Sumbardaily.com, Padang – Banjir yang melanda Kota Padang pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius terhadap kondisi infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan dengan lubang menganga yang dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, baik pengendara roda dua maupun roda empat.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Padang langsung melakukan langkah perbaikan melalui kegiatan penambalan jalan atau patching. Upaya ini dilakukan sebagai respons cepat untuk mencegah risiko kecelakaan akibat jalan berlubang pascabanjir.
Kepala Dinas PUPR Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengatakan bahwa kegiatan penambalan jalan sudah berjalan sejak beberapa hari terakhir dan terus dilakukan secara bertahap. Perbaikan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan cukup parah dan dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan.
“Kita sedang melakukan patching di jalan yang berlubang,” ujar Tri Hadiyanto, dikutip Senin (22/12/2025).
Penambalan jalan telah dilakukan di berbagai lokasi strategis. Beberapa di antaranya berada di Jalan Seberang Padang (sekitar Kuburan Turki), Jalan Khatib Sulaiman, Jalan Raden Saleh, Simpang Haru, serta Jalan Bagindo Aziz Chan. Selain itu, perbaikan juga dilakukan di Jalan Hasanuddin, Jalan Proklamasi, dan Jalan Dr. Wahidin.
Tri Hadiyanto menegaskan bahwa penanganan jalan berlubang tidak hanya terbatas pada titik-titik tersebut. Dinas PUPR Kota Padang akan terus memperluas lokasi penambalan sesuai dengan kondisi di lapangan dan tingkat kerusakan jalan yang ditemukan.
“Kita akan terus melakukan penambalan hingga tutup tahun,” kata Tri. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa program penambalan jalan ini tidak berhenti pada akhir 2025.
Dinas PUPR Padang telah merencanakan kelanjutan kegiatan perbaikan jalan pada tahun 2026, dengan harapan seluruh ruas jalan di Kota Padang kembali aman dan tidak lagi ditemukan lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan serta keselamatan masyarakat dalam beraktivitas, khususnya pascabanjir yang kerap menimbulkan kerusakan pada infrastruktur jalan di berbagai wilayah Kota Padang. (red)
















