Menata Kawasan Kumuh Pesisir Padang, Proyek Rp9 Miliar Ubah Wajah Pasia Nan Tigo

Menata Kawasan Kumuh Pesisir Padang, Proyek Rp9 Miliar Ubah Wajah Pasia Nan Tigo

Wali Kota Padang, Fadly Amran meninjau penataan kawasan kumuh yang berada di kawasan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah pada Senin (19/1/2026) siang. (Dok. Prokopim)

Sumbardaily.com, Padang - Upaya penanganan kawasan kumuh di Kota Padang terus menunjukkan perkembangan signifikan.

Pemerintah Kota (Pemko) Padang bersama pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mempercepat penataan pemukiman kumuh di RW 03 Pasir Sebelah, Kelurahan Pasia Nan Tigo, Kecamatan Koto Tangah, kawasan pesisir yang selama ini menjadi salah satu titik prioritas penanganan.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, meninjau langsung progres pekerjaan tersebut pada Senin (19/1/2026). Kunjungan itu dilakukan untuk memastikan kualitas dan capaian pembangunan infrastruktur dasar yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di kawasan tersebut.

Dalam peninjauan lapangan, sejumlah infrastruktur telah terbangun, mulai dari jalan lingkungan, sistem drainase, fasilitas sanitasi hingga rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Penataan kawasan kumuh ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik lingkungan, tetapi juga pada penciptaan permukiman yang lebih sehat, aman, dan layak huni bagi warga pesisir.

Fadly Amran menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat yang dinilai berperan penting dalam percepatan penanganan kawasan kumuh di Padang.

Ia menegaskan bahwa komitmen pemerintah daerah sejalan dengan upaya nasional dalam menekan luasan kawasan kumuh perkotaan.

“Pemko Padang berkomitmen menghadirkan lingkungan permukiman yang bersih, sehat, dan layak huni. Dukungan Kementerian PKP sangat membantu percepatan penuntasan kawasan kumuh di Kota Padang,” ujar Fadly Amran.

Dari sisi teknis, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker Perumahan dan Kawasan Pemukiman Balai Penyedia Sumatera III Kementerian PKP, Aliasmi Zesra, menjelaskan bahwa penataan kawasan kumuh Pasia Nan Tigo mencakup pembangunan jalan lingkungan sepanjang 712 meter, pembangunan saluran drainase sepanjang 3.167 meter, rehabilitasi 11 unit rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), serta pembangunan fasilitas sanitasi di 52 titik.

“Rehabilitasi rumah, sanitasi, dan jalan lingkungan telah rampung. Sementara pembangunan saluran air sempat mengalami keterlambatan, namun seluruh pekerjaan ditargetkan selesai pada 29 Januari 2026,” katanya.

Proyek ini berasal dari usulan Pemko Padang yang kemudian disetujui oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kemen PKP).

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Kadis PKP) Kota Padang, Raf Indria, menyebutkan bahwa total bantuan yang dialokasikan untuk penataan kawasan kumuh Pasia Nan Tigo mencapai sekitar Rp9 miliar.

Pendanaan tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Selain itu, Pemerintah Kota Padang turut memberikan dukungan tambahan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna menyempurnakan infrastruktur yang dibangun serta menambah bantuan bedah rumah bagi masyarakat.

“Selain bantuan APBN, Pemko Padang juga menambah dukungan melalui APBD untuk penyempurnaan infrastruktur dan tambahan bantuan bedah rumah bagi masyarakat,” tutup Raf Indria.

Penataan kawasan kumuh ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam menciptakan lingkungan permukiman pesisir yang lebih tertata, sekaligus memperkuat ketahanan sosial dan kesehatan masyarakat di Kota Padang. (red)

Baca Juga

Padang Siap Lepas Landas Internasional Menuju Kota Gastronomi
Padang Siap Lepas Landas Internasional Menuju Kota Gastronomi
Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir menghadiri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Sumatera di Kota Batam.
Dapat Penghargaan dari Kemendagri, Pemko Padang Incar Piala Adipura dan Kota Terbersih Nasional
Camat Kuranji Rozaldi Rosman mengikuti pendataan susulan warga terdampak banjir di Kelurahan Gunung Sarik, Kota Padang.
Data Korban Banjir Padang Belum Lengkap, Pemko Siapkan Pendataan Ulang untuk Bantuan Susulan
Delegasi Korea Selatan dan KEITI meninjau potensi gas metan pada sel sampah tidak aktif di TPA Aie Dingin Padang.
Ada Harta Karun di Balik Tumpukan Sampah TPA Aie Dingin Padang, Gas Metan Dibidik jadi Listrik
Pemko Padang Siapkan Ratusan Rumah Permanen, Korban Banjir Bandang tak Lagi Bergantung pada Huntara
Pemko Padang Siapkan Ratusan Rumah Permanen, Korban Banjir Bandang tak Lagi Bergantung pada Huntara
Banjir Padang Berulang, Pemko Matangkan Penanganan Jangka Panjang Bersama Satgas PRR
Banjir Padang Berulang, Pemko Matangkan Penanganan Jangka Panjang Bersama Satgas PRR