Sumbardaily.com - Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Pasaman menilai capaian pembangunan daerah selama setahun terakhir menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Sejumlah indikator strategis mengalami peningkatan sehingga memberikan optimisme terhadap arah pembangunan di daerah tersebut.
Penilaian itu disampaikan Kepala BPS Kabupaten Pasaman, Nita Andriani, di sela Konferensi Pers Bupati dan Wakil Bupati Pasaman yang berlangsung di Balerong Pusako Anak Nagari, Senin (25/6/2026).
Menurut Nita Andriani, kondisi pembangunan Kabupaten Pasaman saat ini dinilai berada pada jalur yang tepat atau on the track. Hal itu terlihat dari membaiknya sejumlah data kesejahteraan masyarakat yang tercatat dalam indikator pembangunan daerah.
Salah satu capaian yang menjadi sorotan adalah menurunnya angka kemiskinan di Kabupaten Pasaman menjadi 6,02 persen. Selain itu, tingkat ketimpangan ekonomi juga mengalami penurunan yang tercermin dari Koefisien Gini sebesar 0,207.
Tak hanya itu, kualitas pembangunan manusia di Pasaman juga menunjukkan peningkatan. Berdasarkan data BPS, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pasaman naik dari 70,61 menjadi 71,57.
BPS menilai peningkatan berbagai indikator tersebut menjadi bukti bahwa program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Pasaman mulai memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Pembangunan yang berkualitas tentu harus didukung oleh data yang akurat, mutakhir, terpadu, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Nita Andriani.
Ia menjelaskan, BPS sebagai lembaga penyedia data statistik sekaligus pembina Sistem Data Indonesia (SDI) mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Pasaman yang menjadikan data sebagai dasar dalam perencanaan dan evaluasi pembangunan.
Menurutnya, penguatan tata kelola data sektoral menjadi langkah penting agar proses perencanaan, penganggaran, monitoring hingga evaluasi pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Ke depan, BPS berharap sinergi dengan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Pasaman dapat terus diperkuat, terutama dalam mewujudkan sistem data yang terintegrasi dan berkualitas.
Selain menyoroti pentingnya data, BPS juga mendorong pemerintah daerah agar terus memperkuat sektor unggulan daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
BPS turut mendorong peningkatan pemberdayaan UMKM, penguatan investasi, serta perluasan lapangan kerja guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Pasaman.
Di sisi lain, peningkatan kualitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian utama. Hal itu dapat dilakukan melalui penguatan sektor pendidikan, kesehatan, serta peningkatan keterampilan masyarakat.
Nita Andriani juga menegaskan pentingnya pemerataan pembangunan infrastruktur dan layanan dasar untuk mengurangi kesenjangan antarwilayah maupun kelompok masyarakat.
Melalui dukungan data statistik yang berkualitas dan pembinaan statistik sektoral, BPS menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan Kabupaten Pasaman menuju daerah yang maju, sejahtera, inklusif, dan berkelanjutan. (*)
















