BPS: Emas Perhiasan dan Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar

BPS: Emas Perhiasan dan Cabai Merah Picu Inflasi Sumbar

Pedagang cabai di Pasar Pusat Padang Panjang merapikan dagangannya. (Foto: Kominfo Padang Panjang)

Sumbardaily.com – Perkembangan harga di Sumatera Barat (Sumbar) pada Februari 2026 menunjukkan adanya kenaikan inflasi secara bulanan. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat inflasi month-to-month (m-to-m) sebesar 0,30 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Meski terjadi inflasi secara bulanan, secara tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) Sumbar justru mencatat deflasi sebesar 0,85 persen. Sementara secara tahunan atau year-on-year (y-on-y), inflasi di wilayah tersebut tercatat mencapai 4,39 persen.

Kepala BPS Sumbar, Nurul Hasanudin, mengatakan beberapa kelompok pengeluaran menjadi pemicu utama kenaikan inflasi pada Februari 2026.

“Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi penyumbang inflasi terbesar secara bulanan, dengan inflasi sebesar 2,58 persen dan memberikan andil sebesar 0,14 persen,” ujar Nurul Hasanudin, dalam keterangan resmi dikutip Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, komoditas yang paling dominan mendorong kenaikan harga pada kelompok tersebut adalah emas perhiasan.

Selain itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga turut memberikan kontribusi cukup besar terhadap inflasi di Sumbar. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,80 persen dengan andil inflasi sebesar 0,14 persen.

“Inflasi pada kelompok ini dipengaruhi oleh tarif air minum PAM yang kembali ke harga normal setelah sebelumnya mendapatkan diskon dari PDAM Kota Padang,” jelasnya.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga tercatat mengalami inflasi meskipun dengan kontribusi yang lebih kecil. Kelompok ini mengalami inflasi sebesar 0,06 persen dengan andil sebesar 0,02 persen terhadap inflasi bulanan.

Dalam kelompok ini, sejumlah komoditas pangan menjadi penyumbang utama kenaikan harga. Cabai merah tercatat sebagai komoditas dengan kontribusi inflasi paling dominan.

“Cabai merah mengalami inflasi sebesar 14,54 persen dengan andil sebesar 0,26 persen. Selain itu, daging ayam ras mengalami inflasi 2,70 persen dengan andil 0,04 persen, dan jengkol mengalami inflasi 23,67 persen dengan andil 0,04 persen,” kata Nurul.

Selain kelompok tersebut, sejumlah kelompok pengeluaran lain juga mengalami inflasi, seperti kelompok pakaian dan alas kaki, perlengkapan serta pemeliharaan rutin rumah tangga, kelompok kesehatan, informasi dan komunikasi, jasa keuangan, rekreasi dan budaya, pendidikan, hingga penyediaan makanan dan minuman.

Sementara itu, kelompok transportasi menjadi satu-satunya kelompok yang mengalami deflasi pada periode Februari 2026.

Jika dilihat berdasarkan wilayah, tiga dari empat kabupaten dan kota yang menjadi cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Sumbar mengalami inflasi secara bulanan.

Inflasi tertinggi tercatat di Kabupaten Dharmasraya sebesar 0,85 persen. Selanjutnya diikuti Kota Bukittinggi sebesar 0,50 persen dan Kota Padang sebesar 0,32 persen.

Sementara itu, Kabupaten Pasaman Barat menjadi satu-satunya daerah yang mengalami deflasi secara bulanan dengan angka sebesar 0,13 persen.

Adapun secara tahunan atau year-on-year, inflasi tertinggi terjadi di Kota Bukittinggi sebesar 5,17 persen. Kemudian disusul Kabupaten Dharmasraya sebesar 4,84 persen, Kota Padang sebesar 4,42 persen, dan Kabupaten Pasaman Barat sebesar 3,81 persen.

Data BPS Sumbar tersebut menunjukkan bahwa pergerakan harga sejumlah komoditas, terutama cabai merah, masih menjadi faktor penting dalam dinamika inflasi di Sumbar sepanjang Februari 2026. (*)

Baca Juga

BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada
BMKG: Potensi Hujan Sumbar Sepekan ke Depan Menurun, Ini Wilayah yang Tetap Perlu Waspada
Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026
Riset Unand Ungkap Upaya Pengendalian Pencemaran Muara Batang Arau di ICOEE 2026
Petugas Perumda Air Minum Kota Padang melakukan penanganan terhadap gangguan intake air baku setelah sejumlah titik tertimbun material banjir pasca hujan deras.
Empat Intake Air Minum Padang Tertimbun Material Banjir Pasca Hujan Deras, Distribusi Terganggu
12.128 mahasiswa baru Universitas Negeri Padang mengikuti PKKMB 2026 yang dilaksanakan dalam empat gugus.
12.128 Mahasiswa Baru UNP Masuk Kampus, Materi PKKMB Makin Relevan dengan Era Digital
Harga Emas Terbaru Selasa 4 Agustus 2026, Ini Rincian Jual dan Buyback
Harga Emas Terbaru Selasa 4 Agustus 2026, Ini Rincian Jual dan Buyback
Gugatan Aturan Perpanjangan SIM Bergulir di MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Masa Tenggang
Gugatan Aturan Perpanjangan SIM Bergulir di MK, Pemohon Soroti Ketiadaan Masa Tenggang