Sumbardaily.com, Agam – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Agam menyalurkan bantuan paket pakaian sekolah lengkap bagi anak-anak yang terdampak bencana alam sebagai upaya menjaga keberlanjutan pendidikan pascabencana. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik kembali menjalani aktivitas belajar dengan layak dan penuh percaya diri, terutama menjelang dimulainya semester baru.
Penyaluran bantuan dilakukan pada Minggu (4/1/2025) dengan menyasar anak didik di Kecamatan Palembayan. Sebanyak 97 paket pakaian sekolah lengkap diserahkan kepada siswa SDN 05 Kayu Pasak. Bantuan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan kebutuhan dasar pendidikan anak-anak tetap terpenuhi di tengah kondisi pemulihan pascabencana.
Bantuan paket pakaian sekolah tersebut diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, bersama unsur pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Brigjen Pol (Purn) Ary Laksmana Widjaja, serta unsur terkait lainnya. Kehadiran jajaran pemerintah dan BNPB menunjukkan sinergi lintas sektor dalam penanganan dampak bencana, khususnya di bidang pendidikan.
Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan bahwa bantuan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat belajar anak-anak yang terdampak bencana, terutama saat mereka akan kembali masuk sekolah setelah libur semester.
“Dengan disalurkannya bantuan ini, semoga anak-anak kita kembali bersemangat untuk sekolah memasuki semester baru pascabencana,” ujar Muhammad Iqbal.
Ia menegaskan, bantuan paket pakaian sekolah tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SDN 05 Kayu Pasak, tetapi juga akan disalurkan kepada seluruh anak didik terdampak bencana di Kabupaten Agam. Pemerintah daerah, katanya, telah berkomitmen untuk memastikan anak-anak tetap dapat mengikuti proses belajar mengajar dengan kondisi yang layak.
“Ini sudah menjadi komitmen kita, bagaimana anak didik yang terdampak bencana sebulan lalu diberikan bantuan, supaya mereka tetap bisa mengikuti proses belajar mengajar dengan tenang dan percaya diri,” katanya.
Muhammad Iqbal mengaku prihatin melihat kondisi anak-anak yang akan kembali bersekolah pascalibur semester, terlebih di tengah situasi sejumlah sekolah yang mengalami kerusakan akibat bencana alam. Bahkan, sebagian fasilitas sekolah masih digunakan sebagai tempat pengungsian warga terdampak.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, Pemkab Agam tengah mengupayakan percepatan pembangunan hunian sementara bagi pengungsi. Langkah ini dilakukan agar aktivitas belajar mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak dapat kembali berjalan sebagaimana mestinya.
“Kita berupaya secepatnya membangun hunian sementara bagi pengungsi, agar sekolah-sekolah bisa kembali berfungsi sebagaimana mestinya,” jelasnya.
Selain penyaluran bantuan pakaian sekolah, Pemkab Agam juga telah mengambil sejumlah kebijakan untuk memastikan proses pendidikan tetap berlangsung. Kebijakan tersebut antara lain dengan menggabungkan sementara kegiatan belajar siswa dari sekolah yang rusak ke sekolah lain yang masih memungkinkan, serta membangun sekolah darurat.
“Dalam kondisi apa pun, anak-anak harus tetap mendapatkan pendidikan. Mereka adalah harapan orang tua dan bangsa ini di masa mendatang,” tegas Muhammad Iqbal.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam, Andri, menyampaikan bahwa bencana alam yang melanda daerah tersebut telah menyebabkan beberapa sekolah mengalami kerusakan. Kondisi ini berdampak langsung pada kelangsungan proses belajar mengajar.
Untuk menjaga keberlanjutan pendidikan, pihaknya akan membangun sekolah darurat sebagai solusi sementara. Selain itu, sebagian kegiatan belajar mengajar akan dipindahkan ke Madrasah Diniyah Awaliyah (MDA) serta digabungkan dengan sekolah lain yang masih memungkinkan digunakan.
“Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, kita akan membangun sekolah darurat. Selain itu, sebagian kegiatan belajar dipindahkan ke MDA, serta digabungkan dengan sekolah lain yang masih memungkinkan,” ujar Andri.
Ia menambahkan, untuk penanganan jangka panjang terhadap sekolah-sekolah yang rusak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Agam akan mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat.
“Terkait sekolah yang rusak, kita akan meminta bantuan kepada pemerintah pusat, agar sekolah-sekolah ini bisa diperbaiki atau dibangun kembali,” katanya.
Andri juga menyebutkan bahwa secara keseluruhan, jumlah anak didik yang akan menerima bantuan paket pakaian sekolah di Kabupaten Agam mencapai lebih dari 1.800 orang dari seluruh jenjang pendidikan.
“Mereka berasal dari tingkat pendidikan PAUD/TK, SD, SMP hingga SMA,” terangnya.
Melalui penyaluran bantuan paket pakaian sekolah, pembangunan sekolah darurat, serta kebijakan relokasi sementara kegiatan belajar, Pemkab Agam memastikan tidak ada anak yang kehilangan hak atas pendidikan meskipun berada dalam situasi pascabencana. (red)
















