Sumbardaily.com – Setelah menghilang dari industri musik selama satu dekade, The Alastair akhirnya kembali menyapa pendengar lewat single terbaru berjudul “Silence”. Menariknya, lagu anyar tersebut tampil jauh berbeda dari identitas musik yang selama ini melekat pada band tersebut.
The Alastair yang sebelumnya dikenal melalui karakter musik Psychedelic Alternative bernuansa rebellious kini mencoba menghadirkan warna baru lewat genre Dream Pop yang terdengar lebih emosional, atmosferik, dan dewasa.
Perubahan arah musikal itu menjadi penanda perjalanan baru band yang digawangi Reuben Elishama (Vocal/Rhythm), Alfa Polii (Lead Guitar), Deyna Parzada (Bass), dan Aria Wijaksana (Drum).
Single “Silence” disebut menjadi karya yang merefleksikan kedewasaan para personel setelah melewati perjalanan panjang selama 10 tahun vakum. Nuansa yang dihadirkan dalam lagu ini terasa lebih tenang, mendalam, dan jujur dibandingkan karya-karya mereka sebelumnya.
Secara cerita, “Silence” mengangkat tema mengenai kepercayaan dan keteguhan hati. Lagu tersebut berbicara tentang banyak hal yang belum sempat diungkapkan, tetapi harus dipisahkan oleh jarak dan waktu yang akhirnya mengubah segalanya.
Meski demikian, lagu ini juga menyampaikan pesan bahwa sesuatu yang hilang dapat kembali jika masih ada keyakinan dan keteguhan dari salah satu pihak.
Aransemen musik dalam “Silence” dibuat dengan pendekatan minimalis namun tetap modern. Meski mengalami perubahan genre menjadi Dream Pop, The Alastair tetap mempertahankan karakter atmosferik yang selama ini menjadi ciri khas mereka.
Salah satu hal yang membuat “Silence” terasa berbeda adalah proses penciptaannya. Lagu ini dibuat sepenuhnya oleh sang drummer, Aria Wijaksana. Dalam perjalanan karier The Alastair, hal tersebut menjadi sesuatu yang baru karena untuk pertama kalinya sebuah lagu lahir dari tangan personel yang berada di balik drum.
Perubahan itu sekaligus memperlihatkan eksplorasi baru yang dilakukan The Alastair dalam proses kreatif mereka setelah vakum cukup panjang dari industri musik.
Tidak hanya dari sisi musik, kekuatan lain dari “Silence” juga terasa pada bagian lirik. Lagu ini menggunakan perpaduan Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia dengan gaya penulisan yang bebas dan tidak terpaku pada pola rima tertentu. Pendekatan tersebut membuat lirik terdengar lebih natural dan dekat dengan cara bertutur generasi muda saat ini.
Salah satu penggalan lirik yang menjadi sorotan berbunyi, “Don’t cry not tonight, biarkan gelap memelukmu, if you’re breaking inside, kau tak harus kuat sendiri.”
Lirik tersebut dinilai mampu merepresentasikan bahasa emosional generasi muda yang lebih terbuka dalam mengekspresikan perasaan dan kerentanan diri.
Sebagai salah satu band indie yang sempat memiliki tempat di masanya, The Alastair berharap “Silence” dapat menjadi karya yang relevan dengan perkembangan industri musik Indonesia saat ini. Band tersebut juga ingin menunjukkan bahwa vakum panjang bukan menjadi penghalang untuk terus berkarya dan mengikuti perubahan zaman.
Melalui single ini, The Alastair mencoba menghadirkan karya yang lebih luas secara musikal sekaligus tetap mempertahankan identitas emosional mereka sebagai band dengan nuansa atmosferik yang kuat.
Kembalinya The Alastair lewat “Silence” juga menjadi momentum baru bagi penggemar lama maupun pendengar generasi baru yang tumbuh di tengah perkembangan musik indie Indonesia yang semakin dinamis.
Single “Silence” dijadwalkan resmi dirilis pada 1 Mei 2026 dan akan tersedia di seluruh platform digital. (*)
















