Sumbardaily.com - Kebakaran rumah terjadi di kawasan perbukitan padat penduduk di Bukit Gado-gado, Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang, Rabu (6/5/2026) sore. Peristiwa ini diduga dipicu sambaran petir saat kondisi cuaca hujan, sehingga memicu api yang dengan cepat membakar bangunan.
Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali dilaporkan seorang saksi bernama Ridwan (31) ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang pada pukul 15.15 WIB.
Selang tiga menit kemudian, tepatnya pukul 15.18 WIB, unit langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Petugas tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 15.25 WIB setelah menempuh jarak sekitar 4,7 kilometer.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana (Kabid Ops Sarpras) Damkar Kota Padang, Rinaldi mengatakan, proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.25 WIB.
"Sebanyak enam armada dan 70 personel dikerahkan untuk menjinakkan api di lokasi yang memiliki medan cukup sulit," katanya.
Berdasarkan kronologi kejadian, saksi bernama Ridwan melihat asap dan api muncul dari rumah tetangganya. Warga sekitar menduga kebakaran dipicu oleh sambaran petir yang mengenai rumah tersebut. Saksi kemudian segera melaporkan kejadian itu ke Damkar Kota Padang untuk penanganan lebih lanjut.
"Lokasi kebakaran berada di RT 4 RW 2, Kelurahan Bukit Gado-gado. Area tersebut dikenal sebagai kawasan padat penduduk yang berada di atas perbukitan, dengan akses jalan sempit, menanjak dan cukup terjal. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman," katanya.
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah dengan luas sekitar 6 x 8 meter persegi mengalami kerusakan berat. Rumah tersebut diketahui milik Manis (68), seorang ibu rumah tangga.
"Meski bangunan hangus terbakar, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Penghuni rumah yang berjumlah satu orang juga dilaporkan tidak mengungsi," katanya.
Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp150 juta. Namun, petugas berhasil menyelamatkan aset dengan nilai sekitar Rp750 juta dari potensi dampak kebakaran yang lebih luas.
Setidaknya lima bangunan lain di sekitar lokasi sempat terancam terdampak, dengan luas area risiko mencapai 12 x 16 meter persegi.
Selain Damkar Kota Padang, sejumlah pihak turut terlibat dalam penanganan di lapangan, di antaranya PLN, Polri, TNI, Camat Padang Selatan, lurah setempat, serta Kelompok Siaga Bencana (KSB).
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut. Namun dugaan awal mengarah pada sambaran petir yang terjadi saat kondisi hujan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan disertai petir. Warga juga diingatkan untuk segera melapor melalui layanan darurat jika menemukan tanda-tanda kebakaran," tuturnya. (adl)
















