Sumbardaily.com - Seorang mahasiswa tingkat akhir Politeknik Negeri Padang (PNP) ditemukan meninggal dunia dengan cara gantung diri di kamar kos kawasan Jawa Gadut, Kelurahan Limau Manis, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Sabtu (11/4/2026) pagi.
Korban diketahui bernama Febrintino Dwi Awan (23), seorang mahasiswa asal Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Sumatera Barat (Sumbar). Penemuan jenazah ini bermula dari kekhawatiran pihak keluarga yang tidak mendapatkan kabar dari korban.
Kapolsek Pauh, AKP Edi Harto, menjelaskan bahwa pihaknya menerima informasi terkait temuan tersebut sekitar pukul 09.30 WIB. Mendapat laporan itu, jajaran Polsek Pauh bersama personel terkait langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan.
"Di lokasi, petugas mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung menggunakan tali yang terikat di pintu kamar mandi dalam kamar kosnya. Kami kemudian segera mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), melakukan dokumentasi, serta mengumpulkan bahan keterangan dari sejumlah saksi," katanya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh pemilik kos, Mesi (25), setelah menerima pesan WhatsApp dari orang tua korban. Dalam pesan tersebut, keluarga meminta bantuan untuk mengecek kondisi korban karena sudah lama tidak memberikan kabar.
Menindaklanjuti permintaan tersebut, Mesi mendatangi kamar kos korban. Ia sempat memanggil dan mengetuk pintu, namun tidak mendapat respons. Setelah beberapa kali mencoba tanpa hasil, ia akhirnya menggunakan kunci cadangan untuk membuka pintu kamar.
Saat pintu terbuka, Mesi terkejut mendapati korban sudah dalam kondisi tergantung di pintu kamar mandi. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak berwenang.
"Selanjutnya, tim dari Polsek Pauh bersama Piket Pamapta Polresta Padang dan Unit Identifikasi langsung melakukan olah TKP. Setelah proses pemeriksaan awal selesai, jenazah korban dimasukkan ke dalam kantong jenazah dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis," ujar Kapolsek.
"Polisi melakukan pendalaman untuk mengetahui latar belakang kejadian tersebut," pungkasnya. (adl)
















