Ketua Harian Osman Ayub. Menurutnya, performa yang diperlihatkan para pemain saat menghadapi Mataram Utama masih memberikan harapan besar untuk bangkit pada laga berikutnya.
"Kami yakin dan optimis, pemain akan bangkit dan membalikkan keadaan untuk menang di laga berikutnya. Pelatih tentu telah memiliki resep jitu untuk mengalahkan Persenga Nganjuk di laga selasa lusa. Pak Walikota yang telah mengetahui hasil kekalahan PSP, juga menyemangati pengurus dan pelatih PSP untuk terus berjuang agar dapat mengalahkan lawan di dua laga berikutnya," ucapnya.
Osman menilai kekalahan yang dialami PSP Padang lebih dipengaruhi faktor nonteknis setelah gol kemenangan lawan lahir dari titik penalti pada penghujung pertandingan.
Karena itu, ia meyakini para pemain dan pelatih sudah melupakan hasil tersebut dan fokus menatap pertandingan selanjutnya.
"Persoalan non-teknis seperti melawan Mataram Utama kemarin, dimana PSP kalah karena penalti yang berbuah gol di menit akhir. Kami yakini telah dilupakan oleh pemain dan pelatih. Apalagi sorotan netizen dan pecinta sepakbola di seluruh Indonesia diyakini akan membuat Liga empat akan semakin sportif," katanya.
Persaingan di Grup H sejauh ini juga menunjukkan ketatnya kualitas seluruh peserta. Dari dua pertandingan awal grup tersebut, hanya satu laga yang menghasilkan gol, yakni kemenangan Mataram Utama atas PSP Padang melalui penalti. Sementara pertandingan antara ASIOP dan Persenga Nganjuk berakhir tanpa gol.
Minimnya produktivitas gol menjadi gambaran bahwa keempat tim memiliki organisasi pertahanan yang solid. Kondisi itu membuat setiap peluang kecil dapat menjadi penentu hasil pertandingan.
Meski demikian, kubu PSP Padang mengaku telah melakukan analisis terhadap calon lawan berikutnya. Tim pelatih bahkan mengklaim telah menemukan kelemahan yang dapat dimanfaatkan saat menghadapi Persenga Nganjuk.
"Kami sudah melihat cuplikan pertandingan ASIOP versus Persenga Nganjuk. Ada celah yang bisa kita eksploitasi di lini pertahanan Persenga. Mohon do'a dan dukungan dari seluruh pecinta PSP dan sepakbola ranah minang."
Dengan dua pertandingan tersisa, PSP Padang kini menghadapi misi yang tidak mudah. Namun, kemenangan atas Persenga Nganjuk dan ASIOP akan membuka jalan bagi tim kebanggaan Kota Padang tersebut untuk melanjutkan perjuangan di putaran nasional Liga 4 dan menjaga asa menembus babak 32 besar. (*)
















