Gelombang 2 Meter & Angin 15 Knot di Padang, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Gelombang 2 Meter & Angin 15 Knot di Padang, Nelayan Diimbau Tak Melaut

Ilustrasi Badai di Laut (Foto: Pixabay)

Sumbardaily.com, Padang – Kota Padang kembali masuk dalam daftar wilayah dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi setelah Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Minangkabau mengeluarkan peringatan dini untuk 21–27 November 2025. Seluruh daerah di Sumatera Barat (Sumbar)—termasuk kawasan pesisir Padang—diminta meningkatkan kewaspadaan seiring potensi cuaca ekstrem pada periode tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menegaskan bahwa kondisi cuaca yang tidak stabil harus menjadi perhatian serius masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa peningkatan intensitas hujan, disertai tingginya gelombang laut, dipicu oleh pertemuan massa udara di wilayah barat Samudra Hindia. Situasi ini berpotensi memicu sejumlah bencana seperti banjir, tanah longsor, abrasi, hingga pohon tumbang.

“Dengan adanya perubahan cuaca yang cukup ekstrem, kami mengimbau warga Padang untuk tetap siaga dan berhati-hati menghadapi kemungkinan bencana,” ujar Hendri Zulviton dikutip Senin (23/11/2025).

Bukan hanya warga di darat, kelompok nelayan juga mendapat perhatian khusus dari BPBD Padang. Hendri menegaskan bahwa aktivitas melaut sebaiknya ditunda jika kondisi angin dan ombak tidak bersahabat.

Kecepatan angin yang melampaui 15 knot dan ketinggian gelombang mencapai dua meter dinilai cukup berbahaya bagi keselamatan nelayan.

“Kita juga mengingatkan para nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan. Pantau terus kondisi cuaca sebelum berangkat melaut,” kata Hendri.

Data BPBD menunjukkan bahwa cuaca ekstrem yang berlangsung sejak 21 November telah menimbulkan sejumlah kejadian di beberapa titik. Sedikitnya 18 pohon tumbang dilaporkan menghambat akses jalan utama di Padang. Selain itu, muncul genangan air dan tanah amblas di beberapa kawasan permukiman.

Hendri berharap kondisi cuaca dapat segera membaik dan tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. “Semoga ke depan tidak terjadi bencana,” ujarnya. (red)

Baca Juga

Prakiraan Cuaca Sumbar Sabtu 13 Juni 2026: Hujan Guyur Banyak Daerah, Mentawai Berpotensi Hujan Petir
Prakiraan Cuaca Sumbar Sabtu 13 Juni 2026: Hujan Guyur Banyak Daerah, Mentawai Berpotensi Hujan Petir
Petugas BPBD Kota Padang bersama warga melakukan pemotongan dan pembersihan pohon aro tumbang yang menutup Jalan Raya Padang-Painan KM 12 pada malam hari.
Pohon Tumbang di Jalan Raya Padang-Painan, Kemacetan Sempat Mengular hingga Dua Kilometer
Rumah Dijual di Lapai Padang Rp1,75 Miliar, Lokasi Dekat Transmart dan SJS
Rumah Dijual di Lapai Padang Rp1,75 Miliar, Lokasi Dekat Transmart dan SJS
Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang
Keselamatan Terancam, Pemkab Padang Pariaman Bakal Hentikan Rakit Penyeberangan Pascabencana Anduriang
Cuaca Sumbar Jumat 12 Juni 2026 Didominasi Berawan, Hujan Diprediksi Terjadi Sore hingga Malam
Cuaca Sumbar Jumat 12 Juni 2026 Didominasi Berawan, Hujan Diprediksi Terjadi Sore hingga Malam
Sisa 1 Unit, Rumah Cluster di Ampang Padang Ditawarkan Rp975 Juta
Sisa 1 Unit, Rumah Cluster di Ampang Padang Ditawarkan Rp975 Juta