Sumbardaily.com, Padang - Tragedi Banjir Bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat (Sumbar) menyisakan duka mendalam sekaligus pekerjaan besar dalam proses kemanusiaan.
Hingga Minggu (14/12/2025) pukul 20.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri mencatat total 244 orang meninggal dunia, dengan 208 korban telah berhasil diidentifikasi, sementara 36 korban lainnya belum teridentifikasi.
Laporan resmi kegiatan DVI Polda Sumbar yang disampaikan menunjukkan bahwa proses identifikasi dilakukan secara terpadu melalui sejumlah posko, dengan RS Bhayangkara Polda Sumbar menjadi salah satu pusat utama penanganan jenazah.
Dari total korban meninggal, jumlah korban laki-laki dan perempuan yang telah teridentifikasi masing-masing sebanyak 104 orang, mencerminkan distribusi korban yang relatif seimbang.
Di RS Bhayangkara Padang saja, tercatat 65 korban meninggal, dengan 40 di antaranya telah teridentifikasi, termasuk beberapa korban yang hanya dapat dikenali melalui pemeriksaan DNA.
Sementara itu, 25 korban lainnya belum teridentifikasi dan sebagian besar telah dimakamkan sesuai prosedur.
Kompleksitas identifikasi meningkat dengan ditemukannya sejumlah potongan tubuh, mulai dari paha, tungkai bawah, hingga kaki, yang kini disimpan dalam cold storage untuk kepentingan forensik lanjutan.
Wilayah Agam menjadi lokasi dengan jumlah korban tertinggi, yakni 140 orang meninggal dunia, di mana 129 korban telah berhasil diidentifikasi.
Proses identifikasi di daerah ini juga melibatkan metode ilmiah, termasuk pencocokan DNA terhadap korban yang kondisinya tidak utuh.
Posko DVI di daerah lain seperti Padang, Bukittinggi, Padang Panjang, Pasaman Barat, hingga Kota Solok turut berperan dalam memastikan setiap korban mendapatkan identitas yang sah dan bermartabat.
Di tengah upaya identifikasi, DVI Polri juga mencatat 90 orang masih dinyatakan hilang, terdiri dari 47 laki-laki dan 43 perempuan.
Selain itu, terdapat 21 korban yang masih menjalani perawatan medis di beberapa rumah sakit, dengan jumlah terbanyak dirawat di RSUD Agam.
Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Plt Kabid Dokkes) Polda Sumbar, AKBP dr Faizal menegaskan bahwa seluruh data yang dihimpun merupakan hasil kerja lintas sektor yang melibatkan kepolisian, rumah sakit, serta instansi terkait.
"Proses identifikasi akan terus dilanjutkan hingga seluruh korban dapat dipastikan identitasnya," katanya.
Upaya DVI Polri dalam tragedi Banjir Bandang Sumbar ini bukan sekadar pencatatan angka, melainkan bagian penting dari pemulihan kemanusiaan, memastikan hak setiap korban dan keluarga terpenuhi di tengah bencana besar yang mengguncang wilayah tersebut. (adl)
















